PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 37 - Calon Istri


__ADS_3

Malam hari


Di sebuah gedung, Mahend menggandeng tangan Naura memasuki pesta yang terlihat sangat istimewa dan wah. Tidak heran, pemilik acara malam ini adalah salah seorang pengusaha yang paling terkenal di Jakarta, dan tentunya acara tersebut hanya bisa dihadiri oleh orang tertentu yang berasal dari kalangan atas.


Sementara itu, Naura yang terpaksa setuju menemani Mahend untuk menghadiri pesta tersebut hanya bisa berjalan sambil menundukkan pandangannya. Sebab, begitu mereka berdua masuk, keduanya langsung menjadi pusat perhatian para tamu lain. Bahkan ada di antara mereka yang saling berbisik-bisik sambil melihat ke arah mereka, entah apa yang mereka bisikkan.


"Angkat kepalamu, Sayang," bisik Mahend.


"Aku malu," balas Naura yang juga ikut berbisik sambil masih menunduk.


"Kamu tidak perlu malu, Sayang, harusnya kamu percaya diri. Kenapa? Karena posisimu sekarang ini yang menjadi pendampingku, banyak membuat perempuan lain iri. Mereka semua ingin berada di posisimu," jelas Mahend yang kemudian mendapatkan cubitan kecil di lengannya dari Naura.


"Kamu ini percaya diri tingkat akut."


"Daripada tidak percaya diri sama sekali," balas Mahend. "Sekarang angkat kepalamu, My Love, kalau tidak, aku akan menci um mu di depan semua orang," ancamnya kemudian, membuat Naura langsung mendongak menatapnya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Kamu ini menyebalkan sekali."


Mahend tersenyum. "Nah, begitu. Sekarang bersiaplah, aku akan memperkenalkanmu sebagai calon istriku pada para kenalanku."


Naura berdecak kesal, percuma saja dia menolak. Toh pria yang satu ini sangat pemaksa dan suka semaunya. Kalau pun Naura masih berusaha menolak, Mahend pasti masih punya cara lain untuk membuatnya tunduk.


Seperti yang dikatakan oleh Mahend tadi, pria itu kemudian memperkenalkan Naura sebagai calon istri di hadapan para kenalan dan kolega bisnisnya. Inilah yang menjadi nilai plus seorang Mahendra Wijaya, jika dia sudah berkata, maka dia tidak akan pernah main-main dengan ucapannya.


Awalnya Naura merasa agak malu dan canggung, apalagi ini pertama kalinya dia menghadiri acara seperti ini. Meski pun sebelumnya dia adalah istri konglomerat yang juga kaya raya, tapi sekali pun Yuda tidak pernah memintanya untuk menemani pria itu menghadiri acara penting dan resmi seperti ini. Barulah Naura merasakannya saat bersama dengan Mahend, pria yang dengan bangga mengakuinya di depan umum, hal itulah yang membuat Naura akhirnya merasa nyaman di tempat tersebut, ditambah lagi orang-orang juga tidak ada yang memandangnya rendah seperti yang dia pikirkan sebelumnya.


Setelah merasa cukup memperkenalkan Naura pada banyak orang, kini Mahend membawa Naura ke tempat yang agak sepi, dia ingin berdua saja dengan wanita itu.


Naura tersenyum. "Mm ... mungkin. Tapi ... aku sebenarnya sangat penasaran, aku ini wanita keberapa yang kamu ajak ke acara seperti ini?"


Mahend terdiam, seperti mencoba mengingat-ingat sesuatu. "Mm ... aku tidak ingat berapa tepatnya. Yang jelas, kamu satu-satunya wanita yang aku perkenalkan sebagai calon istriku."

__ADS_1


"Pasti banyak," ucap Naura kemudian mengerucutkan bibirnya.


Mahend terkekeh. "Kalau banyak sudah pasti, Sayang. Aku tidak bisa membohongimu soal yang satu itu. Kenapa, kamu cemburu ya, My Love?"


Naura membuang muka. "Siapa yang cemburu?"


Lain di mulut lain di hati. Meski pun bibirnya berkata tidak, tapi sebenarnya Naura merasa kesal sendiri membayangkan pria yang baru saja mengakuinya sebagai calon istri di hadapan banyak orang dulunya sangat dekat dengan banyak wanita, dan Naura sama sekali tidak bisa menyembunyikan kekesalannya di hadapan Mahend.


"Aku suka melihatmu cemburu, Sayang. Rasanya aku ingin membawamu pulang sekarang juga lalu memakanmu," bisiknya persis di dekat telinga Naura.


Naura langsung mencubit pinggang Mahend.


"Otakmu itu kenapa mesyum sekali sih?" kesal Naura membuat Mahend terkekeh.


Tanpa Mahend dan Naura sadari, seseorang ternyata sedang memperhatikan kemesraan mereka berdua sejak tadi. Tidak tahan melihat kedekatan keduanya, apalagi saat mengetahui dari tamu lain bahwa Mahend memperkenalkan wanita yang datang bersamanya itu sebagai calon istri, orang itu pun kemudian memutuskan untuk menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Ekhm!" Orang itu berdehem dengan cukup keras membuat Mahend dan Naura sontak menoleh ke arahnya.


B e r s a m b u n g...


__ADS_2