Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
kemarahan Presdir


__ADS_3

pintu ruang presdir terbuka, menampak kan sosok wanita cantik yang aura nya di penuhi bara kemarahan , mata bulat itu tidak menampak kan aura cantik lagi


namun menampakkan aura tajam , siapapun yang menatap nya akan ketakutan


namun ke empat orang itu semua menunduk dengan tubuh gemetar terduduk di lantai


tidak berani menatap walau hanya mengangkat kepalanya sebentar


Meraka sudah tau betul seperti apa kemarahan Sanga Presdir sekarang


meski begitu dalam hati mereka berharap ada maaf setelah nanti mengatakan alasan nya


" katakan!" bentak nya


"kau kau kau dan kau , katakan alasan kalian !" ucap nya lagi dengan nada bicara yang tegas


dengan perasaan takut-takut beserta tubuh gemetar mereka berempat memberi alasan


kenapa sampai berani melakukan penggelapan uang tersebut , manipulasi barang murah menjadi harga mahal


" istri saya sakit nona," ucap pelaku A


" anak saya butuh biaya kuliah nona," ucap pelaku B


"saya ada hutang kepada rentenir nona," ucap pelaku C


" saya tidak ada alasan nona karna ingin dapet penghasilan lebih besar," ucap pelaku D


"cih"


suara decihan nona Asmara, dirinya benar-benar muak dengan alasan yang menurut nya alasan viral atau alsan yang selalu di gunakan oleh setiap orang yang berbuat salah


"zak," cuma mengucap nama nya aja seketaris Zaki sudah paham atas perintah nona nya


seketaris Zaki dan kedua pengawal melangkah maju menarik satu persatu pelaku orang tersebut lalu menghadiahi bogem mentah

__ADS_1


bug bug bug bug bug bug


mereka berempat kini tersungkur ke lantai


dengan bibir mereka mengeluarkan darah segar dan wajah sudah di penuhi blus on merah alias lebam


nona Asmara lalu berjongkok dan menarik kerah baju salah satu orang pelaku


" apa gaji di lion group kurang besar bagi kalian, tiga kali lipat dari gaji umum di perusahaan lain, apa kalian tidak berfikir , dimana akan mendapat gaji segitu ,huh !"


"ampun nona ampun ,"


" kenapa kau malah menjawab!" teriak seketaris Zaki


lalu "bug bug"


suara Dau kali pukulan itu , hingga darah yang ada di sudut bibir pelaku itu mengenai jas hitam milik nona Asmara


nona Asmara berdiri menghela nafas panjang


"zak, urus administrasi mereka, dan bawa mereka keluar, pastikan tidak akan ada perusahaan lain lagi yang akan menerima mereka !" ujar nya dengan tegas


"baik nona'


namun saat nona Asmara mau melangkah pergi , kaki nya langsung di cekal oleh satu pelaku tersebut


memohon bersimpuh di bawah kaki nya benar-benar menunjukan orang yang tidak berdaya


namun usaha nya tetap sia-sia karena keputusan presdir sudah mutlak


pintu ruang presdir di tutup dengan sangat kencang, menandakan pemilik nya benar-benar sangat marah


dan kejadian tentang pelaku yang melakukan penggelapan keuangan itu terdengar hingga keseluruh karyawan penghuni gedung utama lion group dan beberapa anak cabang


namun mereka tidak berani membicarakan walau hanya bisik-bisik cukup di ucapkan dalam hati

__ADS_1


bahkan isu-isu tentang kemarahan sang Presdir sudah membuat bulu kudu nya merinding padahal hanya mendengar tidak melihat secara langsung


tidak ikut merasakan tapi hanya membayangkan nasib nya saja sudah membuat lesu


karna sangat di sayang kan pikir mereka


karena bekerja di lion group mendapat fasilitas yang memadai


gaji terbilang besar , restoran khusus untuk para karyawan


karena Presdir tidak suka buang-buang waktu yang hanya keluar untuk mkan


apartemen untuk karyawan yang terdapat ribuan kamar di dalam nya, tanpa bayar


kendaraan sepeda motor untuk bagian pemasaran


dan masih banyak lagi hal-hal yang sangat di sayangkan.


.


.


.


.


☘️ ayo dukung author


beri


**like


vote


komen

__ADS_1


dan jangan lupa klik vavorit**


__ADS_2