
dengan nafas memburu , area melangkah maju mendekati melodi
"Jaga ucapan mu , kalo kau tidak tau siapa aku dan tidak kenal siapa aku , sebaiknya tidak usah cari masalah dengan ku, kalo aku mau aku bisa berbuat lebih dari ini," ucap area dengan penuh amarah
kemudian berjalan pergi meninggalkan melodi yang masih mematung
"sialan," umpat melodi
kemudian berlari ketoilet untuk membersihkan muka nya yg terkena sambal
di kls
"are kau keren," ucap Tika dengan mengangkat kedua jempol nya ke atas
"wanita jadi-jadian seperti melodi pantas sesekali di kasih pelajaran ," timpal Wulan
area hanya menanggapi dengan senyum kecil
setiap dirinya ada masalah pasti selalu teringat ucapan kakak Asmara nya
"apa bila tidak salah harus berani melawan seorang musuh, buat hidup kita penuh teka - teki supaya musuh sulit mengalahkan " ucap kakak nya kala itu
meski tadi tubuh area sempat bergetar saat harus berucap tegas dengan melodi ,karena pasal nya area memang gadis manja namun itu hanya berlaku di dalam istana nya
bila sudah keluar rumah sperti di sekolah area bukan siapa -siapa , teman bahkan guru tidak tau bahwa area adik seorang pemilik perusahaan lion group perusahaan yang sangat berpengaruh di negeri ini
__ADS_1
namun begitu kegiatan area di luar rumah selalu mendapat pengawasan dari sang kakak melalui orang-orang suruhanya yang untuk menjaga sang adik secara diam-diam
seperti sekarang ini anak buah seketaris Zaki melapor bahwa nona kecil nya berantem melawan teman nya yang mem buli nya saat makan di kantin
hahaha
seketaris Zaki tertawa terbahak-bahak sampai lupa diri bahwa di samping nya ada sang bos ,
Vidio area berantem dengan teman nya dan menumpahkan sambel di hidung dan bibir lawan nya , terlihat lucu di mata seketaris Zaki
"zak , kau kesulupan," ucap nona Asmara ketus , berasa aneh tiba-tiba ketawa , apa segitu lucu nya
" ah nona maaf ," ucap seketaris Zaki merasa kikuk menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
benar-benar bodoh lupa tidak menyadari bahwa di samping nya ada bos
bukan krna ada yang sakit tapi ingin menemui pimpinan rumah sakit
di tempat lain
di rumah besar bak istana
ibu Elisa sedang melakukan panggilan telepon dengan seseorang
panggilan telepon tersebut berdering setelah menunggu beberapa saat baru lah diangkat oleh seseorang di seberang sana
__ADS_1
"halo El," sapa nya dengan lembut
" halo juga meta," ucap ibu Elisa
" meta , kapan kita pertemukan anak kita , aku udah gak sabar lho ," lanjut ucap nya
" sabar EL , kenapa ibu nya yang terlihat agresif," terdengar tawa di sebrang sana
" putri ku sangat sibuk, nanti aku kabari ya EL," imbuh ibu meta
kemudian mereka lanjut berbincang-bincang tentang hal lain, tidak terasa obrolan mereka sudah satu jam , biasa kalo ibu ibu sudah ketemu lawan obrol nya jadi lupa waktu
di rumah sakit peduli indah
tiga orang sedang asik berbincang-bincang sejak tadi bahkan disertai tawa tawa kecil dari mereka , di dalam ruangan di lantai atas tepat nya di ruang pimpinan rumah sakit peduli indah ,
ruangan yang sejuk menambah kenyamanan mereka
tiga insan tersebut adalah
nona Asmara, seketaris Zaki, dan dokter Soleh
saat sedang asik membahas tentang perkembangan rumah sakit
tiba-tiba terdengar dering ponsel
__ADS_1
" hp nona, nyonya menelfon," ucap seketaris Zaki