
satu tahun kemudian.
"semoga kau tenang Saras." nona Asmara mengisap pusara teman baiknya, yang meninggal satu tahun yang lalu, dan kini ia dan reyanza sedang berziarah di makam Saras.
"Saras kami pergi."
dan setelah itu nona Asmara dan reyanza pergi menuju hotel yang dimana acara resepsi pernikahannya di gelar di sana.
ya, keduanya kini akhirnya menikah setelah beberapa kali reyanza harus menerima penolakan, namun karena tidak menyerah dan terus berjuang untuk mendapatkan hati cinta pertamanya itu.
kini keduanya sudah berada di ruang pengantin yang harus di rias. di ruang pengantin yang berbeda reyanza juga sedang mempersiapkan diri.
kini nona yang biasa tampil natural tanpa make-up benar-benar disulap menjadi bidadari dunia, parasnya yang aslinya sudah cantik kini menjadi sangat cantik, benar-benar menakjubkan.
"pantas saja tuan reyanza tidak mau melepaskan nona." candaan salah satu pelayan yang sangat dekat dengan nona Asmara.
nona Asmara hanya tersenyum menyembunyikan wajahnya yang sudah bewarna merah.
"mari nona acara sudah mau di mulai."
jantung nona Asmara semakin terpompa cepat ia benar-benar merasa gugup.
"kakak ayo aku temani." area datang menghampiri.
kini nona Asmara di dampingi area dan temannya Winda untuk menuju tempat ijab Kabul.
di ujung sana nona Asmara melihat laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi status suaminya.
__ADS_1
Nona Asmara berjalan, dengan tatapan mengunci kearah reyanza.
sebuah hari yang tidak pernah terfikir olehku
bahkan membayangkan saja aku tidak pernah
kini aku telah merasakannya
pernikahan
satu kalimat yang terdengar indah
bagi wanita yang menginginkan
dan aku sangat berterimakasih
tidak jauh beda dengan pria tampan ini, reyanza terus memandangi wajah cantik calon istrinya di setiap langkah kaki nona Asmara. pandangannya mengunci seolah hanya ada nona Asmara di tempat itu.
Reyanza tersenyum, lalu mengulurkan tangannya kearah nona Asmara yang sudah berdiri tepat di hadapannya.
keduanya nampak saling melempar senyum, benar-benar kebahagiaannya terpancar dari keduanya.
"ibu bahagia, Nak." Ibu meta menghapus air mata haru.
dan setelah melaksanakan acara ijab kabul, kini selanjutnya melaksanakan acara pesta, masih di tempat dan gedung yang sama.
kini keduanya sudah berdiri di pelaminan yang sudah disiapkan, keduanya menyambut tamu undangan yang rata-rata dari kalangan pembisnis.
__ADS_1
"apa kau lelah?" reyanza membisikkan di telinga nona Asmara.
nona Asmara tersenyum, " em, tidak." menundukkan kepalanya.
acara pesta di gelar hingga malam, mengingat banyaknya tamu undangan hingga membuat acara pesta itu belum selesai hingga larut malam.
dan tepat pukul sebelas malam kedua pengantin itu baru meninggalkan tempat acara.
di kamar hotel.
nona Asmara tampak terlihat kesusahan untuk membuka gaun pengantinnya.
"sini aku bantu." reyanza mendekat.
reyanza tersenyum melihat punggung putih milik wanita yang kini sudah menjadi istrinya.
"mandilah lebih dulu."
nona Asmara langsung cepat menuju kamar mandi, terlalu lama dekat dengan pria yang saat ini sudah menjadi suaminya, benar-benar membuat jantungnya tidak normal.
"hah, dia sangat mengemaskan." reyanza tersenyum menatap nona Asmara yang berlari menuju kamar mandi.
reyanza duduk di tepi ranjang untuk menunggu nona Asmara, lalu bergantian yang mandi.
di dalam kamar mandi.
nona Asmara saat ini sudah selesai mandi, namun mau keluar ia merasa gugup bercampur malu, karena ini pertama kalinya ia berada satu kamar dengan seorang pria.
__ADS_1