Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
sambel jengkol, Pete , 1


__ADS_3

gedung Lion group


pagi itu sudah terjadi kegaduhan tepat nya di depan meja resepsionis, padahal waktu baru menunjukan pukul delapan pagi


seorang wanita berparas bule sedang memaksa untuk bertemu pemimpin perusahaan, padahal resepsionis sudah menjelaskan bahwa sang presdir belum datang, namun seolah wanita itu tidak mau mendengar dan tetap ngotot mau menemui pemimpin perusahaan


hingga dua orang sekuriti penjaga pintu utama masuk perusahaan datang menghampiri saat mendengar ke gaduhan itu


"Lepas" teriak Laura


"maaf nona anda harus keluar dari sini" kedua sekuriti semakin kuat mencekal pergelangan tangan Laura seraya menarik nya untuk keluar


namun saat sampai di pintu keluar berpapasan dengan sang presdir yang hendak mau masuk


Langkah mereka semua ahirnya berhenti dengan mata saling tatap


bila Laura menatap dengan kebencian, berbeda dengan nona Asmara yang hanya biasa seolah tidak peduli dan gak mau peduli


namun kedua sekuriti sudah gemetar ketakutan karena tidak bisa menjaga keamanan sehingga pagi-pagi sudah ada wanita asing yang masuk ke perusahaan membuat keributan


Laura menggerakkan tangan nya kuat hingga terlepas dari cengkraman tangan kedua sekuriti


"bagus kita bertemu disini" dengan marah nafas nya naik turun dengan tempo cepat


seketaris Zaki sudah maju dua langkah hingga saat ini berada sejajar di samping nona Asmara


"kau jangan pernah menemui reyanza lagi, atau kau harus tolak jika reyanza ingin menemui mu!" Laura menunjuk wajah nona Asmara


"kau ! berani kau berkata tidak sopan terhadap presdir kami , huh!" kini seketaris Zaki yang kembali menunjuk wajah Laura dengan tatapan setajam pedang


mungkin sudah dirinya hajar seperti kemarin bila lengan satu nya tidak di sentuh nona Asmara saat ini


dua sekuriti yang menyaksikan hal tersebut langsung merinding


"dasar gadis bodoh , sangat bodoh karna kau membangunkan singa yang lagi tidur"


" wes angel angel urepmu bakal soro urep mu wani ngelawan Karo wong seng due kekuasaan " batin para sekuriti


nona Asmara melangkah maju satu langkah dengan gaya elegan sambil melepas kaca mata hitam nya, menatap mata Laura dengan jelas yang masih dikelilingi kabut kebencian


" saya tidak tertarik dengan topik yang ada bicarakan , bukan kelas wanita seperti saya " tersenyum miring


" pergilah, atau anda ingin kembali ke negara anda dengan cara paksa" penuh penekanan pada kalimat paksa


nona Asmara memakai kaca mata hitam nya lagi lalu pergi meninggalkan Laura yang masih sangat kesal


"amankan!" perintah seketaris Zaki kepada kedua sekuriti

__ADS_1


semua para staf menunduk hormat kepada nona Asmara dan seketaris Zaki yang sedang berjalan menuju lift lantai atas ruang presdir


"pergi-pergi" kedua sekuriti melepaskan Laura di luar sambil ngibaskan tangan nya


"ahhhh siaaal" teriak Laura


dirinya pikir datang menemui nona Asmara dan berbicara secara langsung akan membuat nona Asmara mengerti tapi dirinya malah mendapat hinaan


"aaaaaaa" kedua tangan nya di atas kepala seraya mencekram rambut nya sendiri


Laura makin kesal kala mengingat hari ini ia harus memasak di rumah ibu reyanza untuk membuktikan dirinya pantas menjadi menantu


Laura memperbaiki rambut nya yang berantakan lalu menghentikan taxi untuk nya menuju rumah reyanza


di kediaman Ruman milik orang tua reyanza


nampak seorang wanita paruh baya sedang mengatur tempat


" itu meja di situ pak Agus" tangan nya menunjuk-nunjuk


" ini kompor nya letak kan di atas meja "


