
"Lepas pak" Laura menarik tangan nya yang di pegang erat oleh pak Agus
"tidak nona, kalo nona kabur , nyonya bisa marah" pak Agus semakin kuat memegang tangan Laura
"aku tidak kabur pak, bapak kan bisa sampekan kalo saya pergi ada urusan mendadak" Laura terus menggerak-gerakkan tangan nya seraya menarik nya namun usaha nya tetep gagal
dirinya sudah tidak tahan disini , mencium aroma masakan nya sambel jengkol +Pete+jaleng benar-benar membuatnya ingin muntah
masakan nya sudah matang karna itu Laura mau pergi dengan alsan ada kepentingan mendadak tapi malah di halangi oleh pak Agus kepala pelayan
Laura masih meronta-ronta minta ingin di lepaskan tangan nya
tiba-tiba terdengar suara bariton orang berteriak
" kau mau kemana" jari nya menunjuk Laura , matanya melotot dengan berkacak pinggang
tangan Laura kini terlepas ia lalu menghampiri ibu Elisa
" Tante saya ada urusan penting tolong ijinkan saya pergi" tangan nya menangkup di depan dada seraya memohon
ibu Elisa membuang nafas kasar
" tidak, sekarang kau duduk lah" menatap tajam
"Tante to,," belum sempat Laura meneruskan kalimat nya sudah di potong Bu Elisa
"duduk!" suara nya dingin , tangan nya menunjuk kursi
Ahir nya Laura pasrah , ia tidak tau apa yang mau di lakukan oleh calon mertua ini
Laura duduk dengan perut sudah tidak enak berasa mual-mual
"makan lah"
"ha,,!" satu kata yang langsung membuat Laura melebarkan mata, apakah pendengaran nya tidak salah dengar
"ayo makan" ibu Elisa mengambil kan sambel jengkol+Pete+jaleng ke piring untuk Laura
Laura benar-benar tercengang bagai mna mungkin ia memakan nya bisa-bisa langsung masuk rumah sakit batin nya
"maaf Tante saya tidak bisa memakan beginian" tersenyum manis seraya menyodorkan piring berisi sambel jengkol+Pete menjauh dikit dari hadapan nya
ibu Elisa tersenyum miring
"ok, kau menolak memakan ini, aku juga menolak mu menjadi menantu" suara nya dingin lalu berdiri dari kursi nya mau beranjak pergi
namun langkah nya tertehan saat mendengar sebuah kalimat
"baik lah Tante , saya akan memakan nya" dengan berat hati Ahir nya Laura mau memakan sambel jengkol Pete jaleng
rasa mual di perut nya benar-benar ia tahan , bagi nya reyanza adalah segala nya , ia akan melakukan apapun demi terus berada di sisinya
ini hanya makan bagi nya meski rasa nya tidak karuan , karena ia pernah melakukan lebih dari ini yaitu berbohong tentang sakit nya , saat itu Laura berbohong karena tidak mau putus, ia sampek harus merubah hasil cek up untuk membuat reyanza percaya
__ADS_1
"huuekk" Laura sudah tidak kuat benar-benar mau muntah
iya langsung menuju kamar mandi yang di tunjukan oleh pelayan Tutik
setelah kepergian Laura ibu Elisa tampak merenung
" apa aku harus merestui tapi kenapa hati ku ragu, melihat dia yang bersikeras itu sudah menjelaskan bahwa ia sangat mencintai putra ku , tapi aku masih bimbang" batin ibu Elisa seraya memijit-mijit pelipisnya yang terasa pusing
"nyonya apa nyonya sakit" ucapan perhatian Tutik
Bu Elisa hanya menggerakkan telapak tangan nya ke atas tanda ia baik-baik saja
Laura sudah kembali lalu duduk di kursi yang semula
beberapa saat tampak hening, Hinga ahirnya ibu Elisa buka suara
ibu Elisa menarik nafas dalam " baik lah aku restui hubungan kalian , tapi" menjeda ucapan nya, ibu Elisa tampak berfikir
Laura yang mendengar kalimat nya terjeda sudah was-was hati nya
