
2 Minggu kemudian
Hari ini adalah hari pernikahan Naura dan Mahend. Waktu itu setelah Naura setuju untuk menikah dengannya, Mahend langsung menetapkan tanggal pernikahan. Soal gedung, WO, pakaian pengantin, prewed, undangan, diam-diam Mahend memang sudah menyiapkan semuanya jauh-jauh hari tanpa sepengetahuan Naura.
Senyuman bahagia dan sumringah terus saja mengembang di wajah Mahend. Hari ini dia merasa bahwa dirinyalah pria paling beruntung di dunia ini karena sebentar lagi dia akan segera menikahi wanita idamannya dan menjadikan wanita itu miliknya seutuhnya.
Ayah, ibu, kalian berdua pasti juga bahagia bisa melihat anak kalian menikah dari atas surga sana. Batin Mahend sambil mengusap bingkai foto ibu dan ayahnya yang telah lama tiada.
Sama halnya dengan Naura, wanita itu juga nampak tak kalah bahagia dari calon suaminya. Pasalnya, dia akhirnya bisa menikah dengan pria yang sangat mencintainya dan tentu saja juga dia cintai, meski pun awalnya dia harus diancam terlebih dahulu sebelum akhirnya setuju untuk menikah dengan Mahend.
"Ibu dan Ayah harap, pernikahanmu dengan Mahend bisa langgeng, Nak, cukup satu kali kami gagal dalam berumah tangga," ucap sang ibunda sambil membelai lembut wajah putrinya yang sudah terlihat sangat cantik dengan gaun dan riasan pengantin.
Naura tersenyum dengan mata berkaca-kaca. "Terima kasih, Ibu, Ayah. Doakan Naura agar Naura bisa bahagia dengan pernikahan kedua Naura." Wanita itu pun kemudian memeluk kedua orang tuanya secara bergantian.
.
__ADS_1
.
Beberapa saat kemudian, pernikahan pun berjalan dengan sangat lancar tanpa adanya gangguan, hingga pada akhirnya Naura dan Mahend resmi menjadi sepasang suami istri. Karena Mahend adalah seorang pengusaha yang cukup berpengaruh, resepsi pernikahannya pun diselenggarakan cukup meriah dan sampai diliput oleh wartawan dan ditayangkan secara live di televisi.
Disaat Mahend dan Naura tengah berbahagia, seseorang di depan layar televisi sana malah mengambil tongkat baseball dan menghancurkan televisi yang besarnya hampir selebar daun pintu itu saat masih dalam keadaan menyala.
Plak!
Bruak!
Sadar ulahnya sudah membuat putra kesayangannya ketakutan, pria yang tidak lain adalah Yuda tersebut segera berlari menghampiri putranya.
"Sayang, maafkan Papa. Papa tidak sengaja membuatmu terkejut," ucap Yuda sambil menggendong putranya.
Saat ini Yuda membesarkan putranya seorang diri dibantu oleh seorang babysitter. Semenjak Angel tahu bahwa Yuda kehilangan 50% sahamnya dan Yuda tidak sekaya dulu lagi, wanita itu malah pergi meninggalkan suami dan bayinya. Sialnya, Yuda malah melimpahkan kesalahan kepada Mahend atas kejadian yang menimpanya sehingga dia jadi membenci pria yang dulunya adalah sahabat baiknya tersebut. Rasa bencinya terhadap Mahend semakin bertambah saat mengetahui bahwa ternyata selama ini Mahend lah yang sudah merebut Naura darinya.
__ADS_1
Seperti yang pernah dikatakan oleh Mahend sebelumnya, sebenarnya kata merebut itu tidak pantas diucapkan oleh Yuda, tapi mau bagaimana lagi, pria itu tidak sadar diri dan malah merasa demikian.
.
.
Malam hari.
Di dalam sebuah kamar hotel dengan pencahayaan temaram, sepasang pengantin baru tengah asyik bergelut menikmati indahnya malam pertama mereka. Sama-sama lama berpuasa membuat keduanya memutuskan untuk melakukan kegiatan panas mereka sampai pagi.
"Kamu kuat 'kan, Sayang, kalau kita melakukannya sampai pagi?" tanya Mahend ingin memastikan disela-sela permainan mereka.
"Siapa takut."
Mahend tersenyum. Semakin semangat saja dia memompa dia atas tubuh istrinya.
__ADS_1
B e r s a m b u n g...