
Naura sontak menatap Mahend dengan tajam. Bagaimana bisa suaminya itu mengajaknya untuk menonton video panas perselingkuhannya dengan wanita lain. Apa pria ini sudah gila? Meski pun Mahend berkata bahwa pria dalam video itu bukan dirinya, tapi tetap saja Naura tidak suka melihatnya karena wajah pria itu sama persis seperti suaminya. Semalam saja dia hanya menonton video itu selama beberapa detik saja sebelum akhirnya dia menjatuhkan ponselnya ke lantai karena rasanya dia tidak sanggup melihat suami yang dicintainya itu bermain dengan wanita lain.
Seolah mengerti apa yang dipikirkan oleh Nuara, Mahend pun kemudian berkata, "Tidak apa-apa, Sayang, ini hanya editan. Jangan fokus pada wajah pemerannya, tapi fokuslah pada hal lain."
Fokus pada hal lain? Bukankah itu sama saja dengan mengundang sesuatu? Ibarat mengundang percikan api pada tumpahan bensin, pasti akan sangat mudah tersulut. Apalagi sudah 4 hari ini mereka tidak ehm-ehm karena Mahend pergi ke luar kota, lalu disuruh untuk menonton adegan bersama. Naura tidak bisa menjamin semuanya akan aman pada akhirnya.
"Ekhm." Naura berdehem untuk mengurai rasa canggungnya sebelum akhirnya wanita itu ikut menonton video yang baru saja diputar oleh Mahend pada layar ponselnya.
"Lihat ini, Sayang. Pria yang ada di dalam video ini jelas-jelas bukan Abang, mana ada Abang punya tahi lalat di paha," jelas Mahend mencoba mengumpulkan bukti pembelaan untuk dirinya sendiri. "Kalau kamu tidak percaya, Abang bisa membuktikannya." Mahend berdiri dari duduknya kemudian membuka ritsleting celananya.
"Tunggu dulu, kamu mau apa?" tanya Naura.
__ADS_1
"Memberikan bukti padamu, Sayang, bahwa pria yang ada di dalam video itu benar-benar bukan Abang, meski pun wajah kami terlihat sama persis. Dan satu lagi," Mahend kemudian mempercepat durasi video itu. "Lihat ini. Orang ini juga memiliki tato di dekat siku kanannya, tapi kamu lihat 'kan kalau aku tidak ada tato."
Naura terdiam. Perasaan wanita itu akhirnya bisa lebih lega sekarang ketika Mahend memperlihatkan bukti-bukti kebenaran tentang video rekayasa tersebut. Wanita itu jelas sangat bersyukur karena video itu ternyata hanya editan. Sekarang Naura jadi sadar, bahwa pasti ada yang tidak senang dengan pernikahannya dengan Mahend, dan orang itu pasti ingin mengacaukan dan menghancurkan rumah tangga mereka. Naura jadi penasaran, siapa sebenarnya orang jahat itu. Apa jangan-jangan ... orang itu adalah Yuda, mengingat akhir-akhir ini Yuda seperti sengaja ingin mengambil kesempatan untuk mendekati dirinya, salah satunya menggunakan bayi Aresh.
"Ini, masih ada satu bukti lagi, Sayang," ucap Mahend.
"Cukup, Bang." Naura berkata dengan cepat. Sebenarnya wanita itu merasa sangat terganggu mendengar suara-suara yang dikeluarkan oleh si pemeran wanita. Ditambah lagi adegan-adegan yang disuguhkan di layar. "Aku sudah percaya kalau pria dalam video itu bukan Abang."
"Tidak, Bang. Seharusnya aku yang minta maaf. Semalam karena aku tidak sanggup melihat video itu lebih lanjut, aku jadi salah paham pada Abang. Harusnya aku menonton video itu sampai selesai, tapi aku malah emosi duluan."
Mahend mengurai pelukan mereka, kemudian menangkup wajah istri tercintanya. "Sejujurnya Abang sangat senang kalau kamu tidak sanggup melihat adegan itu, Sayang. Kenapa? Karena tandanya kamu cemburu, dan itu berarti, sekarang kamu juga sudah sangat mencintai, Abang." Mahend tersenyum kemudian mendaratkan kec upan lembut di bi bir istrinya. Awalnya cuma kec upan lembut, tapi lama-lama saling berbalas, hingga akhirnya berakhir di tempat semestinya, apalagi tadi memang sudah ada tonton yang memancing has rat keduanya.
__ADS_1
.
.
Setelah mengantar Naura kembali ke rumah, Mahend lantas lanjut berangkat ke kantor. Karena masalah video yang sempat membuat Naura salah paham dan marah padanya, Mahend jadi tahu harus menemui siapa pagi ini. Siapa lagi kalau bukan Yuda. Memang orang suruhannya belum bisa membuktikan bahwa yang mengirim video rekayasa itu pada Naura adalah Yuda, tapi yang membuat kecurigaan Mahend semakin kuat adalah, karena tadi dia sempat melihat mantan sahabatnya itu menemui istrinya. Dia sengaja tidak menghampiri dan melabrak Yuda karena ingin melihat seperti apa reaksi istrinya saat bertemu mantan suaminya itu, rupanya reaksi sang istri membuat Mahend tersenyum puas, terlihat jelas bahwa Naura sangat tidak suka dengan kehadiran Yuda.
Sesampainya di kantor, Mahend langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Yuda. Begitu melihat pria itu sedang berbicara dengan sekretarisnya, Mahend tanpa permisi langsung mencengkeram kerah kemeja pria itu hingga membuatnya berdiri dengan paksa dari duduknya.
"Hei! Apa-apaan ini?!" tanya Yuda, panik sekaligus terkejut.
B e r s a m b u n g...
__ADS_1