Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
Tamat


__ADS_3

"dia" Bu dokter menarik nafas sebelum melanjut kan ucapan nya , merasa tidak enak tpi ini sudah menjadi tanggung jawab nya


"maaf bu'


deg satu kalimat maaf semakin membuat orang-orang menjadi takut apa lagi ibu meta yang sejak tadi sudah takut kini kian bertambah


Bu dokter tidak berani menatap wajah-wajah orang di depan nya yang begitu berharab pada nya , namun ia juga manusia biasa bukan pemilik nyawa


" Tim medis sudah bekerja semaksimal mungkin tapi maaf Tuhan berkehendak lain Bu" Ahir nya kata-kata yang di tunggu keluarga pasien tersampaikan juga dengan rasa berat hati bersamaan dengan jeritan ibu meta


tidaaakkkkk


Bu meta dan yang lain nya langsung masuk ke dalam ruangan dimana putri nya baru saja di tangani


menatap ranjang pasien yang dimana ada seseorang yang di tutupi kain putih dari kaki hingga kepala , membuat wajah dan tubuh nya tak terlihat


seperti apa luka-luka di wajah nya dan tubuh nya, apa kah sebegitu parah hingga tim medis tidak bisa menyelamatkan nyawa nya , begitulah kira-kira yang ada di benak mereka yang saat ini berada di dalam ruangan yang sama dengan pasien


ibu meta melangkah mendekati pasien lalu memeluk nya langsung tanpa membuka kain putih yang menutupi wajah pasien


"putri ku kenapa kau tinggalkan ibu huhu huhu "


sementara ibu Elisa sudah terduduk lemas ia tidak menyangka dan masih belum percaya dengan apa yang di lihat nya


begitupula dengan pak Edy yang berada di samping istrinya ia memenangkan ibu Elisa


sedangkan area menangis ia begitu sedih kakak satu-satunya yang menjadi pelindung keluarga nya kini telah tiada


reyanza menyalahkan diri nya sendiri merasa tidak berguna tangan nya mengepal meninju dinding hingga membuat buku-buku tangan nya berdarah


"bangun bangun lah putriku huhu huhu" ibu meta mengguncang tubuh pasien , tangis nya semakin menjadi-jadi


ibu Elisa mendekati ibu meta , memegang bahu ibu meta untuk menenangkan


ibu Elisa ingin membuka kain putih yang menutupi wajah pasien tersebut, ingin melihat wanita cantik yang begitu ia sayangi


dengan perasaan tak menentu ibu Elisa memberanikan diri , tangan nya sudah mulai menarik kain putih, kening pasien sudah mulai terlihat, lalu menarik turun hingga mau mendekati mata pasien


namun gerakan nya terhenti saat mendengar jeritan area


AAAAAAAAAAAAA" hantu hantuu!" kedua telapak tangan nya menutupi mata nya setelah melihat seseorang yang barusan ia lihat


semua orang di ruangan tersebut menatap area


seorang wanita cantik yang berdiri di ambang pintu , sorot mata nya nampak begitu lelah


jas yang dikenakan terlihat kusut tidak seperti biasanya yang selalu licin


tatapan nya lurus menatap seseorang yang sedang berbaring


kaki nya mulai melangkah, langkah demi langkah begitu sangat pelan seperti menggambarkan betapa sakit nya kehilangan


semua orang seolah terhipnotis oleh kehadiran nya


bungkam tanpa suara masih sibuk dengan pikiran masing-masing


ibu meta yang sedari tadi memeluk pasien ia mulai melepaskan pelukan nya lalu berdiri mengambil jarak mundur tiga langkah seolah dirinya mengerti


langkah wanita cantik itu berhenti tepat di samping pasien


ia menatap seseorang yang terbaring di balik kain putih yang menutupi sekujur badan nya


satu tetes kristal bening jatuh di pipi mulus nya


menunduk sedikit punggung nya


tangan putih nya mulai memegang kain putih yang menutupi wajah pasien, nampak mengambil nafas panjang

__ADS_1


sreeeeekkkk


"maafkan aku " gumam nya tepat di telinga pasien , mencium pasien yang wajah nya pucat penuh luka,


kedua tangan nya menangkup wajah pasien, memandang untuk yang terakhir kali nya.


tubuh wanita cantik itu bergetar menandakan bahwa dirinya menahan tangis


"saras,,,,," sekali lagi wanita cantik itu membenamkan wajahnya di telinga pasien dengan sebelum nya memanggil nama nya


Deg


"saras Saras Saras Saras "


nama Saras seolah menjadi sebuah pertanyaan di pikiran semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut


" nona" suara seketaris Zaki membuyar kan lamunan semua orang, yang saat ini berdiri di ambang pintu


flas back off


di sebuah ruang VIP yang terdapat di salah satu restoran ternama


ke tiga wanita cantik sedang mengadakan reuni


nona Asmara, Winda , dan Saras


"asmara kau keren" Winda memuji seraya mengangkat kedua jempol nya


"kau juga keren, pasti menyenangkan selama ini kau tinggal di new York" tersenyum lembut menatap Winda


