PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 10 - Barangmu Aku Sita


__ADS_3

"Apa? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Naura begitu terkejut. Baru saja dia ingin menanyakan kejelasan ucapan kedua petugas keamanan itu, siapa tahu dia hanya salah dengar, tapi tiba-tiba saja kedua pria bertubuh besar tersebut malah langsung lari terbirit-birit meninggalkan kamarnya.


"Hai kalian! Kenapa kalian malah pergi?!" teriak Naura tapi kedua petugas keamanan itu tidak menggubris teriakannya sama sekali. "Lalu bagaimana dengan-? Ck." Naura langsung menghentikan ucapannya sendiri, kemudian berdecak kesal, karena sepertinya dia memang tidak salah dengar.


Sementara itu, Mahend tersenyum penuh kemenangan seraya bangkit dari tempat tidur kemudian berjalan mendekati Naura yang masih nampak terkejut dengan fakta yang baru wanita itu ketahui.


"Kenapa mereka berdua malah pergi, ya? Kenapa mereka tidak jadi menangkapku?" Mahend sengaja berkata seperti itu karena ingin menggoda Naura. Baru saja kedua tangannya hendak dia lingkarkan di perut wanita itu, tapi Naura malah menepis kedua tangan Mahend dengan cepat dan kasar.


"Jangan sentuh aku!" teriaknya. "Jangan mentang-mentang kamu adalah pemilik resort ini, kamu malah berpikir bahwa kamu bisa berbuat seenaknya padaku," ketus Naura.


Wanita itu sangat kesal, kenapa dunia ini begitu sempit. Niatnya terbang ke kota lain karena ingin pergi liburan dan menenangkan diri, sekaligus untuk menghindari pria iblis yang selalu mengganggunya itu, tapi entah bagaimana ceritanya mereka justru malah bertemu di sana. Sialnya, Naura ternyata menyewa kamar di resort milik Mahend.

__ADS_1


'Sebaiknya aku pergi saja dari sini sebelum laki-laki brengsyek ini kembali berbuat kurang ajar padaku. Aku tidak sudi dia kembali menyentuhku seperti malam itu.' Batin Naura.


Naura berjalan dengan cepat membuka lemari. Wanita itu mengeluarkan kopernya kemudian memasukkan kembali semua barang-barangnya ke dalam koper.


"Hey, apa yang kamu lakukan?" tanya Mahend sedikit panik. Pria itu berusaha untuk menghalangi Naura agar wanita itu tidak jadi pergi meninggalkan tempatnya.


"Minggir! Jangan halangi aku!" teriak Naura dengan marah, tapi bukan Mahendra Wijaya namanya kalau gampang menyerah begitu saja. Dia sudah capek-capek mengorbankan waktunya yang teramat berharga hanya untuk menyusul Naura ke sana, tidak mungkin dia membiarkan wanita itu pergi meninggalkan tempatnya begitu saja.


Disaat Mahend melihat Naura memasukkan dompet beserta beberapa barang penting ke dalam tas slempang milik wanita itu, seketika Mahend memiliki ide licik. Dengan gerakan cepat pria itu merebut tas slempang itu dari tangan Naura. Mustahil Naura bisa pergi tanpa uang, dompet, juga KTP. Dan Mahend yakin, semua barang-barang itu ada di dalam dompet wanita itu.


"Kembalikan itu! Itu milikku! Kembalikan!" teriak Naura seraya berusaha merebut tas slempangnya dari tangan Mahend.

__ADS_1


"Coba saja kalau bisa," balas Mahend. Kedua orang dewasa itu pun mulai main kucing-kucingan di dalam kamar. Naura kewalahan ketika ingin menangkap Mahend karena pria itu sangat gesit dan bisa dengan cepat menghindar saat Naura ingin menangkapnya.


Kesal dan lelah mengejar pria itu, Naura pun memutuskan untuk duduk dan beristirahat di pinggir tempat tidur. Jangan lupakan tatapan tajamnya yang sangat menakutkan seperti seekor predator yang siap menerkam mangsanya kapan pun dia memiliki kesempatan.


"Barangmu ini aku sita. Sampai jumpa nanti saat jam makan siang. Jangan lupa bersiap-siap, dan dandan yang cantik, Sayang." Mahend tersenyum seraya mengerlingkan sebelah matanya sebelum akhirnya pria itu berjalan keluar meninggalkan kamar Naura.


"Dasar pria brengsyek!"


Bruak!


Naura berteriak dengan penuh emosi sembari melemparkan sesuatu ke arah pintu. Untung saja Mahend dengan cepat menghindar dan menutup pintunya. Kalau tidak, mungkin sekarang kepalanya sudah benjol dan berdarah terkena benda keras yang terbuat dari kayu tersebut.

__ADS_1


B e r s a m b u n g...


__ADS_2