Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
S2. Mandi bersama.


__ADS_3

Tepat pukul sembilan malam, Reyanza sampai rumah, ia memasuki kamar, berjalan menuju ranjang untuk melihat bidadari dunia miliknya yang seharian ini ia abaikan karena sibuk dengan pekerjaannya.


Reyanza menyibak selimut yang menutupi tubuh Nona Asmara, namun seketika matanya terkejut saat melihat Nona Asmara tidur masih menggunakan pakaian kerja lengkap, hanya melepas sepatunya, bahkan kaus kaki masih menempel di kakinya.


Hah, sayang ternyata kamu kelelahan, sampai tertidur belum melepas baju kerjamu, batin Reyanza seraya mengusap pelan puncak kepala Nona Asmara, mendekatkan wajahnya lalu mencium kening Nona Asmara.


Nona Asmara mengeliat perlahan membuka matanya, senyum manis Reyanza yang pertama menyambut ia bangun tidur.


"Kamu udah pulang, Sayang."


Hemm.


Reyanza duduk di samping Nona Asmara tidur, ia merasa gemas saat melihat istrinya kembali menarik selimut lalu memejamkan matanya lagi.


"Kamu belum mandi, aku tidak mau tidur denganmu, bila kamu tidak mandi."


Mendengar suara Suaminya yang mengatakan dirinya belum mandi, Nona Asmara reflek menyibak selimut, dan seketika menghela nafas panjang setelah menyadari belum mandi, bahkan belum melepas baju kerjanya.

__ADS_1


Nona Asmara meringis melihat Reyanza yang terkekeh ke arahnya.


"Aku mandi dulu," ucapnya setelah duduk di samping Reyanza, masih ada senyum-senyum malu-malu karena ketahuan belum mandi.


Di tatap Reyanza seintens itu Nona Asmara salting, masih dengan senyum-senyum yang di buat-buat. "Aku terlihat jelek ya." Menangkup wajahnya sendiri, bibirnya mayun ke depan matanya sedikit melebar.


Hahahaha.


Reyanza tertawa melihat wajahnya Nona Asmara yang terlihat sangat lucu, tangannya terulur mengusap rambut Nona Asmara. "Kamu selalu cantik bagiku."


Reyanza tersenyum yang dibalas juga dengan senyuman oleh Nona Asmara.


Reyanza melihat jam dinding yang sudah cukup malam, tiba-tiba bibirnya menyeringai entah apa yang sedang ia pikirkan.


Nona Asmara sudah mengguyur tubuhnya di bawah air shower, saat ini sedang menggosok tubuhnya dengan sabun.


klek.

__ADS_1


Suara pintu terbuka, Nona Asmara langsung terlonjak kaget, Reyanza masuk dan langsung memeluk Nona Asmara dari belakang.


Nona Asmara mencubit lengan Reyanza, saat merasakan pria itu menggigit bahunya, Reyanza hanya tergelak tawa. Bahkan saat ini Reyanza merasakan tubuh Nona Asmara menegang.


Mengecup-ngecup punggung Nona Asmara hingga leher jenjangnya, dan meninggalkan tanda merah.


"Sayang, aku mau mandi, pergilah nanti kamu basah," tolak Nona Asmara mengatakan faktanya.


"Mandi bersama." Bersamaan dengan dirinya berucap, Reyanza menghidupkan air shower, kini air membasahi tubuh keduanya.


Reyanza membalikkan tubuh Nona Asmara untuk menghadap ke arahnya, berawal saling memandang, sama-sama memberi hipnotis satu sama lain hingga daging tidak bertulang saling menempel, merasakan dan menikmati rasa.


Tangan kiri Reyanza memegang bahu Nona Asmara, tangan kanannya saling berpegangan dengan tangan Nona Asmara, lengan kanan Nona Asmara melingkar di pinggang Reyanza.


Air shower tetap terus mengalir membasahi tubuh keduanya, ciuman Reyanza beralih ke telinga lalu turun ke leher, setiap kecupannya meninggalkan bekas merah, kini beralih bermain di benda favoritnya.


Suara indah lolos dari bibir Nona Asmara, Reyanza semakin semangat melanjutkan kegiatannya.

__ADS_1


Kecupan demi kecupan Reyanza berikan, hingga lama-lama turun semakin turun, sekali lagi keduanya mengulang kegiatan panas yang terjadi di Maldives. Melakukannya di bawah air shower.


__ADS_2