"jangan sakiti putra ku" bukan seperti kalimat memohon tetapi kalimat perintah , seraya berlalu pergi meninggalkan Laura
Laura tersenyum penuh kemenangan
saat ini ia akan melakukan misi nya yang selanjut nya
hari sudah berganti malam
di luar tampak begitu indah dengan hiasan lampu yang terpancar di setiap bangunan
Laura
dirinya begitu antusias menginginkan rencananya kali ini harus berhasil
sambungan telepon telah diangkat oleh seseorang di seberang sana
"halo nona"
"saya mau kau harus kerjakan besok" Laura mengatakan tegas
kreekk ganggang pintu apartemen nya di buka oleh Reyanza, ia melangkah masuk berjalan mencari Laura
namun Laura tidak tau bila reyanza datang ke apartemen nya
reyanza berhenti di depan pintu kamar Laura yang terbuka lebar Hinga ia bisa jelas melihat sang kekasih sedang telfonan
"tapi nona hal itu sangat berbahaya, saya khawatir nona nanti malah dalam bahaya" ucap suara laki-laki di sambungan telepon
"aku tidak peduli" Laura makin meninggi suara nya seolah tidak mau di bantah
" aku mau wanita yang bernama Asmara kau habisi bila perlu hingga mati" giginya berkelatuk tangan nya mengepal seolah akan Laura habisi sendiri
Deg
__ADS_1
reyanza begitu terkejut mendengar ucapan Laura , wanita cantik yang ia kenal wanita lemah lembut kenapa berubah menjadi sosok iblis
"baik nona saya akan kerjakan dari malam ini"
Tut Tut Tut , tanda sambungan telepon terputus
hahahahahahaha tawa Laura menggelegar ke seisi ruangan , ia masih menatap arah luar Hinga belum mengetahui seseorang yang ada di belakang nya
seseorang yang mungkin lebih siap membunuh nya lebih dulu
Laura balik badan , saat mau melangkah
DEG
dag dig dug dag dig dug jantung Laura langsung terpompa lebih cepat , mata nya terbelalak melihat sosok yang saat ini berada di hadapan nya
"Rey Rey k-kau" ucap nya terbata -bata
"jelaskan ,,!" membentak Laura , mata nya merah menahan amarah
Laura gugup namun tetap berusaha menjawab dengan tubuh gemetar , ini kali pertama nya dirinya melihat Reyanza semarah ini , seolah ini adalah orang Lain bukan Reyanza yang ia kenal
" aku hanya ingin mempertahan kan Milik ku"
bibir nya terasa kelu ia benar-benar takut melihat Reyanza yang seperti ini
cih
reyanza berdecih setelah nya ia mengatakan
"kita putus!"
deg hati Laura begitu sakit mendengar kalimat itu
sebisa mungkin ia membujuk reyanza
"Rey aku mohon Rey jangan lakukan ini padaku, aku mencintaimu" Laura memegang tangan reyanza seraya memohon
namun tangan nya segera reyanza hempaskan ia jijik di sentuh wanita kejam seperti Laura baginya
" aku benci, aku kecewa sama kamu Laura " mendorong tubuh Laura supaya terlepas dari jangkauan tangan Laura yang berusaha memohon
reyanza melangkah kaki nya cepat keluar dari apartemen ia tidak mempedulikan lagi teriakan Laura yang memanggil nama nya
sampai di lobi apartemen reyanza langsung masuk mobil lalu tancap gas melesat cepat pergi meninggalkan apartemen Laura
di tengah perjalan ia menelpon seseorang
"halo" setelah sambungan telepon di angkat oleh orang yang ada di sambungan telepon
"tolong lebih ketat menjaga nona Asmara, dia dalam bahaya" reyanza berucap sambil mengemudikan mobil nya
seketaris Zaki yang mendengar ucapan reyanza mematung apa maksudnya
__ADS_1
lalu sepercikan detik ia ingat malam ini nona Asmara mengendarai mobil sendiri