
Pagi hari.
Setelah mengantar Nona Asmara ke tempat kerja, Reyanza langsung menuju perusahaannya.
Dan saat sampai di ruang kerjanya, Reyanza teringat pesan Nona Asmara yang mengatakan padanya harus menonton TV di jam sepuluh pagi.
Reyanza masih bingung dengan pesan Nona Asmara, namun demi wanita kesayangannya, Reyanza akan mematuhi, sampai mengundur acara meeting demi nonton TV jam sepuluh pagi nanti.
Di tempat lain.
Nona Asmara dan Seketaris Zaki sedang menuju ke suatu tempat. Nona Asmara diam seraya menyusun kata yang tepat saat nanti ia di wawancarai, bukan suatu hal yang sulit, tapi kali ini ada hal lain yang ingin ia katakan tentu sangat spesial secara live.
Ada empat stasiun televisi yang mengajukan ingin mewawancarai Presdir Lion Group, Nona Asmara memilih salah satu stasiun televisi yang memiliki penghuni ranting tidak terlalu tinggi, berbeda dengan tiga stasiun televisi lainnya, mungkin lain kali akan menerima tawarannya pikirnya.
Mobil sekertaris Zaki sampai di lokasi. Para orang petinggi pemilik stasiun televisi berjalan mendekat saat melihat mobil Sekertaris Zaki berhenti.
Bahkan direkturnya ikut menyambut kedatangan di luar, karena suatu kehormatan yang sangat tinggi Nona Asmara selaku Presdir Lion Group memilih stasiun televisinya untuk mewawancarai.
Salah satunya ikut membantu membuka pintu mobil, yang langsung membuat Nona Asmara menunduk hormat saat di posisi berdiri sempurna.
Semua orang juga ikut menundukkan kepalanya, lalu mengajak untuk segera masuk ke ruang acara.
Para wartawan yang di luar langsung menyorot wajah Nona Asmara dari mobil sampai hingga Nona Asmara berjalan masuk gedung.
Nona Asmara berjalan diapit Sekertaris Zaki dan Direktur stasiun televisi, berjalan bersama menuju ruang acara, sampai di pintu ruang acara, kamera langsung menyorot wajahnya, berlomba-lomba mendapatkan fotonya.
Di ruangan ini ada lima wartawan yang di undang khusus, Nona Asmara duduk yang diikuti oleh yang lainnya juga.
Masih istirahat sebentar, waktu masih ada lima menit lagi untuk memulai acara wawancara.
Sementara di tempat lain.
Informasi tentang Presdir Lion Group yang akan melakukan wawancara secara live disalah satu stasiun televisi sudah menyebar luas.
Penggemar dan pecinta Nona Asmara sudah bersiap-siap ingin menonton, sebelumnya stasiun televisi yang Nona Asmara pilih ini kurang ada peminatnya, namun hari ini acara belum mulai para warga sudah bersiap duduk manis di depan televisi mereka di rumah masing-masing.
Di sebuah perusahaan.
Reyanza juga sudah bersiap duduk manis dan menghidupkan televisinya yang ada di ruangan.
Sampai membuat peraturan tidak boleh ada yang masuk ke ruang kerjanya selama tiga puluh menit, karena tidak ingin terganggu.
__ADS_1
Sambil kunyah-kunyah cemilan Reyanza melihat televisi, wajah cantik Nona Asmara kini sudah muncul, Reyanza semakin semangat dan duduk tegap ingin mendengarkan yang akan Nona Asmara sampaikan.
Di tempat acara, acara kini dimulai. Para wartawan sudah menyiapkan pertanyaan, sekitar ada tiga pertanyaan.
"Presdir Lion Group, bisa tolong jelaskan mengapa perusahaan Lion Group bisa sejaya ini."
"Semua itu karena kerja keras semua orang, tidak hanya saya, saya tidak ada apa-apanya tanpa mereka yang bekerja keras sampai hari ini," ucapnya seraya tersenyum.
Penonton di rumah tepuk tangan meriah, bangga dengan jawaban Nona Asmara yang rendah hati.
Lanjut pertanyaan kedua.
"Presdir Lion Group, mengapa gaji untuk karyawan di Lion Group begitu besar, bahkan mencapai tiga kali lipat dari perusahaan lain, dan hal ini menjadi lirikan semua masyarakat yang ingin berlomba-lomba ingin masuk kerja di perusahaan tersebut."
Penonton di rumah jantungnya deg-degan, sudah tidak sabar ingin tahu jawabannya. Jawaban perusahannya besar, bagaikan bintang di langit yang sulit tergapai, kadang hanya bisa berangan-angan ingin menjadi bagian karyawannya namun hanya mimpi.
