
"dia" Bu dokter menarik nafas sebelum melanjut kan ucapan nya , merasa tidak enak tpi ini sudah menjadi tanggung jawab nya
"maaf bu'
deg satu kalimat maaf semakin membuat orang-orang menjadi takut apa lagi ibu meta yang sejak tadi sudah takut kini kian bertambah
Bu dokter tidak berani menatap wajah-wajah orang di depan nya yang begitu berharab pada nya , namun ia juga manusia biasa bukan pemilik nyawa
" Tim medis sudah bekerja semaksimal mungkin tapi maaf Tuhan berkehendak lain Bu" Ahir nya kata-kata yang di tunggu keluarga pasien tersampaikan juga dengan rasa berat hati bersamaan dengan jeritan ibu meta
tidaaakkkkk
Bu meta dan yang lain nya langsung masuk ke dalam ruangan dimana putri nya baru saja di tangani
menatap ranjang pasien yang dimana ada seseorang yang di tutupi kain putih dari kaki hingga kepala , membuat wajah dan tubuh nya tak terlihat
seperti apa luka-luka di wajah nya dan tubuh nya, apa kah sebegitu parah hingga tim medis tidak bisa menyelamatkan nyawa nya , begitulah kira-kira yang ada di benak mereka yang saat ini berada di dalam ruangan yang sama dengan pasien
ibu meta melangkah mendekati pasien lalu memeluk nya langsung tanpa membuka kain putih yang menutupi wajah pasien
"putri ku kenapa kau tinggalkan ibu huhu huhu "
sementara ibu Elisa sudah terduduk lemas ia tidak menyangka dan masih belum percaya dengan apa yang di lihat nya
begitupula dengan pak Edy yang berada di samping istrinya ia memenangkan ibu Elisa
sedangkan area menangis ia begitu sedih kakak satu-satunya yang menjadi pelindung keluarga nya kini telah tiada
reyanza menyalahkan diri nya sendiri merasa tidak berguna tangan nya mengepal meninju dinding hingga membuat buku-buku tangan nya berdarah
"bangun bangun lah putriku huhu huhu" ibu meta mengguncang tubuh pasien , tangis nya semakin menjadi-jadi
ibu Elisa mendekati ibu meta , memegang bahu ibu meta untuk menenangkan
ibu Elisa ingin membuka kain putih yang menutupi wajah pasien tersebut, ingin melihat wanita cantik yang begitu ia sayangi
dengan perasaan tak menentu ibu Elisa memberanikan diri , tangan nya sudah mulai menarik kain putih, kening pasien sudah mulai terlihat, lalu menarik turun hingga mau mendekati mata pasien
namun gerakan nya terhenti saat mendengar jeritan area
AAAAAAAAAAAAA" hantu hantuu!" kedua telapak tangan nya menutupi mata nya setelah melihat seseorang yang barusan ia lihat
semua orang di ruangan tersebut menatap area
seorang wanita cantik yang berdiri di ambang pintu , sorot mata nya nampak begitu lelah
jas yang dikenakan terlihat kusut tidak seperti biasanya yang selalu licin
tatapan nya lurus menatap seseorang yang sedang berbaring
kaki nya mulai melangkah, langkah demi langkah begitu sangat pelan seperti menggambarkan betapa sakit nya kehilangan
semua orang seolah terhipnotis oleh kehadiran nya
bungkam tanpa suara masih sibuk dengan pikiran masing-masing
ibu meta yang sedari tadi memeluk pasien ia mulai melepaskan pelukan nya lalu berdiri mengambil jarak mundur tiga langkah seolah dirinya mengerti
langkah wanita cantik itu berhenti tepat di samping pasien
ia menatap seseorang yang terbaring di balik kain putih yang menutupi sekujur badan nya
satu tetes kristal bening jatuh di pipi mulus nya
menunduk sedikit punggung nya
tangan putih nya mulai memegang kain putih yang menutupi wajah pasien, nampak mengambil nafas panjang
__ADS_1
sreeeeekkkk
"maafkan aku " gumam nya tepat di telinga pasien , mencium pasien yang wajah nya pucat penuh luka,
kedua tangan nya menangkup wajah pasien, memandang untuk yang terakhir kali nya.
