PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 51 - Mengejar Sampai Ke Ujung Dunia Sekali Pun


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Semenjak tahu Naura hamil, Mahend jadi makin protektif terhadap istrinya itu. Dia bahkan membatasi aktifitas istrinya dan melarang istrinya itu pergi ke restoran. Katanya masih ada orang kepercayaannya yang bisa menggantikan Naura mengelola Delicious Resto, restoran peninggalan ibunya tersebut.


"Bang, aku bosan di rumah terus. Tidak bisakah aku keluar jalan-jalan ke mall atau ke restoran sebentar?" tanya Naura. Sudah hampir seminggu ini dia terus-terusan berada di rumah, dan tentu saja hal itu membuatnya boring.


Mahend berpikir sejenak. "Mm ... boleh, tapi dengan suatu syarat."


"Syarat apa itu, Bang?" tanya Naura penasaran. Entah mengapa setelah dirinya hamil, apa-apa selalu dibuat ribet oleh suaminya itu.


"Syaratnya adalah, kemana pun kamu ingin pergi, kamu harus selalu diantar oleh sopir dan dijaga oleh minimal dua orang bodyguard, dengan begitu Abang baru bisa tenang kalau kamu pergi ke luar, Sayang."


Naura tersenyum. "Baiklah, Bang. Tidak masalah."


Untungnya Naura tidak keras kepala dan banyak protes dengan kemauan Mahend, jadi tidak perlu lagi ada drama perdebatan antara suami istri tersebut di pagi hari. Naura yakin, Mahend melakukan semua itu hanya untuk memastikan dirinya tetap aman bersama calon buah hati mereka kemana pun dia pergi.

__ADS_1


"Abang senang kalau kamu penurut, Sayang," ucap Mahend lalu mendaratkan kec upan di kening istrinya.


Ponsel Mahend tiba-tiba saja berdering, panggilan dari orang suruhannya. Tanpa meninggalkan tempat, pria itu lantas menjawab panggilan tersebut.


"Halo."


"Halo, Tuan," jawab seorang pria di ujung telepon sana.


"Bagaimana, apa penyelidikanmu sudah ada kemajuan?" tanya Mahend.


"Ya, kamu benar sekali, Al, dia pasti hanya dibayar untuk melakukannya. Apa sekarang kamu sudah menemui pemuda itu?" tanya Mahend. Dia sudah tidak sabar ingin segera mengetahui siapa sebenarnya yang berniat mengacaukan rumah tangganya. Kalau memang terbukti itu adalah Yuda, sepertinya dia akan memberikan sedikit pelajaran untuk mantan suami istrinya tersebut.


"Masalahnya disini, Tuan. Saya sudah pernah mendatangi kost-an pemuda itu, tapi kata beberapa orang temannya beserta pemilik kost, pemuda itu sudah tidak tinggal di tempat tersebut sejak beberapa hari yang lalu. Bahkan informasi yang saya dapatkan setelahnya, pemuda itu sudah melakukan perjalanan ke Qatar sejam setelah video itu dikirim pada Nona Naura," jelas Alden.


Mahend mendengus kesal. "Sepertinya pemuda itu sengaja dikirim ke luar negeri untuk menghilangkan jejak."

__ADS_1


"Pendapat saya pun juga demikian, Tuan."


"Baiklah, Al, kalau begitu kamu pesan tiket ke Qatar sekarang juga."


"Sa-saya, Tuan? Ke Qatar?" tanya Alden masih belum percaya.


"Iya, siapa lagi? Kamu sudah mau berhenti menyelidiki masalah ini hanya gara-gara orang itu kabur ke luar negeri?" tanya Mahend. Nada bicaranya membuat nyali Alden seketika menciut.


"Ti- tentu saja tidak, Tuan," jawab Alden cepat. "Baiklah, Tuan. Saya akan mengejar pemuda itu kemana pun dia pergi, bahkan sampai ke ujung dunia sekali pun."


Mahend tersenyum. "Bagus. Itu baru Alden yang aku kenal selama ini."


'Siapa pun pelakunya, aku tidak pernah melepaskan dan memberinya ampun.' Batin Mahend setelah sambungan teleponnya terputus dengan orang kepercayaannya tersebut.


B e r s a m b u n g...

__ADS_1


__ADS_2