Nona Asmara tersenyum sebelum bicara, "Jawabannya simple karena saya menggaji mereka sesuai dengan kerja mereka. Dari kedisiplinan, waktu, istirahat. Mereka juga bekerja lebih keras tiga kali lipat dari perusahaan lain."
Jawaban yang sangat mengagumkan.
Berlanjut pertanyaan selanjutnya. Pertanyaan kali ini di luar tentang perusahaan, wartawan wanita yang ingin mengajukan pertanyaan itu, ia meremat jemarinya merasa takut.
"Presdir Lion Group, apa kami boleh bertanya hal lain?"
"Silahkan," ucapnya seraya tersenyum.
Deg! melihat Nona Asmara tersenyum wartawan semakin khawatir, takut nanti Nona Asmara akan marah saat mendengar pertanyaannya.
"Tapi ini di luar tentang perusahaan," jelasnya lagi, dan langsung mendapati Nona Asmara mempersilahkan melalui gerakan tangan.
Wartawan langsung semangat, berdoa dalam hati semoga Nona Asmara tidak marah.
"Apa kah, Nona Asmara memiliki orang spesial, yang bukan keluarga kandung."
Sebuah pertanyaan yang mewakili pertanyaan para orang-orang di rumah yang hanya bisa menonton TV.
Wartawan wanita yang berbicara langsung terdiam menunduk tidak berani menatap Nona Asmara.
Semuanya ingin mendengar jawabannya.
Nona Asmara terkekeh, semakin membuat orang penasaran.
__ADS_1
"Ada ... dia adalah suamiku."
Wahhh dijawab, Nona Asmara mau menjawab, dan lihat wajahnya tidak marah, dia tersenyum manis, ini masih seperti mimpi, Nona Asmara mau menjawab hal pribadi.
Teriakan hati semua orang yang senang dengan pengakuan Nona Asmara. Wartawan wanita kembali ingin bertanya, karena penasaran siapa nama yang di sebut spesial itu.
"Nona, boleh kami bertanya satu kali lagi."
"Silahkan."
Wartawan semakin bersemangat, membenahi posisi duduknya, para orang-orang yang menonton televisi juga ikutan semangat ingin mendengar serata penasaran juga.
"Boleh kami tahu siapa nama seseorang yang spesial itu."
Duar!
Bagian jiwa wartawan tersebut seolah langsung terkena ledakan setelah selesai bicara.
Bagaiman bisa aku menanyakan hal seperti ini, bagaimana aku setelah ini di pecat. Gumamnya dalam hati.
Orang-orang di rumah yang juga menonton ikutan penasaran, Reyanza yang menonton di ruang kerjanya matanya hingga tidak berkedip serta memasang telinganya. Tidak ingin salah dengar.
Hari ini suasana hati Nona Asmara dalam kondisi baik, ia tersenyum seraya meminta kamera lebih menghadapkan ke arahnya.
"Nama orang yang spesial bagi saya adalah, Reyanza." Berhenti sejenak di sambut tepuk tangan meriah. para penonton di rumah juga ikutan tepuk tangan.
Reyanza yang mendengar itu semua merasa terharu, wanita yang ia cintai menyebut namanya dan akan di tonton seluruh masyarakat di negara.
"Boleh saya mengatakan sesuatu?" ucapnya dengan senyum manis.
Yang langsung di jawab boleh dengan cepat oleh para wartawan, bahkan penonton di rumah juga ikutan menjawab boleh.
"Bisa minta tolong kamera lebih ke sini." Nona Asmara memberitahu melalui gerakan tangan.
Dengan semangat wartawan mengarahkan kamera tepat pada Nona Asmara.
Dengan senyum, seolah bicara langsung dengan Reyanza. "Reyanza suamiku, aku sangat mencintaimu, sangat sangat."
Wahhh! teriak semua orang di ruangan, yang langsung membuat Nona Asmara tersipu malu, para penggemar Nona Asmara juga berteriak di rumah. Reyanza yang paling di bikin terkejut mendapat pernyataan cinta dari Nona Asmara, yang selama ini tidak pernah mengatakan padanya.
Sampai hari-hari selanjutnya kata-kata sangat yang Nona Asmara ucapkan menjadi trending topik, tidak hanya di stasiun televisi yang mengundang tersebut, tetapi di seluruh sosial media, di YouTube semua orang mencari nama Reyanza, dan langsung mendapatkan fotonya yang juga ada foto bareng bersama Nona Asmara.
__ADS_1
Bahkan karena terlalu menggemari Nona Asmara, ada yang ingin memberi nama anaknya dengan nama Reyanza, bila lahir laki-laki, merasa laki-laki beruntung bisa menikah dengan Nona Asmara. Wanita muda berkarir serta menginspirasi.