Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
S2. Pulang ke rumah ibu.


__ADS_3

Dokter memeriksa keadaan Reyanza di dalam sana, Nona Asmara bersama Ibu Elisa dan Ibu Meta menunggu di luar.


Tidak berselang lama, Dokter ke luar, yang kemudian menjelaskan bahwa tadi Reyanza hanya mencoba untuk mengingat kejadian sebelum amnesia.


Setelah menjelaskan yang terjadi, Dokter tersebut ahirnya pergi, Nona Asmara kembali duduk di kursi, rasanya tubuhnya lemas, begitu ingin Reyanza kembali ingat semua kenangannya, namun tidak bisa memaksa karena tidak ingin menyakiti Reyanza.


Nona Asmara menghela nafas panjang, saat ini dirinya benar-benar merasa tidak berdaya, di mana Nona Asmara yang dibilang selalu bisa melakukan apa pun, nyatanya sebutan itu tidak ada untuk dirinya saat ini.


Nona Asmara kembali menangis pilu, tubuhnya yang bergetar, kini Ibu Elisa dan Ibu Meta memeluknya dari samping menenangkan Nona Asmara.


Presdir Lion Group, kau begitu bodoh saat ini! kau tidak bisa berbuat apa-apa! kau tidak berguna! kata-kata semua itu menampar kerasa batin Nona Asmara, menjerit meluapkan segala ketidakberdayaannya.


"Sayang, tenanglah." Ibu Elisa mengusap rambut Nona Asmara.


Setelah beberapa saat, Nona Asmara merasa sudah lebih tenang, Ibu Elisa dan Ibu Meta membiarkan Nona Asmara berdua di dalam ruangan bersama Reyanza.


Reyanza menyadari Nona Asmara ada di samping ranjangnya, Reyanza membuka mata lalu menatap wajah Nona Asmara.

__ADS_1


"Aku tidak akan memaksamu untuk mengingat siapa aku, aku hanya minta segeralah sembuh." Nona Asmara tersenyum getir.


"Maafkan aku."


Nona Asmara menggelengkan kepalanya saat mendengar kata maaf Reyanza. Nona Asmara menyentuh tangan Reyanza, yang ia genggam seraya tersenyum manis.


Ibu Elisa masuk, membawa kabar bahwa hari ini Reyanza sudah bisa dibawa pulang, Nona Asmara mengusap punggung tangan Reyanza sebentar, sebelum ahirnya beranjak berdiri menyiapkan mobil.


"Aku mau tinggal di rumah, Ibu."


Nona Asmara seketika menghentikan langkahnya, yang saat ini baru berdiri di ambang pintu, perlahan Nona Asmara balik badan dan menatap Reyanza.


Nona Asmara tersenyum kemudian berlalu dari tempat itu.


Ibu Meta membantu Reyanza, yang saat ini duduk di kursi roda, mendorong kursi roda tersebut hingga sampai parkiran mobil, berhenti tepat di samping mobil Nona Asmara.


Mengucapkan pada suster yang juga ikut membantu, dan setelah semua masuk ke dalam mobil, Nona Asmara melajukan mobilnya.

__ADS_1


Siang ini cuaca cukup mendukung, matahari bersinar dengan cerahnya, membuat aktivitas semua orang menjadi berjalan dengan lancar.


Daun-daun kering berjatuhan dari pohonnya, mengotori jalanan kota, ibu-ibu penyapu jalan tidak kenal lelahnya dan terus membersihkan.


Tidak jauh dari tempat mobil Nona Asmara yang saat ini sedang melaju, ada seorang ibu mendorong gerobak yang di dalamnya ada anak perempuan masih kecil.


Anak kecil yang rambutnya di kuncir dua, terlihat menyengir karena silau sinar matahari.


Nona Asmara menghentikan mobilnya tepat di samping ibu pendorong gerobak itu. ibu pendorong gerobak terkejut saat tiba-tiba ada mobil berhenti, dan lebih terkejut saat melihat seorang wanita cantik yang ke luar dari dalam mobil itu, mendekati putrinya yang berada di dalam gerobak, lalu memberikan jaket untuk putrinya supaya tidak kepanasan.


Ibu pendorong gerobak menyebut dalam hati, di jaman saat ini masih ada orang kaya yang peduli, dan rasanya tidak ingin berhenti menyebut syukur saat ternyata Nona Asmara memberikan sedikit uang untuk ibu pendorong gerobak itu.


"Nona, terimakasih ... terimakasih," ucap ibu pendorong gerobak dengan menangis.


Nona Asmara menggenggam tangan ibu tersebut dengan tersenyum, lalu mengusap air mata ibu pendorong gerobak itu.


Hati ibu itu tersentuh, wanita cantik yang ada di hadapannya ini benar-benar baik. Masih terus mengagumi dan bertanya siapa wanita itu, melihat mobil Nona Asmara sampai menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Karena mengingat pun juga tidak tahu siapa wanita yang telah membantunya hari ini, ibu pendorong gerobak hanya bisa berdoa untuk keselamatan sekeluarga wanita cantik yang barusan membantunya.


__ADS_2