
pintu ruang presdir terbuka, menampak kan sosok wanita cantik yang aura nya di penuhi bara kemarahan , mata bulat itu tidak menampak kan aura cantik lagi
namun menampakkan aura tajam , siapapun yang menatap nya akan ketakutan
namun ke empat orang itu semua menunduk dengan tubuh gemetar terduduk di lantai
tidak berani menatap walau hanya mengangkat kepalanya sebentar
Meraka sudah tau betul seperti apa kemarahan Sanga Presdir sekarang
meski begitu dalam hati mereka berharap ada maaf setelah nanti mengatakan alasan nya
" katakan!" bentak nya
"kau kau kau dan kau , katakan alasan kalian !" ucap nya lagi dengan nada bicara yang tegas
dengan perasaan takut-takut beserta tubuh gemetar mereka berempat memberi alasan
kenapa sampai berani melakukan penggelapan uang tersebut , manipulasi barang murah menjadi harga mahal
" istri saya sakit nona," ucap pelaku A
" anak saya butuh biaya kuliah nona," ucap pelaku B
"saya ada hutang kepada rentenir nona," ucap pelaku C
" saya tidak ada alasan nona karna ingin dapet penghasilan lebih besar," ucap pelaku D
"cih"
suara decihan nona Asmara, dirinya benar-benar muak dengan alasan yang menurut nya alasan viral atau alsan yang selalu di gunakan oleh setiap orang yang berbuat salah
"zak," cuma mengucap nama nya aja seketaris Zaki sudah paham atas perintah nona nya
seketaris Zaki dan kedua pengawal melangkah maju menarik satu persatu pelaku orang tersebut lalu menghadiahi bogem mentah
__ADS_1
bug bug bug bug bug bug
mereka berempat kini tersungkur ke lantai
dengan bibir mereka mengeluarkan darah segar dan wajah sudah di penuhi blus on merah alias lebam
nona Asmara lalu berjongkok dan menarik kerah baju salah satu orang pelaku
" apa gaji di lion group kurang besar bagi kalian, tiga kali lipat dari gaji umum di perusahaan lain, apa kalian tidak berfikir , dimana akan mendapat gaji segitu ,huh !"
"ampun nona ampun ,"
" kenapa kau malah menjawab!" teriak seketaris Zaki
lalu "bug bug"
suara Dau kali pukulan itu , hingga darah yang ada di sudut bibir pelaku itu mengenai jas hitam milik nona Asmara
nona Asmara berdiri menghela nafas panjang
"zak, urus administrasi mereka, dan bawa mereka keluar, pastikan tidak akan ada perusahaan lain lagi yang akan menerima mereka !" ujar nya dengan tegas
"baik nona'
namun saat nona Asmara mau melangkah pergi , kaki nya langsung di cekal oleh satu pelaku tersebut
memohon bersimpuh di bawah kaki nya benar-benar menunjukan orang yang tidak berdaya
namun usaha nya tetap sia-sia karena keputusan presdir sudah mutlak
pintu ruang presdir di tutup dengan sangat kencang, menandakan pemilik nya benar-benar sangat marah
dan kejadian tentang pelaku yang melakukan penggelapan keuangan itu terdengar hingga keseluruh karyawan penghuni gedung utama lion group dan beberapa anak cabang
namun mereka tidak berani membicarakan walau hanya bisik-bisik cukup di ucapkan dalam hati
__ADS_1
bahkan isu-isu tentang kemarahan sang Presdir sudah membuat bulu kudu nya merinding padahal hanya mendengar tidak melihat secara langsung
tidak ikut merasakan tapi hanya membayangkan nasib nya saja sudah membuat lesu
karna sangat di sayang kan pikir mereka
karena bekerja di lion group mendapat fasilitas yang memadai
gaji terbilang besar , restoran khusus untuk para karyawan
karena Presdir tidak suka buang-buang waktu yang hanya keluar untuk mkan
apartemen untuk karyawan yang terdapat ribuan kamar di dalam nya, tanpa bayar
kendaraan sepeda motor untuk bagian pemasaran
dan masih banyak lagi hal-hal yang sangat di sayangkan.
.
.
.
.
☘️ ayo dukung author
beri
**like
vote
komen
__ADS_1
dan jangan lupa klik vavorit**