Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
S2 . Malam pertama.


__ADS_3

Lingerie bewarna merah yang melekat di tubuh Nona Asmara yang berwarna putih, membuat wanita itu terlihat sangat cantik.


Reyanza duduk di tepi ranjang, ia tersenyum melihat wanitanya yang sedang berjalan ke arahnya disertai senyum malu-malu.


Nona Asmara berdiri tepat di hadapan Reyanza, ia langsung duduk di pangkuan Reyanza dengan melingkarkan tangannya di leher Reyanza.


Awalnya keduanya saling menatap, saling memuji kecantikan dan ketampanan satu sama lain, mata bulat berbulu lentik milik Nona Asmara, senyum bibirnya yang mempesona membuat Reyanza ingin sekali merasakan manis bibir itu.


Wajah keduanya perlahan semakin dekat, dekat dan makin dekat. Entah siapa yang lebih dulu memulai, kini lidah keduanya sudah saling menyesap dan membelit di dalam sana.


Aktifitas itu berlangsung cukup lama, hingga Nona Asmara merasakan kehabisan oksigen, Reyanza baru melepas ciumannya.


Ibu jari Reyanza mengusap bibir Nona Asmara yang basah seraya menempelkan keningnya dengan kening Nona Asmara.


Aroma mint nafas Reyanza menyapu wajah Nona Asmara, ia tersenyum dan memberanikan diri mengecup sekilas bibir nakal Suaminya.


"Apa tidak apa-apa aku melakukannya sekarang?" Tangan Reyanza mengusap lembut punggung Nona Asmara, yang memberikan rasa aneh.


"Lakukan, aku sudah siap." Nona Asmara tersenyum malu-malu.


"Janji jangan marah padaku bila nanti sedikit membuatmu terluka."

__ADS_1


Nona Asmara mengangguk kecil.


"Aku akan melakukannya dengan perlahan."


Setelah mengatakan hal tersebut Reyanza membawa tangan Nona Asmara untuk memeluk pinggangnya, Reyanza mencium bibir Nona Asmara menikmati rasa yang ada di dalam sana.


Tangan kanan Reyanza mengusap lembut punggung Nona Asmara, dan tangan kirinya mulai membuka kancing kemejanya.


Kecupan demi kecupan Reyanza berikan dari kening, pipi, dan berakhir di bibir merah Nona Asmara.


Ah ....


Tangan Nona Asmara tidak berhenti bergerak, yang kadang mengusap punggung Reyanza, kadang juga mengusap dada bidang Reyanza.


"Ah ... Sayang?"


Suara indah kembali Reyanza dengar, ia semakin semangat melanjutkan kegiatannya. Bibirnya mengecup memberi tanda kepemilikan di semua tempat tanpa ada yang ia tinggalkan.


Dan cukup satu kali tarikan, lingerie yang digunakan Nona Asmara lepas dari tubuhnya. Untuk menutup wajah malu-malu Nona Asmara, Reyanza langsung mencium bibir Nona Asmara dan mengajaknya untuk membalas.


Meski Reyanza merasakan permainan Nona Asmara masih kaku, tapi ia tidak putus asa untuk mengajarinya, perlahan Reyanza membawa tubuh Nona Asmara di tengah ranjang dan membaringkannya tanpa melepas ciumannya.

__ADS_1


Tangan Reyanza tidak berhenti bermain di tubuh Nona Asmara, dan saat ini sedang menemukan mainan baru di dada Nona Asmara.


Tangan Nona Asmara meremat seprei seraya memejamkan mata saat merasakan Reyanza menyesap di kedua buah milik nya, Nona Asmara sedikit membusungkan dadanya untuk memberi leluasa pada Reyanza.


Reyanza menyudahi permainan, ia menatap wajah Nona Asmara yang terlihat pasrah, tangan kirinya masih memainkan pucuk buah yang membuat wajah gelisah Nona Asmara yang ingin lebih dari itu.


Reyanza bangkit dari ranjang, ia melepas celananya dan kembali naik di atas tubuh Nona Asmara.


Reyanza membuka lebar paha Nona Asmara, dan dengan perlahan ia mulai menancapkan sesuatu di bawah sana.


Awalnya yang rumayan susah, namun setelah berkali-kali ia coba ahirnya miliknya masuk ke dalam milik Nona Asmara. Dalam waktu bersamaan Nona Asmara menjerit seraya menusukkan kuku panjangnya di punggung Reyanza.


Ah ....


Ah ....


Suara indah Nona Asmara seperti musik di telinga Reyanza, tidak ingin membuat Nona Asmara merasa kesakitan, Reyanza semakin mempercepat ritmenya, tangan satunya di atas perut Nona Asmara dan tangan satunya memegang paha Nona Asmara.


Reyanza beberapa kali menggerak-gerakkan di bawah sana dan seketika memejamkan mata saat merasakan titik puncaknya, Nona Asmara merasakan tekanan kaki Reyanza mulai mengendur dan merasakan milik Reyanza berdiam beberapa saat di dalam sana dengan sedikit menekan.


Reyanza berguling ke samping Nona Asmara dan memeluk tubuh polos wanitanya, akhirnya keduanya melewati malam yang indah itu bersama yang keduanya ciptakan di kota indah Maldives.

__ADS_1


__ADS_2