
Melihat Nona Asmara dan Reyanza bermesraan, jiwa jomblo Dokter Yasmine meronta-ronta, meletakkan kedua tangannya di depan dada seraya bergeleng gemas.
"Sayang, Asmara kamu baik-baik saja, Nak." Ibu Elisa mendekati Nona Asmara, Reyanza sedikit menyingkir, memberi ruang untuk Ibunya.
Nona Asmara mengangguk kecil seraya tersenyum.
Sekertaris Zaki maju dua langkah, lalu menatap semua orang di depannya bergantian, Sekertaris Zaki kemudian mengatakan bahwa Nona Asmara saat ini sedang hamil, pesan dari Dokter yang tadi menangani Nona Asmara.
Semua orang terkejut, belum percaya apa yang sudah dikatakan oleh Sekretaris Zaki, Reyanza menatap Nona Asmara meminta penjelasan kebenaran, tetapi Nona Asmara menggelengkan kepala kecil karena belum tahu apa pun.
Demi memastikan, Reyanza meminta Dokter Yasmine untuk memeriksa Nona Asmara.
Mendapat perintah dari suami pemilik rumah sakit, Dokter Yasmine menurut, meski dalam hati ngedumel, mengapa tidak percaya aja sih, batinnya seraya mendekati ranjang pasien dan mulai melakukan pemeriksaan.
Setelah menunggu beberapa saat, Dokter Yasmine mengatakan benar bila Nona Asmara sedang hamil.
Mendengar itu Reyanza langsung menghambur memeluk Nona Asmara. "Sayang terimakasih," bisiknya di telinga Nona Asmara.
Ibu Elisa juga merasa bahagia, semu orang di ruangan tersebut bahagia.
Keadaan Nona Asmara yang tidak kenapa-napa, sore hari ini sudah bisa dibawa pulang.
__ADS_1
Sekarang sudah berada di dalam mobil, Ibu Elisa pulang menggunakan mobil sopirnya tadi.
Nona Asmara dan Reyanza duduk di kursi belakang sambil berpelukan.
Dalam perjalanan pulang, Reyanza bercerita bila ia sudah ingat semuanya, meski kecelakaan itu terjadi seperti mimpi, Reyanza bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersama Nona Asmara.
"Apa kemarin aku menyakitimu saat tidak mengingat siapa kamu?" Reyanza menatap lekat wajah Nona Asmara.
"Tidak, hanya saja kamu berubah dingin tidak sehangat biasanya." Nona Asmara tersenyum kecil.
"Maafkan aku yang penting sekarang aku sudah ingat semua." Reyanza mendekatkan kepalnya dengan kepala Nona Asmara, kini sama-sama melihat ke arah depan.
"Baik Bos," sarkas cepat Reyanza.
Yang langsung tertawa bersama. Hahaha!
Mobil sampai di rumah Ibu Elisa, untuk saat ini Reyanza masih ingin menginap di rumah Ibunya, Nona Asmara tidak masalah ia mengikut saja.
Baru turun dari mobil, sudah mendengar suara pekikan Reza, yang saat ini berdiri di ambang pintu masuk.
"Mommy ... Daddy!"
__ADS_1
Reza berlari mendekati Nona Asmara, Pengasuhnya sampai ikut berlari mengejar Reza takut jatuh.
Ternyata bocah kecil itu, larinya sudah lincah, kini sudah berdiri di depan Nona Asmara dan meminta gendong.
Berjalan masuk ke dalam rumah.
Pengasuh mengambil alih Reza karena untuk dimandikan.
Nona Asmara dan Reyanza menuju kamar untuk beristirahat.
Setelah tiba malam hari, Nona Asmara makan malam di dalam kamar, perhatian Reyanza yang berlebihan memaksa Nona Asmara untuk makan di dalam kamar.
Sementara Reza yang sudah selesai makan malam, menangis minta tidur bersama Nona Asmara, namun Ibu Elisa mencegah tidak mengijinkan.
Reza semakin menangis, Ibu Elisa terus membujuknya supaya mau diam. Dan lama-kelamaan Reza akhirnya lelah menangis kemudian tertidur.
Nona Asmara saat ini sudah tidur pulas di samping Reyanza, Reyanza tersenyum tangannya mengusap lembut rambut Nona Asmara.
mengeratkan pelukannya, hatinya merasa bahagia dengan kabar baik yang ia terima hari ini.
"Aku mencintaimu, mencintaimu, mencintaimu. Seribu kata mencintaimu sepertinya masih kurang untuk aku katakan padamu."
__ADS_1