
"Masalah itu gampang, Nona." Sekertaris Zaki menjawab dengan enteng.
Nona Asmara mengangguk kecil dan tidak bertanya lagi karena tidak ingin mencampuri urusan pribadi Sekertaris Zaki.
Nona Asmara mendekatkan makanan ke arahnya, setelah pelayan restoran barusan datang mengantar makanan pesanannya.
Kedua orang beda status itu menikmati hidangan makan siangnya dengan saling diam, hingga makanan di piring masing-masing kini tengah habis.
Nona Asmara mengambil tisu lalu mengusap bibirnya, namun tiba-tiba netra matanya menangkap handphonenya yang menyala lalu berdering.
Nona Asmara meraih handphonenya kini ia bisa melihat siapa yang tengah melakukan panggilan video call di siang hari.
Nona Asmara tersenyum geli saat membaca nama yang muncul di layar ponselnya, "Tampan my love."
Nona Asmara menggelengkan kepalanya seraya tertawa saat menduga siapa yang tengah mengganti nama tersebut di ponselnya yang pasti Reyanza.
Jemari cantiknya menggeser simbol warna hijau yang berada di ponselnya, dalam waktu bersamaan kini Nona Asmara bisa melihat pria di sebrang sana sedang berada di luar.
Alis tebal dan senyum manis itu menjadi pandangan pertama yang ia lihat.
Nona Asmara melihat Reyanza yang sedang menggeser kameranya ke beberapa arah, kini Nona Asmara bisa tahu bahwa laki-laki itu masih berada di depan perusahaan milik Reyanza.
__ADS_1
"Aku akan menjemputmu," suara Reyanza di sebrang sana.
"Ini masih siang, nanti sore saja."
"Apa aku tidak boleh berkunjung di perusahaan istriku sendiri."
Nona Asmara tertawa saat melihat bibir Reyanza manyun.
Nona Asmara akhirnya membiarkan Reyanza datang, sambungan video call itu masih berlanjut, kini Nona Asmara melihat Reyanza sedang berjalan ke arah mobilnya yang sudah di siapkan oleh petugas perusahaan.
Reyanza menyipitkan matanya saat sinar matahari menangkap wajahnya, Reyanza memakai kaca mata hitam dan membuat gerakan bibir mencium sebelum mengakhiri panggilan video call tersebut.
Nona Asmara tergelak tawa. Kini hidupnya penuh warna setelah bertemu dengan sosok Reyanza, pria lucu dengan segala keunikannya pikir Nona Asmara.
Reyanza menunjuk beberapa macam bunga yang cukup banyak, sudah seperti membeli untuk di jual kembali.
Bunga-bunga itu di masukan ke dalam bagasi mobil semua, Reyanza juga meminta untuk dirangkaikan bunga mawar merah yang indah.
Reyanza kembali melajukan mobilnya, mengendarai mobilnya dengan tenang membelah jalanan dengan sesekali menatap bunga mawar merah di sampingnya.
Hahaha.
__ADS_1
Reyanza tertawa saat membayangkan senyum manis Nona Asmara.
Ya, senyum manis yang sudah seperti obat versi Reyanza, yang intinya bila sudah melihat senyum manis Nona Asmara, rasa lelah yang ia miliki langsung sirna.
Hahaha.
Reyanza kembali tergelak tawa saat mengingat wajah malu-malu Nona Asmara.
Mungkin jika saat ini ada orang lain yang melihatnya, Reyanza sudah dianggap tidak waras.
Disepanjang mengendarai mobil Reyanza terus tertawa yang kadang-kadang juga tersenyum sendiri.
Tiba-tiba terdengar suara petir yang langsung membuat senyum di bibirnya hilang kini Reyanza berubah panik
Air hujan turun deras mengguyur jalanan kota, berkendara harus mulai berhati-hati karena jalanan licin.
Mobil Reyanza kini sudah memasuki area parkir Perusahaan Lion Group.
Reyanza ke luar mobilnya, lalu meminta bantuan orang-orang pegawai perusahaan untuk membawa keluar bunga-bunga yang berada di dalam bagasi mobil.
Reyanza meminta bunga-bunga itu di susun rapih didekat pintu masuk perusahaan, supaya nanti Nona Asmara bisa langsung melihat kejutan ala-ala Reyanza.
__ADS_1
Info dari receptionist bahwa Nona Asmara belum kembali dari meeting di luar.
Reyanza menunggu berdiri tidak jauh dari pintu masuk seraya membawa bunga mawar merah di genggaman tangannya.