" asmara pinjem mobil kamu ya, aku mau jemput Jesika" kedua tangan Saras mengatup di depan dada tanda memohon


" jangan berlebihan" nona Asmara menurunkan tangan Saras


"bawa lah" memberikan kunci mobil ke Saras


" aku akan segera kembali" ucap Saras seraya berlari menuju pintu keluar


berbincangan kedua nya berhenti saat nona Asmara menghidupkan hp nya yang sedari tadi ia matikan dan lupa belum menyalakan lagi


namun setelah hp nya di hidupkan , begitu banyak notifikasi yang masuk


mata nona Asmara terbelalak melihat notifikasi yang terdapat di hp nya


sebuah notifikasi dari cctv-nya yang ia pasang di mobil , sebuah Vidio dimana orang laki-laki sedang memutus rem mobil nya


"tiga puluh menit yang lalu" gumam nya


Deg


saat ia teringat Saras membawa mobil nya lima belas menit yang lalu


"telepon Saras telepon Saras cepat" perintah nya kepada Winda , namun Winda belum mengerti


"ada apa Asmara"


nona Asmara melakukan panggilan telepon ke nomor Saras namun saat sambungan terhubung ternyata hp Saras di tinggal di meja


"sial" saat mengetahui Saras tidak bawa hp


"Saras dalam bahaya " berdiri dari tempat duduk nya berjalan kearah pintu keluar , Winda mengikuti nya di belakang masih dalam keadaan bingung


namun langkah mereka terhenti sebelum sampai pintu keluar


sebuah berita kecelakaan


Deg

__ADS_1


"Saras" gumam nona Asmara namun begitu lirih


kedua tangan nona Asmara terkepal erat, ia benar-benar marah pada pelaku yang telah mencelakai teman nya meski target nya adalah dirinya sendiri namun yang mengalami kecelakaan adalah Saras teman nya


nona Asmara langsung melesat pergi bagai kilat, bahkan saat Winda menyusul nya keluar , nona Asmara Sudak tidak ia temukan


" aku merasa dia memiliki kepribadian ganda" tubuh nya bergidik ngeri membayangkan teman nya yang seorang Presdir kejam


namun sepercikan detik ia teringat Saras, lalu mencari mobil untuk mendatangi Saras


di tempat lain


untuk sekedar menemukan pelaku pembunuhan bukan hal sulit bagi nona Asmara


seketaris Zaki yang selalu bisa ia andalkan


kedua laki-laki tersebut sudah diamankan di kantor polisi


dan sekarang disini lah nona Asmara bersama beberapa polisi dan seketaris Zaki di apartemen Laura


langkah nya terhenti saat sudah tiba di depan pintu kamar apartemen milik Laura


"Dobrak" perintah nya ke pada seketaris Zaki


"tunggu nona , jangan merusak pintu " ucap pihak keamanan apartemen


" berapa harga kamar apartemen ini, bila perlu berapa harga gedung apartemen ini huh" ucap nya marah


"saya beli , Sudak tidak ada waktu , dobrak Zaki"


ahirnya pintu kamar apartemen milik Laura di dobrak


nona Asmara langsung melesat masuk lebih dulu mencari pemilik apartemen


di ikuti seketaris Zaki dan beberapa polisi di belakang nya


"Laura Laura" teriak nya sambil terus berjalan


hingga langkah nya terhenti saat melihat ada pintu terbuka


nona Asmara dan beberapa orang di belakang nya melangkah lebar untuk segera masuk di dalam kamar tersebut


namun saat sampai di dalam kamar , semua orang tercengang melihat kamar yang begitu berantakan begitu pula dengan Laura yang rambut nya acak-acakan


nona Asmara mendekati Laura lalu berjongkok meraih dagu Laura untuk menatap nya


Deg


bukan nona Asmara yang kaget tapi Laura , Laura begitu kaget melihat nona Asmara ada di hadapan nya


Laura hendak mau bicara namun lebih dulu di tampar oleh nona Asmara


PLAK PLAK PLAK


suara tamparan tiga kali di pipi mulus Laura


"kau pembunuh " tangan nona Asmara mencekal kuat rahang Laura lalu mendorong Laura kebelakang hingga Laura tersungkur


para polisi mendekati Laura lalu memborgol tangan Laura untuk di bawa ke kantor polisi


flas back on


"putriku putri ku kau putriku ahhhh putri ku,," ibu meta memeluk nona Asmara , ia sangat bersyukur ternyata putrinya masih hidup, namun juga sedih karna yang meninggal adalah sahabat putri nya


setelah ibu meta melerai pelukan nya, Reyanza mendekati nona Asmara Meraih tangan nona Asmara lalu menarik kedalam pelukannya seraya berbisik di telinga nona Asmara


"maaf kan aku"

__ADS_1


**TAMAT


akan ada season 2, cerita khusus antara reyanza dan Asmara**


__ADS_2