
Angel tidak langsung menjawab pertanyaan Mahend, wanita itu malah memalingkan muka.
"Angel, jawab aku! Apa masalahmu sehingga kamu mau merusak kebahagiaan dan rumah tanggaku dengan Naura?!" tanya Mahend untuk yang kedua kalinya.
Angel yang tadinya takut pada Mahend, entah mendapat keberanian dari mana sehingga balas menatap pria itu dengan tajam.
"Siapa suruh kamu mengacaukan semua rencana yang sudah lama aku susun?" balasnya dengan sinis. "Bertahun-tahun aku menyusun rencana untuk merebut perusahaan dan seluruh harta kekayaan Yuda, tapi kenapa kamu malah tiba-tiba membeli hampir seluruh sahamnya dan mengacaukan semua rencanaku? Hah?!" Angel membentak di ujung kalimatnya dengan ekspresi geram. Mata perempuan itu seketika berkilat merah menahan amarah. Sekarang dia tidak peduli lagi jika Mahend ingin menyiksanya atau apa pun yang akan pria itu lakukan padanya. Baginya, setelah dirinya berada di tempat ini dan Mahend mengetahui kejahatan yang pernah dia lakukan untuk membalaskan dendamnya pada pria itu, sudah pasti pria tersebut akan membuat hidupnya hancur berantakan.
"Cih." Mendengar alasan Angel, Mahend seketika berdecih sambil tertawa mengejek. "Kalau mau kaya itu ya jangan hanya berpikir untuk merebut harta orang lain dengan cara yang licik, berpikirlah dengan cara yang cerdas, bagaimana cara menghasilkan uang yang banyak, jangan hanya bisa berangan-angan mengimpi-impikan kehidupan enak tapi tidak mau bekerja. Dan kalau pun seandainya kamu berhasil merebut seluruh harta kekayaan Yuda, aku yakin, semuanya pasti tidak akan bisa bertahan lama, karena kamu tidak tahu bagaimana cara mengelola dan mengembangkannya. Kita saja yang hampir 10 tahun menjadi pebisnis terkadang masih bisa melakukan kesalahan fatal yang membuat rugi, apalagi kamu yang hanya bermodalkan otak licik tanpa ilmu dasar bisnis sedikit pun."
Angel terdiam, tidak tahu lagi bagaimana cara membalas ucapan Mahend. Ucapan pria itu terlalu menohok seolah-olah mene*****nginya bulat-bulat untuk mempermalukannya.
__ADS_1
"Berterima kasihlah kepada Tuhan karena kamu terlahir sebagai seorang perempuan, karena kalau tidak, aku pasti akan langsung menghajarmu hingga babak belur." Mahend lantas berdiri dari posisinya, kemudian berbalik dan memberikan kode pada Jay dan Alden. Seperti rencana awal, dia akan menyerahkan Angel ke pihak yang berwajib, dan Mahend pastikan wanita licik itu akan mendekam lama di penjara, bukan hanya tentang kasus video rekayasa itu, melainkan juga tentang kasus pencurian berkas yang pernah Angel lakukan semasa dia masih menikah dengan Yuda dulu.
.
.
Beberapa saat kemudian, kediaman Naura dan Mahend.
Mahend mengerutkan kening. Tumben-tumbennya istrinya itu bertanya seperti itu saat dirinya baru sampai di rumah.
"Dari kantor lah, Sayang. Dari mana lagi? Kenapa?" balas Mahend.
__ADS_1
"Tadi aku telepon Abang beberapa kali, tapi tidak diangkat. Memangnya Abang ke mana?" tanya Naura sambil menepuk-nepuk pelan punggung Aresh agar tidak sampai terbangun.
"Oh, itu, tadi Abang sedang ada urusan sebentar, dan hp Abang ketinggalan di mobil. Ada apa? Apa Aresh rewel?" tanya Mahend.
Naura mengangguk. "Tadi Aresh sempat rewel karena mengantuk, tapi dia tidak mau tidur di boxnya sambil minum susu seperti biasa, maunya tidur sambil digendong."
Mahend tersenyum dipaksakan. Sepertinya Aresh memiliki kontak batin dengan ibu kandungnya. Sejahat dan seburuk apa pun perangai Angel, dia tetaplah wanita yang pernah mengandung dan melahirkan Aresh, hal itu tidak dapat diubah walau dunia jungkir balik sekali pun.
"Tidak apa-apa, Sayang. Kata orang, hal seperti itu memang biasa terjadi pada bayi."
..._________________________________________...
__ADS_1
...Sorry baru up𤧠Keenakan nyantai abis liburan tahun baruš¤§...