
Ahirnya Reyanza tidak bisa bohong lagi untuk pura-pura tidur, Reyanza membuka matanya, Nona Asmara yang melihat itu semua, langsung menghentikan sarapannya, meletakkan di meja lagi, lalu berjalan mendekati Reyanza.
"Rey, kamu sudah bangun? kamu butuh apa?" Nona Asmara menatap wajah Reyanza.
"Air."
"Air, tunggu sebentar." Dengan cepat Nona Asmara mengambilkan minum untuk Reyanza, di setiap gerakan Nona Asmara, Reyanza perhatikan.
Nona Asmara menyerahkan gelas pada Reyanza dan membantu Reyanza untuk minum.
Air isi gelas itu terminum habis, Nona Asmara mengambilnya lalu ia kembali letakkan di meja.
Nona Asmara kembali mendekati Reyanza dan tersenyum, Reyanza melihat kotak bekal makanan, yang tadi isinya sempat membuatnya ingin segera makan.
"Apa itu?" tanya pura-pura Reyanza yang tidak tahu.
Nona Asmara mengikuti arah mata Reyanza. "Itu sarapan buatkan Ibu untuk aku." Nona Asmara melihat Ibu Meta yang tersenyum ke arahnya.
"Oh."
Nona Asmara seperti ingat sesuatu, bahwa Reyanza sangat menyukai nasi goreng udang, Nona Asmara kembali menatap Reyanza. "Kamu mau sarapan, nasi gorengnya masih, aku ambilkan."
__ADS_1
Belum sempat Reyanza menjawab, Nona Asmara lebih dulu berjalan mengambil kotak bekal makanan itu.
"Bu, aku coba berikan ke Reyanza, sapa tahu dia mau." Nona Asmara menatap Ibu Meta.
Ibu Meta tersenyum. "Iya, Nak."
Nona Asmara kemudian berbalik badan, berjalan ke arah Reyanza, kini membawa bekal makanan.
Nona Asmara duduk di samping ranjang, lalu membuka kotak bekal makanan itu, Reyanza langsung menghirup dalam aroma wangi nasi goreng.
Nona Asmara mengambil satu sendok makan, lalu mulai menyuapi Reyanza, keduanya saling memandang, Nona Asmara tersenyum ke arah Reyanza, hatinya merasa bahagia karena Reyanza tidak menolak kehadirannya.
Ibu Meta yang melihat pemandangan romantis penuh cinta yang dilakukan putrinya dengan Reyanza, hatinya juga merasa bahagia, berharap Reyanza bisa segera mengingat semuanya, dan bisa segera kembali seperti dahulu.
Sarapan pagi telah selesai, Nona Asmara harus membersihkan diri, memakai baju yang tadi Ibu Meta bawa, saat ini Ibu Meta berada di luar ruangan bersama Ibu Elisa.
Di dalam ruangan, ada dokter dan suster yang lagi memeriksa keadaan Reyanza.
Nona Asmara datang, kini terlihat lebih segar setelah sehabis mandi, Nona Asmara duduk di samping Ibu Elisa, Ibu Elisa memeluk Nona Asmara dengan sayang.
Dokter ke luar, mereka bertiga langsung berdiri dan menanyakan keadaan Reyanza saat ini.
__ADS_1
Dokter mengatakan keadaan Reyanza hari ini cukup baik, dan mendengar pernyataan dari dokter, Nona Asmara dan yang lainnya merasa bahagia, kabar yang menggembirakan.
Kemudian Nona Asmara dan Ibu Meta, serta Ibu Elisa masuk ke dalam, Ibu Elisa berdiri di samping Reyanza dengan menggenggam tangan putranya itu.
"Sayang, ini Ibu," ucapnya dengan menangis.
Reyanza mengulurkan tangannya menghapus air mata Ibu Elisa.
"Nak." Ibu Elisa memeluk Reyanza dengan tubuhnya bergetar hebat karena menangis.
Setelah merasa lebih tenang, Ibu Elisa melerai pelukannya.
"Sayang, wanita cantik ini adalah istrimu, namanya Asmara."
Mendengar kalimat istri yang diucapkan oleh wanita yang mengaku ibunya barusan, seketika Reyanza menatap Nona Asmara.
Istri! batin Reyanza dengan sangat terkejut, Reyanza pikir hanya sebatas saudara, atau teman atau pacar gitu, tapi ternyata istri, dan semakin Reyanza mencoba mengingat, kepalanya semakin terasa sakit.
Ahhh!
"Rey, kamu kenapa!"
__ADS_1
Semua panik saat melihat Reyanza mengeluh kesakitan seraya memegangi kepalanya.