PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 50 - Hadiah Spesial


__ADS_3

"Baru kali ini aku melihat orang yang begitu tidak tahu malu seperti kamu, Hend," geram Yuda dengan penuh penekanan. Dia menahan diri untuk tidak melayangkan pukulan ke arah Mahend karena khawatir Mahend malah akan balik menghajarnya seperti sebelum-sebelumnya. Yuda tidak ingin lagi merasakan nikmatnya kepalan tinju mantan sahabatnya itu.


"Kamu yang tidak tahu diri, Yud. Bisa-bisanya kamu merekayasa video p***o dan memasang wajahku lalu mengirimnya pada istriku. Apa kamu lupa, aku bisa saja menghancurkanmu berkeping-keping jika aku mau." Kembali tersulut emosi, tangan Mahend kini sudah kembali mencengkram kerah kemeja Yuda, tapi dengan cepat Yuda menepis tangannya.


"Jaga ucapanmu, Hend! Jangan suka menuduh orang lain tanpa bukti, memangnya kamu punya bukti kalau aku yang melakukannya, hah?" balas Yuda tidak kalah emosi. Seolah dia tidak tahu menahu mengenai video rekayasa tersebut.


"Kalau bukan kamu yang melakukannya siapa lagi, hah? Mana ada maling yang mau mengaku. Aku yakin, kamu pasti iri dengan kebahagiaan kami dan ingin menghancurkan rumah tanggaku dengan Naura. Iya, 'kan? Buktinya kamu diam-diam menemui istriku di belakangku."


"Jangan sembarangan menuduh kalau tidak punya bukti, Hend!" teriak Yuda makin emosi, tapi perdebatan kedua pria itu seketika terhenti tatkala pintu ruangan Yuda diketuk dari luar.


Tok tok tok!


Tidak berselang lama setelah pintu ruangan Yuda di ketuk, muncul asisten Reni dari balik sana. "Pak, pimpinan perusahaan X sudah ada di bawah," ucapnya.


Kedua pria itu sama-sama mendengus kasar sambil saling menatap dengan sorot mata tajam. Tidak ada yang mau kalah.


"Urusan kita belum selesai, Yud. Awas saja kalau kamu masih berani mengganggu kedamaian rumah tanggaku dengan Naura. Aku tidak akan segan-segan menghancurkanmu," ancam Mahend tidak main-main. "Kalau sampai terbukti kamu yang melakukannya, siap-siap saja untuk tidur di kolong jembatan," ancamnya lagi sebelum pergi.


Yuda hanya bisa menelan salivanya mendengar ancaman Mahend. Dia tahu pria itu tidak pernah main-main dengan ucapannya. Dan sungguh, Mahend jelas bukanlah tandingannya dari segi apa pun.

__ADS_1


"Mahendra si alan!!!" teriak Yuda dengan penuh emosi ketika Mahend sudah keluar dari ruangannya. "Berani-beraninya dia mengancamku," kesalnya sambil menggebrak meja. Padahal dalam hati, dia sebenarnya sangat takut dengan ancaman Mahend.


.


.


Malam hari, Mahend kembali ke rumah lebih awal karena katanya Naura sudah menyiapkan makan malam spesial untuknya.


"My Love!" panggil Mahend begitu masuk ke dalam rumah. Berbeda dengan kemarin malam, malam ini kedatangannya langsung disambut dengan baik oleh istri tercintanya tersebut.


"Kamu cantik sekali malam ini, Sayang," ucap Mahend saat Naura tengah membukakan dasi kemudian jasnya.


"Sekarang saja, Sayang," jawab Mahend.


"Baiklah, ayo."


.


.

__ADS_1


Usai makan malam bersama, Naura pun mengambil kotak kado spesial yang sudah dia siapkan untuk Mahend sejak beberapa hari yang lalu.


"Bang, aku punya kado spesial buat Abang," ucap Naura sambil tersenyum menatap suaminya.


"Kado?" Mahend mengerutkan dahi heran, perasaan dia belum ulang tahun, kenapa tiba-tiba istrinya itu menyiapkan kado untuknya. Dan seketika Mahend juga teringat kalau dia juga sempat membeli hadiah untuk Naura sebelum kembali dari luar kota beberapa hari yang lalu. "Oh, Abang juga punya hadiah untukmu, Sayang. Tunggu sebentar."


Mahend beranjak dari tempat duduknya, kemudian mengambil kotak perhiasan berukuran kecil dari dalam tas kerjanya.


"Ini untukmu, Sayang. Cincin istimewa untuk orang yang paling istimewa di dalam hati Abang."


Naura tersenyum sembari menerima pemberian suaminya. "Wah, cincinnya cantik sekali, Bang. Terima kasih ya," ucap Naura memeluk Mahend sebentar. "Tapi aku yakin, hadiahku juga tidak kalau istimewanya dari hadiah Abang."


"Oh, ya? Apa itu, Sayang?" tanya Mahend penasaran sambil balas tersenyum.


"Bukalah," ucap Naura setelah memberikan kotak hadiah berukuran kecil itu pada Mahend.


Karena penasaran, Mahend pun segera membuka kotak hadiah tersebut. Setelah mendapati isinya, pria itu hanya bisa terperangah sambil menatap istrinya dengan tatapan bahagia bergantian dengan tespek garis dua yang ada di tangannya.


"Sa-Sayang, ini- kamu-" Mahend tidak tahu harus berkata apa. Yang jelas saat ini dia merasa sangat terharu dan bahagia sekali. Pria itu kemudian membawa istrinya ke dalam pelukan. Seketika rasa cinta dan sayangnya pada Naura bertambah berlipat-lipat kali dari sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2