"iya benar , Jagan lupa selang gas nya di pasang pak, pastikan tidak bau gas"


"Tatik , siapa kan bahan masakan mentah yang kemarin saya minta ya"


"siap nya" jawab titik patuh


" jam segini belum Dateng " menghela nafas kesal seraya sambil melangkah meninggalkan halaman belakang menuju ruang tamu untuk memastikan seseorang yang mau datang


ibu Elisa duduk di depan teras sambil di temani cemilan kue kering dan secangkir kopi


"ahh" terdengar suara begitu nikmat setelah meneguk kopi


setelah lima belas menit menunggu di depan teras ahirnya yang di tunggu menunjukan batang hidung nya juga


Laura yang berjalan dari arah gerbang melihat calon mertua duduk di depan teras langsung menunjukan senyum semanis mungkin


sementara ibu Elisa yang melihat Laura baru datang tersenyum miring


" jam segini baru nongol " batin nya


" Tante" sapa Laura seraya menunduk


tanpa basa-basi ibu Elisa langsung mengajak Laura ke tempat semestinya


" apa ini , bulat-bulat dan kenapa baunya tidak sedap " Laura menutup hidung nya seraya mau muntah

__ADS_1


dirinya yang seorang bule ini baru pertama kali nya ia melihat bahan masakan yang ia tidak tau nama nya


ibu Elisa yang melihat wajah Laura yang tersiksa karena bau bahan masakan tersebut senyum penuh kemenangan dalam hati


"ini baru awal" batin ibu Elisa


ehem " ok sepertinya kamu tidak tau menu masakan yang harus kamu masak"


" ini nama nya jengkol, " wajah nya tersenyum dengan lidah melunjur keluar , kemudian menjelaskan lagi "ini nama nya Pete, dan ini nama nya jolang jaling " jari tangannya sambil nunjuk-nunjuk


Laura mengangguk paham , namun yang tidak ia habis pikir kenapa makanan seperti ini yang calon ibu mertuanya sukai .


kenapa bukan pizza, atau spaghetti, atau makanan khas-khas Eropa pikir Laura


"dan untuk cara masak nya silahkan kamu buka you tube " mengibaskan kipas tangan nya seraya sambil melangkah pergi meninggalkan Laura


saat ibu Elisa hendak mau masuk kamar nya , pelayan nya yang bernama Tatik menghampiri


"nyonya nyonya" teriak nya sambil berlari kecil takut nyonya nya keburu masuk kamar


" nyonya teman-teman nyonya sudah datang"


ibu Elisa yang mendengar para sosialita nya sudah datang langsung balik badan tidak jadi masuk kamar


" halo BESTie,,,,!!!" teriak nya penuh semangat berlari kecil seraya membuka kedua tangan nya lebar-lebar siap menerima pelukan dari para sosialita nya setelah sampai di ruang tamu


" Dewi muah muah"


"Okta muah muah"


"Rosa muah muah"


"madam Selo !" teriak nya sambil berpelukan erat " sudah lama tidak ketemu muah muah" melerai pelukan


"sibuk pastine sibuk" jawab madam Selo sambil memasukan cemilan ke mulut nya


" sibuk ngopo sibuk ora ajak-ajak" ibu Elisa memukul pelan lengan madam Selo


"jangan ngomong Jawa aku gak ngerti " duarrr celetuk Rosa


" opo seng pingen mbok ngerteni " madam Selo menyesap rokok nya lalu membuang asap nya ke atas whuuhhh


" goyang itik jos" Okta berdiri seraya meragakan pantat nya bergerak ke kanan


hhhhhhhhhhh semua orang tertawa


pertemuan yang sudah sangat lama terakhir ketemu sekitar empat tahun lalu, karena mengingat kesibukan masing -masing

__ADS_1


di tengah perbincangan melepas rindu antara sahabat tersebut tiba-tiba pelayan Tatik menghampiri ibu Elisa


membisikkan sesuatu, setelah mendengar ucapan Tatik, wajah ibu Elisa berubah yang tadi nya sumringah kini merah seperti amarah yang mau meledak-ledak


__ADS_2