Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
S2. Bahagia.


__ADS_3

Saat Nona Asmara merasa sakit di perutnya terus berlanjut, Reyanza langsung membawanya ke rumah sakit, bersama Ibu Elisa.


Sampai di rumah sakit, setelah memarkirkan mobilnya, Reyanza langsung menggendong Nona Asmara membawanya masuk ke dalam rumah sakit.


"Suster! Suster ..." teriaknya Reyanza. Ibu Elisa sudah menangis di belakang mengejar langkah kaki Reyanza.


Suster datang, Nona Asmara langsung di baringkan di atas brankar pasien dan langsung mendorongnya masuk ruang IGD.


Reyanza terus menggenggam tangan Nona Asmara untuk memberi kekuatan, sampai Nona Asmara harus masuk keruang IGD, Reyanza melepas pegangan tangannya.


Reyanza dan Ibu Elisa menunggu di depan ruang IGD dengan perasaan tidak menentu.


Tidak lama kemudian Ibu Meta datang, dan langsung memeluk Ibu Elisa dengan menangis.


Semua takut dengan keadaan Nona Asmara dan bayinya.


Cukup lama dokter di dalam ruang IGD, hingga ahirnya ke luar dan memberi kabar tentang Nona Asmara.


"Pasien harus segera dioperasi untuk menyelamatkan ibu dan bayinya."


Deg!


Reyanza merasa kakinya langsung terasa lemas seketika, Ibu Elisa dan Ibu Meta sudah menangis lagi dengan pilu.


Reyanza berusaha menguasai diri supaya tetap kuat, dan mengikuti langkah dokter dari belakang, untuk mendatangi surat penyataan operasi.

__ADS_1


Semoga kalian selamat, aku ingin melihat kalian berdua, ucap batin Reyanza dengan berlinang air mata.


Operasi Caesar untuk Nona Asmara akan dilakukan satu jam lagi, Reyanza berdiri di samping Nona Asmara, mengusap wajah Nona Asmara yang terlihat tampak pucat.


Reyanza mendekatkan wajahnya lalu mencium kening Nona Asmara dengan begitu dalam.


Benar-benar rasanya seperti mimpi, saat baru beberapa saat Nona Asmara tersenyum tertawa bersama ibunya, namun saat ini wanita itu terbaring tidak sadarkan diri di hadapannya.


Reyanza menjerit dalam hati, tidak sanggup melihat keadaan ini, rasa takut tentu saja menyerang jiwanya, karena kini ada dua nyawa sekaligus yang harus berjuang tetap hidup.


Setelah waktunya tiba, Suster datang untuk membawa Nona Asmara ke ruang operasi.


Reyanza ikut mengantar, berjalan di samping Nona Asmara yang berbaring di brankar pasien.


Reyanza dan Ibu Elisa serta Ibu Meta menunggu di luar, berdoa untuk keselamatan Nona Asmara dan bayinya.


Di dalam sana, para dokter sudah mulai bekerja, mengerjakan tugas masing-masing, waktu terus berputar, detik berganti menit, menit berganti jam.


Waktu Nona Asmara operasi sudah selesai, suara tangis bayi memenuhi seisi ruangan.


Setelah Nona Asmara di pindahkan ke ruang rawat, dan saat ini bayinya berada di bok bayi, saat ini tinggal menunggu Nona Asmara untuk sadarkan diri.


Bayi kecil dan imut kini berada di gendongan Reyanza, ternya Reyanza sudah bisa menggendong bayi.


Ibu Meta mengambil alih bayi itu, Reyanza kemudian duduk di sebelah ranjang pasien. "Sayang, bukalah matamu? lihat lah anak kita." Reyanza berkata dengan linang air mata, menggenggam tangan Nona Asmara.

__ADS_1


Seperti mendapat sebuah keajaiban, Nona Asmara perlahan membuka matanya, dan bersamaan itu terdengar bayinya menangis.


Nona Asmara berusaha membuat dirinya sadar, dan setelah merasa tenaganya terkumpul, ia menatap semua orang di ruangan ini, Ibunya menggendong bayi kecil, Reyanza tersenyum ke arahnya.


"Sayang, kamu sudah sadar." Reyanza menatap lekat mata Nona Asmara.


Nona Asmara tersenyum kecil, Ibu Meta mendekat lalu meletakkan bayi kecil di dada Nona Asmara.


Nona Asmara menatap berbinar, senyum bahagia tersungging di bibirnya. "Ini anakku," ucapnya lirih menangis haru, menciumi pipi bayinya penuh kasih.


"Bayi kita mau dikasih nama siapa?" Reyanza mengusap kepala Nona Asmara


Nona Asmara tampak berpikir. "Mengapa tidak kamu saja yang memberi nama?"


Reyanza berpikir sejenak, meminta pendapat Ibunya yang juga mengangguk ke arahnya bertanda setuju.


"Aleandro." Reyanza bicara dengan menatap wajah Putranya.


Ibu Elisa dan Ibu Meta berpelukan, hari ini benar-benar bahagia, Reyanza juga memeluk Nona Asmara dan Aleandro yang berada di gendongan Nona Asmara.


Kebahagian datang menyelimuti keluarga kecil Reyanza dan Nona Asmara. Keduanya bahagia selamanya.


.TAMAT.


Alhamdulilah karya Presdir Cantik milik CEO sudah sampai di penghujung, terimakasih yang sudah setia menemani author selama menulis karya ini 💖💖

__ADS_1


__ADS_2