
Setelah menelfon seketaris Zaki, reyanza mematikan sambungan telepon nya
di tempat lain
seorang wanita cantik sedang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, jalan malam yang sudah lenggang tidak terlalu banyak pengendara sehingga memudahkan nya dalam melajukan mobil
di menit berikut nya kecepatan mobil nya di tambah lagi oleh wanita tersebut
perjalanan masih nyaman detik berganti menit namun saat hendak mau menginjak pedal rem nya tiba-tiba rem nya blong , membuat mobil tidak bisa terkendalikan
dari arah jalur lain ada sebuah mobil yang sedang melaju juga namun kecepatan sedang
" hah kenapa ke-kenapa rem nya Aaaaaaaaaaa" bruusss mobil nya di tabrak mobil dari arah belokan yang juga melaju bersamaan itu bagasi mobil wanita itu di tabrak oleh mobil yang berada di belakang nya.
sehingga membuat mobil wanita itu berputar-putar seperti kincir angin bersamaan itu teriakan wanita cantik itu menggema
AAAAAAAAAAAAA
dari arah jalur depan ada sebuah mobil tronton dengan laju kecepatan tinggi , sang pemilik gugup dalam mengendalikan mobil nya saat melihat mobil di depan nya berputar-putar
Ciiiiittttttt Bruusss suara decitan dan tabrakan mobil , mobil wanita itu berguling-guling Hinga beberapa meter sebelum ahirnya berhenti menabrak pohon
bersamaan itu hentinya suara wanita cantik yang berada di dalam mobil tersebut
sedangkan mobil yang menabrak nya tadi menabrak pembatas jalan
__ADS_1
di tempat lain di sebuah rumah mewah
reyanza baru masuk ke kamar nya
iya hendak mandi , setelahnya ia berpakaian malam lalu berbaring di atas ranjang nya
namun mata belum ngantuk ia hendak menyalakan tv , namun saat tv sudah menyala sebuah tayangan yang ia lihat ada lah sebuah berita
reyanza tampak malas dan tidak tertarik namun saat hendak mau mematikan tv nya
mata nya terbelalak saat mendengar reporter berita mengatakan sebuah kecelakaan maut atas nama Asmara putri Pradika Presdir Lion group yang reporter baca dari identitas korban
tubuh Reyanza seolah lemas tanpa tulang
"tidak tidak ini tidak mungkin" gumam nya
" tidak tidaaaakkkk" teriak ibu meta yang baru saja mendengar dan melihat berita di tv
dan teriakan ibu meta itu mengundang pak jae kepala pelayan dan beberapa pelayan yang lain nya
"nyonya nyonya ada apa?" pak jae begitu cemas menghampiri ibu meta di ruang tv bersama para pelayan yang lain nya
pak jae yang tidak mendapat jawaban dari ibu meta , ia mengikuti arah mata ibu meta
Deg
__ADS_1
seketika pak jae kaget ia sangat hafal dengan plat nomor polisi mobil milik nona Asmara
"haa" tangan nya seraya menutup mulutnya yang menggangga karena syok dengan apa yang ia lihat
" saya harus kerumah sakit " ucap Bu meta panik seraya berdiri dari tempat duduk nya lalu berjalan menaiki tangga
"are are are!" teriak nya dengan air mata yang berlinang
brak membuka pintu kamar area
"ibu ada kenapa ibu teriak-teriak, dan ke-kenapa ibu" ucapan terhenti
"ayo kita kerumah sakit, ka-kakak mu ayo" dengan tubuh nya yang gemetar ibu meta menarik tangan area keluar kamar menuruni tangga
tap tap tap " ibu ada apa ibu , are belum mengerti" masih mencoba cari tau dari ibu nya
"kakakmu kecelakaan are huhu huhu " dengan tangis yang semakin menjadi-jadi
Deg
area melangkah mundur dua langkah
"tidak tidak" menggelengkan kepala nya , sorot mata nya tidak percaya
"ayo buruan are" ibu meta menarik tangan are
__ADS_1
" pak nur ayo cepat " ibu meta dan area langsung masuk mobil begitu mobil sudah siap , dengan pak nur sebagai pengemudi nya