Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
bab 31


__ADS_3

Setelah sepeninggal nya reyanza dari apartemen nya Laura tampak frustasi ia menjambak rambut nya sendiri


ahhhhh sreeeeekkkk teriak nya seraya menarik taplak meja rias nya hingga membuat barang-barang di atas meja rias nya terjatuh semua


kamar yang tadi nya rapi kini sudah berubah seratus delapan puluh derajat lebih seperti kapal pecah


kegiatan nya terhenti saat mendengar ponsel nya berdering


"nona misi nya sudah berhasil , dan kemungkinan target sudah berada dalam rencana" penjelasan dari seseorang yang terdengar dari sambungan telepon setelah telepon nya Laura angkat


ha haha hahaha


tawa nya menggelar ke seluruh ruangan setelah


mendengar kabar seperti yang Laura ingin kan, wajah yang tadi nya murung dengan tatapan kebencian terhadap wanita yang disebut oleh seseorang tersebut


hati nya begitu senang karena berhasil mencelakai nona Asmara


namun sepercikan detik dirinya kembali menangis , menangis karena telah putus hubungan dengan seseorang yang sangat Laura cintai


"jika aku tidak bisa memiliki mu maka wanita manapun juga tidak akan bisa bersanding dengan mu" tangan nya terkepal dengan ekspresi tak terbaca


di tempat lain


" ayo pa ayo Rey cepat " tangan nya sambil membuka pintu mobil

__ADS_1


"huhu kenapa ini bisa terjadi, huhu" ibu Elisa menangis sambil tangan nya menghapus air mata nya


"awas kau siapa aja yang mencoba mencelakai calon menantu ku " tangan nya meragakan meremat-remat seolah pelaku pembunuhan berada di depan nya dengan wajah Bu Elisa yang marah


"kau akan aku uleg-uleg " tangan nya meragakan seperti orang menguleg cabe namun setelah itu Bu Elisa mengelap ingus nya yang keluar


benar-benar tingkah yang membuat pak Edy geleng-geleng kepala


"ibu bisa tidak jangan berisik , aku sedang fokus menyetir ini" protes reyanza yang merasa terganggu dengan ocehan ibu nya yang tidak jelas


di rumah sakit


"ayo are" ibu meta menggandeng tangan area seraya berlari menyusuri koridor rumah sakit


langkah nya terhenti di depan resepsionis


" Asmara putri pradika" ucap area


"baik tunggu sebentar ya Bu" ucap ramah suster


" pasien atas nama Asmara putri pradika, masih berada di ruang UGD Bu , masih dalam penangan pertama, silakan ibu lurus aja , UGD kamar 03" seraya tangan nya menunjuk arah ruangan


area dan ibu meta langsung berlari dan menunggu dokter keluar dari dalam ruang tersebut


tidak lama kemudian setelah ibu meta dan area sampai , keluar pak Edy juga sampai

__ADS_1


"metaa" ucap Bu Elisa seraya memeluk Bu meta yang sedang terpukul atas kabar kecelakaan putri nya


di tempat lain setelah kabar berita di stasiun TV nona Asmara yang mengalami kecelakaan


para masyarakat di negara ini merasa sangat sedih begitu sangat di sayangkan


ada yang memaki-maki pelaku nya dengan seolah-olah pelaku nya ada di hadapan mereka


[semoga ada keajaiban]


[semoga nyawa Presdir Ter selamatkan]


[ pelaku durjanam semoga segera tertangkap ]


dan masih banyak lagi doa-doa baik untuk nona Asmara


di rumah sakit


pintu ruang UGD terbuka menampakkan seorang wanita berjas putih berkaca mata bening


Bu meta melangkah maju meraih tangan dokter wanita itu


" dokter putri saya baik-baik saja kan iya kan dokter!" bibir nya bergetar karena takut


sang dokter menatap ibu yang memegang tangan nya memandang penuh iba , ia begitu tau rasa nya di posisi ini

__ADS_1


"dia,,"


__ADS_2