Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
pesan masuk


__ADS_3

kedua nya saling tatap hingga beberapa detik , seolah melupakan bahwa di sekeliling nya ada beberapa orang yang memandang nya


Ehemm


sebuah deheman dari wanita cantik yang datang ke restoran bersama pria tampan itu berhasil menyadarkan lamunan kedua insan yang lagi saling tatap


" maaf maaf nona bila saya lancang" ucap nya setelah melepas tangan nya dan memastikan nona Asmara aman tidak jatuh


"its ok" setelah berucap nona Asmara melangkah berjalan menuju ruang VVIP dengan aura datar seolah tidak ada kejadian apa-apa


namun itu hanya luar nya, karena di dalam hati nona Asmara merasa ada hal aneh yang belum pernah ia rasakan


"silahkan tuan nona , selamat menikmati hidangan malam nya" ucap pelayan restoran ramah seraya menunduk memberi hormat


nona Asmara dan seketaris Zaki menghabis kan makan malam nya dengan tenang.


namun berbeda dengan pasangan di ruang VIP sebelah


reyanza terlihat menghela nafas panjang saat harus menghadapi Laura yang lagi marah seperti nya cemburu dengan wanita yang di tolong reyanza tadi


"ok apa mau mu sekarang" reyanza terlihat pasrah


" mau ku, siapa wanita itu!" ucap Laura dengan amarah tertahan tidak mau orang sekitar mendengar


" Lau, aku sudah jelaskan , dia rekan bisnis ku" reyanza terlihat frustasi bingung harus dengan cara apa lagi untuk menjelaskan kepada Laura supaya paham


" ok, tapi aku bisa melihat cara mu menatap nya itu beda" ucap Laura makin kesal saat mendapat jawaban dari reyanza yang menurut nya tidak masuk akal , sambil berdiri melangkah pergi


dalam hati Laura akan mencari tau siapa wanita itu

__ADS_1


"Lau tunggu , kau jangan seperti anak kecil " reyanza meraih tangan Laura, namun tangan nya di tepis


"kita pulang"


setelah mengantar Laura pulang ke apartemen nya , reyanza langsung pulang menuju rumah nya


namun baru masuk pintu utama sudah di sambut dengan cacaran pertanyaan dari seorang wanita yang sudah berumur setengah abad namun guratan cantik masih terlihat jelas


" dari mana, apa tadi siang bertemu nona Asmara, dan apa yang kalian bicarakan, apa hubungan kalian sudah ada kemajuan" ucap ibu Elisa penuh menuntut jawaban


oh ibu negara tidak melihat apa aku lelah baru sampai ucap nya dalam hati


" ibu seperti nya duduk sambil ngobrol lebih seru" reyanza sambil menuntun ibu nya menuju kursi sofa di ruang tamu


"cepat buruan cerita" setelah duduk sempurna tangan nya menepuk paha reyanza seolah ibu Elisa sudah tidak sabar mendengar jawaban


berati dugaan ku tadi benar aku tidak salah liat


"tapi bagai mana bisa, jelas-jelas nona Asmara berbicara dengan ibu akan menemui mu"


berati benar dia pergi karena melihat ku bersama Laura, besok aku harus menemui nya


" aku tidak tau Bu"


setelah obrolan singkat itu reyanza pamit untuk istirahat di kamar nya


sementara ibu Elisa merasa kecewa karena hubungan putra nya dengan nona Asmara masih belum ada perkembangan


di tempat lain

__ADS_1


tak tap tap


suara langkah kaki di tangga


" kak kakak tunggu" area berlari mengejar nona Asmara yang terlihat akan masuk ke kamar nya


memandang area seolah berkata apa yang mau di bicarakan


area yang mengerti tatapan kakak nya langsung bersuara


"ijin kan aku tidur bersama kakak, aku takut habis nonton film horor " menunjukan mimik muka memelas supaya di ijin kan


oh are aku pikir kau akan berbicara hal berbobot ternyata hal yang gx ada gunanya


namun nona Asmara tak menjawab


area yang mengerti diam nya sang kakak ia kembali bersuara


" ibu lagi keluar kota"


"hemm" sebuah jawaban deheman namun mampu membuat area senang karna tanda nya ia di ijinkan


Ting


bunyi suara pesan masuk


nona Asmara memeriksa hp nya


"dia" gumam nya

__ADS_1


__ADS_2