
Angel seketika tertawa, membuat Mahend kembali mengerutkan kening.
"Mahend ... Mahend. Sebenarnya apa yang kamu pikirkan? Jangan bilang kamu sedang berpikir bahwa aku sedang mengajakmu berselingkuh," ucap wanita itu lalu kembali tertawa.
Mahend terdiam. Dia mencoba untuk mengamati ekspresi Angel. Apakah wanita ini sedang berpura-pura tertawa untuk memaksimalkan aktingnya.
"Lalu, hal penting apa sebenarnya yang kamu maksud?" tanya Mahend kemudian.
Angel lantas berjalan mendekat ke arah Mahend. "Aku punya berkas penting yang selama ini kamu cari-cari. Bukankah sekarang 50% saham perusahaan orang tua Yuda sudah jatuh ke tanganmu. Nyawa perusahaanmu sekarang ada di tanganku.
"Apa maksudmu?" tanya Mahend tidak mengerti.
__ADS_1
"Kalau kamu penasaran, sekarang ikut aku." Angel melenggang pergi begitu saja tanpa menunggu persetujuan dari Mahend.
Mahend terdiam sejenak sambil masih berdiri di tempat. Jangan-jangan berkas penting yang dimaksud oleh Angel adalah berkas penting milik perusahaan yang kata Yuda sempat hilang waktu itu. Jika kecurigaannya memang benar, berarti selama ini Angel adalah pelaku yang mencuri berkas penting milik perusahaan milik Yuda yang waktu itu masih berstatus sebagai suaminya Angel.
Jangan-jangan selama ini Angel mendekati Yuda hanya karena ingin menguasai perusahaan beserta seluruh harta pria itu, tapi karena Tuan Adiyaksa mendadak menjual perusahaannya pada Mahend jadi rencana jahatnya gagal total dan dia pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Yuda. Sekarang Mahend baru sadar, bahwa ternyata Angel adalah wanita yang sangat licik.
Mahend tersenyum smirk. "Sepertinya perempuan ular itu ingin bermain-main denganku. Hng, baiklah, akan aku ladeni."
"Aku tidak ingin buang-buang waktu, Angel, sekarang katakan, apa tujuanmu ingin mengajakku bertemu?" ucap Mahend to the point. Dia sebenarnya sangat waspada saat berada di dekat Angel, sampai-sampai menugaskan beberapa orang pengawal untuk mengawasi mereka dari kejauhan demi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti seseorang yang mengambil foto mereka secara diam-diam kemudian dikirim untuk menyulut perselisihan antara dirinya dan Naura.
Angel lantas mengeluarkan sebuah map kuning berisi berkas penting milik perusahaan yang ternyata sudah dia ambil diam-diam dari Yuda beberapa bulan lalu. Sementara Mahend yang melihat hal tersebut semakin sadar saja betapa liciknya wanita yang ada di hadapannya saat ini. Kecurigaan Mahend semakin besar pada Angel, bahwa mungkin saja dalang dari video rekayasa itu adalah wanita yang ada di hadapannya saat ini. Namun Mahend tidak ingin menuduh orang lain tanpa bukti. Baik itu Yuda mau pun Angel, atau bahkan orang lain, Mahend tidak akan pernah mengampuninya jika sudah terbukti bahwa orang itu adalah dalang dari pembuatan video rekayasa itu.
__ADS_1
"Jadi ternyata kamu yang sudah mencuri berkas itu dari suamimu sendiri," ucap Mahend sambil menatap Angel dengan tatapan yang sulit untuk diartikan oleh wanita itu. "Cih, sepertinya kecurigaanku benar, selama ini kamu mendekati Yuda sampai kalian berdua menikah dan bahkan sekarang sudah punya anak, tujuanmu hanyalah satu, yaitu menguasai seluruh aset perusahaan milik keluarga Adiyaksa. Sayangnya, Tuan Adiyaksa malah menjual sahamnya padaku sehingga membuat rencana licikmu itu gagal total. Begitu, 'kan?"
Bukannya membalas, Angel malah tersenyum miring sambil membuang muka. "Kalau sudah tahu jawabannya, untuk apa bertanya lagi?"
"Cih, betapa bodohnya Yuda pernah mencintai wanita licik sepertimu," ucap Mahend
Melihat Mahend menatapnya dengan remeh, Angel pun segera mengalihkan topik pembicaraan.
"Sepertinya itu tidak penting untuk kita bahas sekarang, tujuanku datang menemuimu hanya karena ingin menawarimu, berapa banyak uang yang bisa kamu keluarkan untuk mendapatkan berkas ini dariku?" tanya Angel ingin memastikan dan mencoba untuk tawar menawar dengan Mahend.
B e r s a m b u n g...
__ADS_1