Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
S2. Nona Asmara dilema.


__ADS_3

Tidak lama setelah Nona Asmara masuk ke dalam ruangannya, Dokter Yasmin tiba, wanita cantik yang sebagai sahabat sekaligus Dokter pribadi di keluarga Nona Asmara.


"Kamu kenapa? itu sekertarismu memberi info sudah semenakutkan gitu, aku pikir kamu kenapa-napa, Nona Asmara yang cantik."


Kini keduanya sudah duduk di sofa panjang yang ada di ruang Presdir, duduk bersebelahan, Dokter Yasmin mulai meriksa tensi darah lalu berganti memeriksa jantung dan hati, Dokter Yasmin pikir semua sehat, lalu apa yang dikatakan bahaya oleh sekertaris dingin itu, pikir Dokter Yasmin saat mengingat ucapan Sekertaris Zaki saat menghubunginya semalam.


"Anda, itu tidak sakit, Nona Asmara." Dokter Yasmine menyimpan kembali alat periksanya.


Nona Asmara mendekati Dokter Yasmin, dan membisikan sesuatu di telinga Dokter tersebut, yang seketika langsung membuat Dokter Yasmin tertawa.


Nona Asmara menjauh dengan wajah bersemu merah, malu benar-benar malu itu yang sedang ia pikirkan.


Seorang wanita yang terkenal irit segala ekspresi, mengapa bisa bertanya hal sekonyol itu batin Dokter Yasmin.


Dokter Yasmine berhenti tertawa, setelah merasa tidak baik menertawakan pasiennya, ia tadi keceplosan dan untung saja Nona Asmara tidak tersinggung.


Dokter Yasmine masih bisa melihat gurat malu-malu di wajah Nona Asmara, ia merasa gemas karena ini baru pertama kali ia melihat pipi mulus putih itu berubah merona karena sebuah pertanyaan yang Nona Asmara tanyakan sendiri.


Dia lho yang tanya bukan aku, hahaha. Jerit tawa Dokter Yasmine.


Ehem.


Dokter Yasmine berdehhem sebelum bicara dan mengikis jarak lebih dekat dengan Nona Asmara, Dokter Yasmin menatap wajah Nona Asmara yang saat ini sedang menyandarkan punggungnya di kursi, seraya mengagumi kecantikannya.

__ADS_1


Tidak menggunakan bahasa formal, kali ini akan berbicara selayaknya seorang teman, Dokter Yasmine kembali fokus. "Jadi kamu takut melakukan ..."


"Takut melakukan itu?" ulangnya lagi saat tadi sempat ia jeda untuk melihat ekspresi wajah Nona Asmara berubah marah tidak, ternyata aman.


Sungguh, Dokter Yasmine rasanya ingin tertawa terbahak-bahak bila tidak mengingat siapa orang yang ada di hadapannya ini adalah pemimpin Lion Group.


Melihat tingkah Nona Asmara yang tiba-tiba menutup wajahnya sendiri dengan tangan seraya menggelengkan kepalanya, dan terdengar gelak tawa kecil, benar-benar tidak akan percaya bila tidak melihatnya langsung, bahwa pemimpin Lion Group yang terkenal dingin bisa bertingkah konyol.


Dokter Yasmine semakin ingin menjahili, ia pikir kapan lagi bila tidak sekarang menjahili Nona Asmara, karena biasanya dirinya selalu dimarahi bila ada masalah di rumah sakit milik Nona Asmara.


Dokter Yasmine mengikis jarak lebih dekat lagi, kini ia akan berbicara tepat di telinga Nona Asmara.


"Kalo kamu membuat suamimu terlalu lama menunggu untuk di puaskan." Dokter Yasmine ingin tertawa dalam hati saat mengatakan puaskan. "Nanti bisa dipuaskan oleh wanita lain, kamu mau?"


Dokter Yasmine belum mau menyerah ia semakin ingin menjahili. "Suamimu ada keponakan kecil yang memanggilnya Daddy kan? berati dia akan senang kalo di panggil Daddy oleh anaknya sendiri."


Dokter Yasmine memukul pelan bahu Nona Asmara. "Awas suamimu tampan, jangan sampai diambil cacing-cacing gatal di luaran sana."


Dokter Yasmine yang sudah memasang wajah serius untuk menahan tawa sedari tadi, kini malah dibuat tertawa oleh jawaban Nona Asmara sendiri.


"Tapi katanya sakit, aku takut?"


Oh kucingku, kasihan sekali, kamu ketakutan ya hahaha. ingin rasanya Dokter Yasmine berkata seperti itu, tapi hanya mampu dalam hati.

__ADS_1


"Ya, sakit tapi itu hanya di awal."


Jawaban Dokter Yasmine terlihat menyakinkan di mata Nona Asmara, ia mulai merasa memikirkan kewajibannya yang selama ini belum terlaksanakan, dan saat mengingat Reyanza begitu peduli dengan Reza, sepertinya suaminya juga menginginkan seorang anak juga.


Nona Asmara menghela nafas panjang, sepertinya ia sedang dilema, antara takut sakit dan juga takut diselingkuhin.


Setelah mendapat jawaban dari Dokter Yasmine, Nona Asmara meminta Dokter Yasmine untuk kembali ke rumah sakit, karena ia juga sebentar lagi akan ada meeting.


"Kamu mengusirku." Dokter Yasmine merasa kesal, kini Nona Asmara mendorong tubuh Dokter Yasmine dan berjalan bersama ke arah pintu, lalu Nona Asmara membukakan pintu itu seraya mempersilahkan.


"Kamu jahat sekali!" umpat Dokter Yasmine.


Pintu itu sudah mulai mau di tutup oleh Nona Asmara namun tiba-tiba ditahan dengan kaki Dokter Yasmine.


"Apa lagi ...."


Dokter Yasmine tersenyum geli. "Salam ya, tolong buat Sekertaris Zaki."


Nona Asmara langsung mau menutup pintu, baginya pesan yang tidak bermutu, membuang waktu saja, namun pintu itu lagi-lagi ditahan oleh Dokter Yasmine dengan kuat.


"Sampaikan cintaku buat sekertaris dingin itu!" teriaknya sambil menjauh karena takut melihat mata Nona Asmara.


"Ya, ya. Buat Sekertaris Zaki," imbuhnya dan perlahan melihat pintu itu tertutup dengan wajah kesal Nona Asmara karena sudah ia ganggu.

__ADS_1


__ADS_2