
Naura yang saat itu tengah mengantar minuman dan cemilan untuk tamunya pun jadi dibuat terkejut dengan ucapan Zean. Wanita itu menjadi heran, mengapa suaminya sampai tega menjebloskan Angel ke penjara.
Mahend yang sebenarnya ingin menyembunyikan permasalahan ini dari Naura pun seketika menjadi pusing karena ulah adik sepupunya itu. Bagaimana kalau nanti Naura marah padanya. Mahend jelas tidak ingin hal seperti itu sampai terjadi.
'Ck, semua ini gara-gara Zean. Kenapa dia pakai acara datang kesini segala?'
"Sayang, kenapa kamu yang mengantar minuman kemari, kenapa bukan bibi?" tanya Mahend mencoba mengalihkan topik pembicaraan. "Oh iya, apa kamu sudah mengecek Aresh? Siapa tahu dia sudah bangun dan menangis karena mencarimu," tambah Mahend lagi.
"Jangan mengalihkan topik pembicaraan, Bang." Naura mendongak menatap Mahend. Terlihat jelas bahwa suaminya itu ingin menyembunyikan sesuatu padanya. "Jelaskan padaku, kenapa Abang sampai tega menjebloskan mbak Angel ke penjara? Memangnya apa salahnya?"
Mendengar Naura seolah mendesaknya untuk menjawab, Mahend hanya bisa mendengus. Pria itu lantas menarik istrinya untuk duduk bersama di sofa setelah mengambil alih nampan yang dibawa oleh Naura kemudian meletakkannya di atas meja.
"Duduk dulu, Sayang. Kita bicara dulu, dan biar Abang jelaskan apa masalah sebenarnya," kata Mahend.
__ADS_1
Mahend lantas menjelaskan pada istrinya bahwa dia menjebloskan Angel ke penjara karena wanita licik itu adalah dalang dari video rekayasa yang membuat Naura salah paham padanya beberapa bulan lalu hingga Naura sampai pergi dari rumah dan menginap di hotel. Kemudian masih ada lagi kejahatan besar yang pernah dilakukan oleh Angel, yaitu mencuri berkas penting milik perusahaan Yuda.
"Dia memang pantas dijebloskan ke penjara," ucap Mahend di akhir penjelasannya.
"Astaga, kenapa mbak Angel sampai tega berbuat jahat seperti itu?" Naura sampai tidak menyangka. Setelah merebut suaminya, ternyata wanita itu juga ingin merusak rumah tangganya dengan Mahend. Soal Angel tidak mencintai Yuda dengan tulus, dia memang sudah mengira saat mantan suaminya itu bercerita kalau Angel pergi meninggalkan dirinya dan Aresh setelah tahu bahwa Yuda sudah tidak sekaya dulu lagi.
"Itu karena sejak dulu dia memang tidak mencintai Yuda dengan tulus, dia hanya ingin menguasai hartanya," tambah Mahend menjelaskan.
"Aku jadi kasihan pada Aresh, Bang," ucap Naura sedih.
"Bukan masalah itu, Bang. Yang aku khawatirkan, saat Aresh tumbuh besar nanti, dia menjadi sedih kalau sampai tahu seperti apa ibu kandungnya," ucapnya dengan sedih. Biar bagaimana pun, dia dan Mahend sudah menyayangi Aresh seperti anaknya sendiri.
"Jangan terlalu dipikirkan, Sayang. Ingat anak kita yang ada di dalam kandungan kamu saat ini, kamu tidak boleh banyak pikiran. Dan soal Aresh, aku yakin, kelak dia pasti bisa mengerti kenapa Daddy-nya menjebloskan ibu kandungnya ke dalam penjara. Dan bukankah masih ada Yuda yang bisa membantu kita menjelaskan padanya." Mahend berkata sambil merangkul dan mengusap lembut perut istrinya yang sudah mulai buncit.
__ADS_1
Mendengar penjelasan suaminya, Naura akhirnya bisa merasa lebih lega.
"Ekhm!" Zean yang sejak tadi diabaikan dan hanya disuguhkan tontonan kemesraan tuan dan nyonya rumah itu pun jadi berdehem. "Halo Kakak Ipar, apa Kakak Ipar tidak penasaran siapa aku setelah melihat wajahku yang begitu mirip dengan Bang Mahend?" tanya Zean kemudian. Dia begitu ingin berkenalan dengan wanita yang mampu mengembalikan rona kebahagiaan di wajah kakak sepupunya yang galak itu.
Naura tersenyum setelah menatap Mahend dan Zean secara bergantian. "Kalian berdua terlihat seperti saudara kembar, hanya saja suamiku terlihat lebih dewasa darimu," kata Nuara yang ramah pada Zean karena dia memang sudah tahu siapa Zean sebenarnya dari si Bibi, makanya dia bersikeras meminta dari asisten rumah tangganya untuk dirinya saja yang membawakan minuman itu untuk adik iparnya.
"Terlihat lebih dewasa atau terlihat lebih tua?" kata Zean lalu terbahak, dan tawa mengejeknya itu langsung terhenti saat Mahend menatapnya dengan tajam. "Kakak Ipar, lihat, suamimu itu sebenarnya sangat galak, lihat saja wajahnya. Mungkin selama ini dia belum pernah memperlihatkannya padamu, tapi ketahuilah, watak aslinya memang seperti itu," kata Zean lalu kembali tertawa.
"Diam kamu!" Tanpa sengaja Mahend membentak Zean di hadapan Naura saking kesalnya.
"Oh, ya? Apa benar seperti itu, Bang?" tanya Naura tidak menyangka. Barusan dia juga sempat melihat tatapan tajam suaminya pada Zean sebelum Mahend sempat mengubah ekspresinya .
"Ti-tidak, Sayang. Abang hanya, Abang hanya galak padanya saja. Tidak mungkin Abang akan galak padamu atau pun pada anak kita nanti," jelas Mahend sedikit gelagapan.
__ADS_1
Zean semakin tertawa melihat Mahend gelagapan di hadapan Naura. Akhirnya, kakak sepupunya itu benar-benar menemukan pawangnya, dan dia turut berbahagia akan hal itu.