
kedua nya saling tatap hingga beberapa detik , seolah melupakan bahwa di sekeliling nya ada beberapa orang yang memandang nya
Ehemm
sebuah deheman dari wanita cantik yang datang ke restoran bersama pria tampan itu berhasil menyadarkan lamunan kedua insan yang lagi saling tatap
" maaf maaf nona bila saya lancang" ucap nya setelah melepas tangan nya dan memastikan nona Asmara aman tidak jatuh
"its ok" setelah berucap nona Asmara melangkah berjalan menuju ruang VVIP dengan aura datar seolah tidak ada kejadian apa-apa
namun itu hanya luar nya, karena di dalam hati nona Asmara merasa ada hal aneh yang belum pernah ia rasakan
"silahkan tuan nona , selamat menikmati hidangan malam nya" ucap pelayan restoran ramah seraya menunduk memberi hormat
nona Asmara dan seketaris Zaki menghabis kan makan malam nya dengan tenang.
namun berbeda dengan pasangan di ruang VIP sebelah
reyanza terlihat menghela nafas panjang saat harus menghadapi Laura yang lagi marah seperti nya cemburu dengan wanita yang di tolong reyanza tadi
"ok apa mau mu sekarang" reyanza terlihat pasrah
" mau ku, siapa wanita itu!" ucap Laura dengan amarah tertahan tidak mau orang sekitar mendengar
" Lau, aku sudah jelaskan , dia rekan bisnis ku" reyanza terlihat frustasi bingung harus dengan cara apa lagi untuk menjelaskan kepada Laura supaya paham
" ok, tapi aku bisa melihat cara mu menatap nya itu beda" ucap Laura makin kesal saat mendapat jawaban dari reyanza yang menurut nya tidak masuk akal , sambil berdiri melangkah pergi
dalam hati Laura akan mencari tau siapa wanita itu
__ADS_1
"Lau tunggu , kau jangan seperti anak kecil " reyanza meraih tangan Laura, namun tangan nya di tepis
"kita pulang"
setelah mengantar Laura pulang ke apartemen nya , reyanza langsung pulang menuju rumah nya
namun baru masuk pintu utama sudah di sambut dengan cacaran pertanyaan dari seorang wanita yang sudah berumur setengah abad namun guratan cantik masih terlihat jelas
" dari mana, apa tadi siang bertemu nona Asmara, dan apa yang kalian bicarakan, apa hubungan kalian sudah ada kemajuan" ucap ibu Elisa penuh menuntut jawaban
oh ibu negara tidak melihat apa aku lelah baru sampai ucap nya dalam hati
" ibu seperti nya duduk sambil ngobrol lebih seru" reyanza sambil menuntun ibu nya menuju kursi sofa di ruang tamu
"cepat buruan cerita" setelah duduk sempurna tangan nya menepuk paha reyanza seolah ibu Elisa sudah tidak sabar mendengar jawaban
berati dugaan ku tadi benar aku tidak salah liat
"tapi bagai mana bisa, jelas-jelas nona Asmara berbicara dengan ibu akan menemui mu"
berati benar dia pergi karena melihat ku bersama Laura, besok aku harus menemui nya
" aku tidak tau Bu"
setelah obrolan singkat itu reyanza pamit untuk istirahat di kamar nya
sementara ibu Elisa merasa kecewa karena hubungan putra nya dengan nona Asmara masih belum ada perkembangan
di tempat lain
__ADS_1
tak tap tap
suara langkah kaki di tangga
" kak kakak tunggu" area berlari mengejar nona Asmara yang terlihat akan masuk ke kamar nya
memandang area seolah berkata apa yang mau di bicarakan
area yang mengerti tatapan kakak nya langsung bersuara
"ijin kan aku tidur bersama kakak, aku takut habis nonton film horor " menunjukan mimik muka memelas supaya di ijin kan
oh are aku pikir kau akan berbicara hal berbobot ternyata hal yang gx ada gunanya
namun nona Asmara tak menjawab
area yang mengerti diam nya sang kakak ia kembali bersuara
" ibu lagi keluar kota"
"hemm" sebuah jawaban deheman namun mampu membuat area senang karna tanda nya ia di ijinkan
Ting
bunyi suara pesan masuk
nona Asmara memeriksa hp nya
"dia" gumam nya
__ADS_1