
Setelah kepergian Ibu mertuanya, Reyanza kembali ke kamarnya untuk menemui wanita cantik yang selalu membuat hatinya merindu.
Bruk.
Reyanza menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi telentang menatap langit-langit kamar tidur.
Ternyata saat ia hendak masuk ke kamarnya wanitanya sudah tidak ada di ranjang.
Selang beberapa menit Pintu kamar mandi terbuka menampakkan sosok cantik hanya berbalut handuk.
Aaaa, mengapa dia ada di dalam kamar, aku kan jadi malu, jeritan hati Nona Asmara.
Nona Asmara berbalik badan kini dia memunggungi ranjang yang di mana ada Reyanza di sana.
"Tolong keluar, aku mau ganti baju." Di balik wajahnya yang tersembunyi, pipinya sudah merah merona.
Reyanza terkekeh melihat tingkah Nona Asmara yang masih saja malu.
Hah, dia tidak tau aja padahal di saat ia tidur aku selalu ngintip hahaha maafkan aku yang mencuri-curi pandang. Batin Reyanza.
Reyanza keluar kamar dengan masih di selimuti tawa geli mengingat tingkahnya yang setiap malam yang diam-diam menjadi Anak bayi.
Hahahaha, tertawa dalam hati.
__ADS_1
Setelah terdengar suara pintu di tutup, Nona Asmara perlahan menengok ke belakang seraya mengusap-usap dadanya.
Huh, pagi-pagi sudah membuat aku senam jantung. Batin Nona Asmara.
Entah mengapa setiap kali berada di dekat Reyanza, Nona Asmara merasa detak jantungnya tidak normal.
"Aku harus periksakan jantungku," gumamnya seraya meraih pakaian untuk di gunakan.
Nona Asmara menenteng tinggi-tinggi saat menangkap warna setelah jas yang di pilihkan oleh Reyanza.
"Pink!" pekiknya seraya menelan salivanya.
Dengan sangat terpaksa Nona Asmara hari ini menggunakan setelan jas warna pink, sebenarnya warna jas itu semakin tampak manis bila membalut tubuh Nona Asmara sebagai wanita pemilik tubuh ideal.
Setelah selesai bersiap Nona Asmara turun ke bawah menuju meja makan, dan saat itu gantian Reyanza yang naik ke atas untuk mengganti pakaian kerja.
Tepat pukul sembilan pagi keduanya berangkat ke kantor.
Reyanza mengantar Nona Asmara lebih dulu setelah itu ia menuju perusahaannya sendiri.
Kini mobil yang di kendarai oleh Reyanza telah sampai di halaman gedung Lion group.
Setelah di pastikan mobil itu berhenti, Sekertaris Zaki dan beberapa pengawal pribadi tengah berdiri untuk menyambut kedatangan Presdir.
__ADS_1
Sekertaris Zaki membukakan pintu mobil untuk Nona Asmara lalu ia menunduk hormat saat Nona Asmara beranjak keluar dari dalam mobil.
Nona Asmara langsung berjalan masuk ke dalam Gedung Lion Group, namun sebelum itu ia sudah berpamitan dengan Reyanza saat masih di dalam mobil tadi.
Semua karyawan staf kantor memberikan hormat saat Nona Asmara berjalan melewati depannya tempat mereka bekerja, mengingat hari ini adalah hari pertama Nona Asmara masuk kantor setelah menyandang status sebagai Istri.
Semua karyawan tampak kembali serius bekerja setelah pemimpin Lion Group tengah masuk ke dalam lift.
Reyanza membawa mobilnya menuju perusahaannya
Kedua pasangan pengantin baru itu sama-sama di sibukkan dengan pekerjaan masing-masing di tempat yang berbeda.
Namun tidak mengurangi keromantisan yang diberikan Reyanza untuk wanita tercintanya.
Saat jam makan siang, setelah meeting di luar bersama klien, Nona Asmara tergelak tawa saat menerima pesan masuk kartun berpelukan dengan caption merindukan ayang.
Sekertaris Zaki menarik sudut bibirnya sedikit saat melihat Nona Asmara tertawa, sebuah tawa yang selama ini tidak pernah diperlihatkan.
"Semoga, Nona. Selalu bahagia."
Setelah membatin kalimat tersebut Sekertaris Zaki terkejut ketika tiba-tiba mendengar ucapan Nona Asmara.
"Zak, sekarang kau harus mencari pendamping hidupmu ... jangan khawatirkan aku lagi ... aku sudah bahagia." Nona Asmara meletakkan handphone seraya tersenyum ke arah Sekertaris Zaki.
__ADS_1
Tidak, Nona. sebelum saya pastikan, Nona. benar-benar bahagia. Batin Sekertaris Zaki.