Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
S2. Waktu yang di nantikan.


__ADS_3

Gedung Lion Group.


Semua orang di ruang rapat menundukkan kepalanya saat melihat Presdir Lion Group memasuki ruangan.


Baru mendengar suara langkah kakinya, sudah membuat tubuh terasa beku.


Sekertaris Zaki menarik kursi untuk Nona Asmara, setelah Nona Asmara duduk diikuti dirinya yang duduk juga.


Para petinggi perusahaan Lion Group hari ini kumpul semua, dari informasi yang Sekertaris Zaki sampaikan pada Nona Asmara, bahwa sudah jelas Lion Group sedang berada dalam masalah besar, namun masih belum habis pikir, baru sebentar ia tinggal, perusahaan sudah bermasalah.


"Aku tidak ingin mendengar kalimat basa-basi, silahkan tolong jelaskan mengapa ini bisa terjadi!"


Ucapan Nona Asmara terdengar tegas dan dingin, membuat semua orang di ruangan tersebut langsung menelan salivanya dengan susah payah.


Lebih baik mendapat pekerjaan lembur sampai malam, dari pada harus mendapati amarah Nona Asmara di ruang meeting, karena akan membuat Meeting lama selesai, sebab Nona Asmara akan bertanya hingga ke akar-akarnya bagaimana masalah itu terjadi, apa lagi ini masalah terbilang serius. Begitu pikir semua orang yang ada di ruangan.

__ADS_1


Bahkan tadi beberapa orang sebelum masuk ke ruangan, hingga minum kopi habis tiga gelas demi menjaga kewarasannya nanti saat berada di dalam ruang meeting.


Dan benar saja baru dimulai rasa-rasanya tidak punya keberanian untuk menjawab saat menghadapi langsung situasinya.


Seharusnya tadi menambah dua gelas kopi hingga total lima kopi, saat merasakan tiga gelas kopi gagal menjaga kewarasannya, pikir beberapa orang di ruangan tersebut.


Botol minuman di atas meja, terlihat bergetar seolah ikut merasakan hawa mencengkam.


Semua orang menunduk, hingga salah satu manajer mulai menjelaskan kronologinya.


Manajer tersebut menjelaskan dari cerita awal hingga cerita akhir, melirik sekilas Nona Asmara yang auranya masih seperti tadi, melirik lagi ke arah Sekertaris Zaki yang auranya sudah mengerikan, dasar tidak pecus bekerja, begitu arti tatapan yang manajer tangkap dari mata tajam Sekertaris Zaki.


Pembawaan bicaranya terdengar santai tetapi menusuk, membuat orang yang mau menjawab jadi ketakutan bila salah berucap.


Ahirnya manajer itu kembali yang menjelaskan, karena ingin cepat selesai urusan ini, bila lebih lama lagi tubuhnya akan menjadi beku pikir keluhnya.

__ADS_1


Berbicara dengan bibir bergetar, kepalanya menunduk dalam, yang pasti langsung mendapat wajah kecewa dari Nona Asmara yang mendengar informasi yang dirinya sampaikan.


Benar saja, seketika meeting langsung di bubarkan, Nona Asmara langsung ke luar cepat yang diikuti sekertaris Zaki.


Semua orang langsung rasanya ingin menangis seperti anak kecil, tidak bisa bayangkan bila bulan ini gaji tidak turun, setelah melihat amarah Nona Asmara yang pergi setelah mendengar salah satu ucapan manajer.


Nona Asmara dan Seketaris Zaki saat ini sudah berada di dalam mobil, menuju ke suatu tempat.


"Nona yakin akan ke sana?"


Hemm.


Sekertaris Zaki melanjutkan laju mobilnya, hingga tidak menunggu lama mobilnya masuk di area parkiran mobil depan gedung perusahaan yang juga menjulang tinggi.


Dengan segera Nona Asmara langsung masuk ke dalam, semua orang yang sudah mengenal bahwa yang datang Presdir Lion Group tidak berani untuk menghalangi, Nona Asmara dan Sekertaris Zaki langsung menuju lantai paling atas, di mana tempat CEO perusahaan ini berada.

__ADS_1


Bersamaan dengan CEO perusahaan ke luar ruangan, Nona Asmara ke luar lift, kini pandangan keduanya saling bertemu saling menatap dengan tatapan yang berbeda.


Bila Nona Asmara menatap tajam, sedang menahan amarahnya, tidak yang dilakukan CEO tersebut, ia tersenyum dan nampak bahagia dengan pertemuan ini, saat-saat yang sudah lama dinanti-nantikan.


__ADS_2