tubuh wanita cantik itu bergetar menandakan bahwa dirinya menahan tangis
"saras,,,,," sekali lagi wanita cantik itu membenamkan wajahnya di telinga pasien dengan sebelum nya memanggil nama nya
Deg
"saras Saras Saras Saras "
nama Saras seolah menjadi sebuah pertanyaan di pikiran semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut
" nona" suara seketaris Zaki membuyar kan lamunan semua orang, yang saat ini berdiri di ambang pintu
flas back off
di sebuah ruang VIP yang terdapat di salah satu restoran ternama
ke tiga wanita cantik sedang mengadakan reuni
nona Asmara, Winda , dan Saras
"asmara kau keren" Winda memuji seraya mengangkat kedua jempol nya
"kau juga keren, pasti menyenangkan selama ini kau tinggal di new York" tersenyum lembut menatap Winda
" asmara pinjem mobil kamu ya, aku mau jemput Jesika" kedua tangan Saras mengatup di depan dada tanda memohon
" jangan berlebihan" nona Asmara menurunkan tangan Saras
"bawa lah" memberikan kunci mobil ke Saras
" aku akan segera kembali" ucap Saras seraya berlari menuju pintu keluar
berbincangan kedua nya berhenti saat nona Asmara menghidupkan hp nya yang sedari tadi ia matikan dan lupa belum menyalakan lagi
namun setelah hp nya di hidupkan , begitu banyak notifikasi yang masuk
mata nona Asmara terbelalak melihat notifikasi yang terdapat di hp nya
sebuah notifikasi dari cctv-nya yang ia pasang di mobil , sebuah Vidio dimana orang laki-laki sedang memutus rem mobil nya
"tiga puluh menit yang lalu" gumam nya
Deg
saat ia teringat Saras membawa mobil nya lima belas menit yang lalu
"telepon Saras telepon Saras cepat" perintah nya kepada Winda , namun Winda belum mengerti
"ada apa Asmara"
nona Asmara melakukan panggilan telepon ke nomor Saras namun saat sambungan terhubung ternyata hp Saras di tinggal di meja
"sial" saat mengetahui Saras tidak bawa hp
"Saras dalam bahaya " berdiri dari tempat duduk nya berjalan kearah pintu keluar , Winda mengikuti nya di belakang masih dalam keadaan bingung
namun langkah mereka terhenti sebelum sampai pintu keluar
sebuah berita kecelakaan
Deg
__ADS_1
"Saras" gumam nona Asmara namun begitu lirih
kedua tangan nona Asmara terkepal erat, ia benar-benar marah pada pelaku yang telah mencelakai teman nya meski target nya adalah dirinya sendiri namun yang mengalami kecelakaan adalah Saras teman nya
nona Asmara langsung melesat pergi bagai kilat, bahkan saat Winda menyusul nya keluar , nona Asmara Sudak tidak ia temukan
" aku merasa dia memiliki kepribadian ganda" tubuh nya bergidik ngeri membayangkan teman nya yang seorang Presdir kejam
namun sepercikan detik ia teringat Saras, lalu mencari mobil untuk mendatangi Saras
di tempat lain
untuk sekedar menemukan pelaku pembunuhan bukan hal sulit bagi nona Asmara
seketaris Zaki yang selalu bisa ia andalkan
kedua laki-laki tersebut sudah diamankan di kantor polisi
dan sekarang disini lah nona Asmara bersama beberapa polisi dan seketaris Zaki di apartemen Laura
langkah nya terhenti saat sudah tiba di depan pintu kamar apartemen milik Laura
"Dobrak" perintah nya ke pada seketaris Zaki
"tunggu nona , jangan merusak pintu " ucap pihak keamanan apartemen
" berapa harga kamar apartemen ini, bila perlu berapa harga gedung apartemen ini huh" ucap nya marah
"saya beli , Sudak tidak ada waktu , dobrak Zaki"
ahirnya pintu kamar apartemen milik Laura di dobrak
nona Asmara langsung melesat masuk lebih dulu mencari pemilik apartemen
di ikuti seketaris Zaki dan beberapa polisi di belakang nya
"Laura Laura" teriak nya sambil terus berjalan
hingga langkah nya terhenti saat melihat ada pintu terbuka
nona Asmara dan beberapa orang di belakang nya melangkah lebar untuk segera masuk di dalam kamar tersebut
namun saat sampai di dalam kamar , semua orang tercengang melihat kamar yang begitu berantakan begitu pula dengan Laura yang rambut nya acak-acakan
nona Asmara mendekati Laura lalu berjongkok meraih dagu Laura untuk menatap nya
Deg
bukan nona Asmara yang kaget tapi Laura , Laura begitu kaget melihat nona Asmara ada di hadapan nya
Laura hendak mau bicara namun lebih dulu di tampar oleh nona Asmara
PLAK PLAK PLAK
suara tamparan tiga kali di pipi mulus Laura
"kau pembunuh " tangan nona Asmara mencekal kuat rahang Laura lalu mendorong Laura kebelakang hingga Laura tersungkur
para polisi mendekati Laura lalu memborgol tangan Laura untuk di bawa ke kantor polisi
flas back on
"putriku putri ku kau putriku ahhhh putri ku,," ibu meta memeluk nona Asmara , ia sangat bersyukur ternyata putrinya masih hidup, namun juga sedih karna yang meninggal adalah sahabat putri nya
setelah ibu meta melerai pelukan nya, Reyanza mendekati nona Asmara Meraih tangan nona Asmara lalu menarik kedalam pelukannya seraya berbisik di telinga nona Asmara
"maaf kan aku"
__ADS_1
**TAMAT
akan ada season 2, cerita khusus antara reyanza dan Asmara**