
waktu menunjukan pukul jam tiga sore
nona Asmara dan seketaris Zaki sekarang sudah di perjalanan menuju gedung Lion group
tadi setelah mengangkat telefon dari ibu nya ia langsung pamit untuk kembali ke kantor.
di dalam perjalanan kedua nya saling diam,
yang satu nya fokus berkendara dan yang satunya entah apa yang di pikirkan
tiba-tiba ciiittttt
suara rem mobil yang berhenti dadakan
" zak , kau mau membunuh ku ya,!" ucap nona Asmara dengan kesal
" maaf nona tadi di," ucapan nya terhenti saat di tatap tajam dua kali oleh nona Asmara
ahirnya mobil nya kembali melaju dan tidak butuh waktu lama sudah sampai di depan perusahaan Lion group
nona Asmara berjalan lebih dulu lalu di ikuti seketaris Zaki di belakang nya
pintu utama Perusahaan di bukakan lalu berjalan melangkah masuk , semua karyawan nya menunduk hormat menyapa sang presdir
setelah sampai di ruangan nya , nona Asmara mengambil berkas yang tempo hari meminta Zaki untuk mencari informasi tentang putra ibu Elisa.
kemudian ia membacanya , hingga mata nya berhenti pada tulisan keterangan bahwa sosok yang akan di jodohkan dengan nya itu sudah memiliki seorang kekasih
namun lagi-lagi nona Asmara terkejut
__ADS_1
dengan sebuah keterangan bahwa wanita kekasih pria itu sedang pura-pura sakit , sakit paru-paru, dengan alasan supaya tidak di tinggalkan oleh kekasihnya.
namun nona Asmara tidak merasa iba terhadap pasangan itu yang menurut nya penuh drama
baginya cinta itu apa nya tidak harus selalu mengikatnya apa lagi sampai berbohong tentang kesehatan
karena setiap orang itu akan istimewa di mata seseorang yang tepat, begitu lah prinsipnya Tetang cinta
namun karena tidak ingin mengecewakan sang ibu ahirnya nona Asmara putuskan untuk datang di makan malam nanti
dan sepertinya ia memiliki ide
"zak, siap kan mobil yang biasa aja, dan jas saya warna biru laut," berucap dengan senyum penuh arti
seketaris Zaki yang melihat senyum nona nya jadi was was karena biasa nya senyum itu akan berbuat jahil
kolega bisnis nya saja tidak segan-segan nona Asmara kerjai dan kalo sudah begitu seketaris Zaki juga yang akan direpotkan
pemikiran itu hanya akan membuat mereka bermasalah secara menteri dan finansial apa bila di lakukan
mengingat siapa yang di hadapi adalah Presdir Lion group seseorang yang memiliki kekuasaan bahkan hanya sekedar mendengar nama saja sudah membuat orang takut
di mobil yang biasa digunakan bersama nona Asmara itu terdapat beberapa Jaz milik nona Asmara karena mengingat bos nya itu banyak menemui klien setiap hari nya jadi tidak heran kalo sering ganti ganti pakaian
seketaris Zaki mengambil warna Jaz satu set seperti yang diminta nona Asmara lalu membawa nya ke ruang presdir
"nona ," sapa nya setelah sampai di ruang presdir
"thank you zak, sekarang kau boleh keluar,"
__ADS_1
sekarang dirinya harus bersiap-siap sekarang waktu sudah menuju pukul enam sore, sebagian karyawan nya sudah pulang, namun sebagian masih ada yang lembur
di tempat lain di rumah mewah
wajah seorang pria tampan di tekuk dirinya benar-benar malas ingin menolak perjodohan ini tapi ibu nya tidak mau mengerti.
"tidak adak ada wanita lain yang akan menjadi menantu ibu selain wanita ini" reyanza mengulang ucapan ibu nya dengan bibir menyebik
bibir pria tampan itu dari tadi komat-kamit bagaikan mbah dukun baca mantra
.
.
.
.
ayo dukung karya author
dengan
Like
vote
komen
bagikan
__ADS_1
dan masukan ke daftar favorit kalian yaa❤️❤️❤️