PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 27 - Menemui Angel


__ADS_3

Pagi ini Naura kembali datang ke perusahaan Yuda untuk menemui pria yang statusnya masih suaminya tersebut. Ini untuk yang kesekian kalinya Naura datang, dan dia berharap bisa bertemu dengan pria itu karena beberapa waktu lalu katanya Yuda tidak ada di kantor.


"Maaf, Nona, tapi pak Yuda sedang tidak ada di tempat," kata sekretaris Yuda.


"Kamu ini mencurigakan sekali, masa setiap kali aku datang ke sini bos kamu selalu tidak ada," kesal Naura yang mulai curiga. Pasalnya, dalam seminggu ini dia sudah setiap hari bolak-balik perusahaan Yuda, tapi tetap saja pria itu tidak bisa dia temui dengan berbagai alasan.


Sekretaris itu terdiam sambil menunduk menatap ujung sepatunya.


"Ya sudah, kalau bosmu tidak ada, bilang saja padanya kalau aku akan datang menemui istrinya di rumahnya," kata Naura sebelum akhirnya melenggang pergi masuk ke dalam lift kembali.


"Tapi Nona Naura-" Baru saja sekretaris Yuda ingin mencegahnya, tapi Naura sudah terlanjur pergi. "Aduh, bagaimana ini? Sepertinya aku harus segera melapor pada pak Yuda."


.


.


Mobil yang Naura tumpangi berhenti tepat di depan sebuah pintu gerbang tinggi nan megah berwarna putih.


"Ini benar alamatnya 'kan, Pak?" tanya Naura ingin memastikan.


"Iya, Non. Sesuai dengan alamat yang diberikan oleh pak Mahend kepada saya," jawab sopir tersebut.

__ADS_1


Yakin dirinya tidak salah alamat, Naura pun segera turun dari mobil. Di tatapnya rumah mewah bercat serba putih dari balik pagar, seketika terbit seringai tipis di sudut bibirnya. Dibandingkan rumah yang dibelikan Yuda untuknya saat mereka masih pengantin baru dulu, jelas rumahnya tidak ada apa-apanya. Dari luar saja rumah yang dihuni Yuda bersama istri keduanya itu sudah seperti istana saja, sedangkan rumah milik Naura dulu hanya rumah minimalis dua lantai.


Begini dia bilang tidak mau menceraikan aku? Perlakuannya terhadap kedua istrinya saja jelas berat sebelah, tidak bisa berlaku adil, masih saja sok-sok an mau punya istri dua. Gumam Naura kesal dalam hati.


Setelah Naura menemui satpam yang berjaga dan melapor bahwa dia adalah teman baik Angel dan Yuda, dan dia datang ke sana karena ingin menjenguk baby A yang merupakan sebutan untuk putra Yuda dan Angel, satpam pun segera mempersilahkan wanita itu untuk masuk bahkan sampai mengantarnya hingga ke depan pintu utama. Apalagi setelah melihat penampilan Naura yang tidak meragukan, dengan penampilannya yang lebih berkelas, siapa yang akan menganggapnya sebagai penipu. Ditambah lagi dia memang membawa hampers untuk baby A, jadi semakin meyakinkanlah bahwa dia memang datang ke sana karena ingin menjenguk bayi si tuan rumah.


Sepertinya aku harus mengucapkan beribu-beribu terima kasih pada Mahend karena sudah memberiku hadiah baju serta tas bermerk seperti ini. Gumam Naura sambil tersenyum dalam hati.


Tidak berselang lama setelah Naura berdiri di depan pintu, seorang wanita paruh baya mengenakan seragam ART datang membukakan pintu untuknya.


"Silahkan masuk, Nona. Nyonya Angel sekarang ada di kamar Baby A, lagi menyusui," ucap ART tersebut.


"Iya, Non. Mari silahkan ikut saya," ajak si Bibik.


Setelah melewati beberapa ruangan, akhirnya sampailah mereka di depan ruangan yang kata ART itu merupakan kamar khusus untuk bayi si tuan rumah.


"Silahkan duduk, Non."


Naura tersenyum. "Terima kasih banyak, Bik."


Begitu ART itu kembali melanjutkan pekerjaannya dan suasana di sekitar aman, tidak ada orang selain dirinya, Naura pun mengambil kesempatan itu untuk menyelinap masuk ke dalam kamar Baby A.

__ADS_1


Naura menarik napasnya dengan kasar saat melihat madunya sedang duduk di sebuah kursi besar yang empuk sambil menyusui bayinya. Posisinya menghadap ke arah jendela, sedikit membelakangi pintu masuk.


Naura kemudian berjalan pelan seraya meletakkan hampers bayi yang dia bawa di atas meja, bersama dengan hampers-hampers lain yang sepertinya diberikan oleh orang yang datang menjenguk baby A sebelum Naura.


"Sus, bisa minta tolong ambilkan tissu kering, A muntah lagi," ucap Angel. Sepertinya wanita itu salah sangka mengira bahwa babysitternya yang masuk ke dalam kamar, padahal itu Naura.


Tanpa berbicara sepatah kata pun, Naura pun meraih kotak tissu yang ada di atas meja kemudian memberikannya pada Angel. Angel juga mengambil beberapa lembar tissu tanpa menoleh.


"Sus, bisa minta tolong gendong A, saya mau mandi," ucap Angel seraya menyerahkan bayinya ke arah Naura, tapi Naura tidak berani menggendongnya.


"Maaf, tapi saya tidak tahu cara menggendong bayi," balas Naura.


Angel langsung mendongak. Mata wanita itu langsung membulat ketika melihat sosok yang berdiri di samping belakangnya. "Kamu?!"


B e r s a m b u n g...


...___________________________________________...


...Baca juga karya akak Otor yang udah tamat, 'Musuhku, Jodohku'...


__ADS_1


__ADS_2