
Naura berlari masuk ke dalam rumah ketika Mehend melepaskan tautan bi bir mereka. Dengan cepat wanita itu mengunci pintu dari dalam agar pria itu tidak bisa menyusulnya masuk.
Sementara Mahend sendiri, pria itu malah tersenyum lebar setelah mendapatkan sesuatu yang membuatnya bersemangat hari ini. Ditambah lagi kotak bekal milik Naura yang wanita itu tinggalkan di dalam mobilnya karena terburu-buru keluar dari mobil setelah dirinya melepas ci um an mereka.
Sebelum melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Naura, terlebih dahulu Mahend mengirim pesan singkat pada Naura.
'Terima kasih untuk menu makan siang plus plus nya hari ini, Sayang. Nanti malam aku akan kembali lagi. Persiapkan dirimu untuk sesuatu yang lebih luar biasa.' Isi pesan Mahend.
Membaca pesan yang dikirim oleh Mahend, rasanya Naura ingin gila saja karena ulah pria mesyum itu.
"Sebaiknya malam ini aku bermalam di luar saja, karena sepertinya pria brengsyek itu ingin melakukan hal tidak lagi senonoh padaku," putus Naura kemudian. Dia tidak mau Mahend kembali mengulang kesalahan mereka malam itu. Bukan apanya, takut ketagihan sendiri dengan permainan sahabat suaminya itu. Apalagi dia ini seorang wanita bersuami yang tergolong kesepian akut, hanya transferan mingguan dari sang suami saja yang membedakannya dari seorang janda.
.
.
__ADS_1
Sore menjelang, pesawat yang ditumpangi oleh Naura akhirnya mendarat di sebuah kota kecil. Tadi siang setelah dia pikir-pikir, dia akhirnya memutuskan untuk pergi liburan ketimbang menginap di luar. Selain untuk menghindari Mahend yang selama ini selalu menerornya seperti hantu penasaran yang bergentayangan, dia juga akhirnya bisa menggunakan uang pemberian suaminya untuk menghibur dan membahagiakan diri sendiri.
"Ah, akhirnya aku bisa hidup tenang tanpa gangguan."
Di dalam sebuah kamar resort Naura merebahkan bahunya yang terasa pegal akibat perjalanan dadakan yang dia lakukan tanpa adanya persiapan. Tempat ini yang sejak dulu ingin sekali dia kunjungi bersama Yuda, namun hingga detik ini belum juga kesampaian. Sepertinya Yuda lebih memprioritaskan wanita lain ketimbang dirinya. Tak mengapalah. Jika Yuda tidak mampu membuatnya bahagia, setidaknya dia harus berusaha untuk membahagiakan diri sendiri menggunakan uang pemberian pria itu yang selama ini sudah menumpuk di dalam rekening tabungannya sejak 3 tahun terakhir.
.
.
Naura terbangun ketika mendengar ponselnya berdering, rupanya panggilan dari Mahend.
Naura tersenyum tipis seraya me-reject panggilan pria itu, kemudian mengetikkan sebuah pesan untuk membalasnya.
'Jangan mencariku. Sekarang aku tidak sedang berada di rumah. Kalau kamu mau masuk, kunci rumahku ada di bawah pot bunga krisan berwarna ungu, jadi kamu tidak perlu lagi mengancamku menggunakan video itu kalau aku tidak bisa membukakan pintu untukmu.'
__ADS_1
Setelah mengirim pesan itu, Naura langsung me-non-aktifkan ponselnya. Dia tidak ingin siapa pun mengganggu liburannya.
Sementara itu, Mahend sendiri hanya menatap pesan Naura dengan tatapan tidak percaya.
"Berani-beraninya dia mencoba menghindar dan kabur dariku," gumam Mahend.
Untuk memastikan Naura benar-benar tidak ada di rumah, Mahend pun mencari kunci rumah di bawah pot sesuai petunjuk wanita itu. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Mahend lantas masuk ke dalam rumah tersebut. Di atas meja makan Mahend menemukan sebuah catatan yang membuat hatinya kesal sekaligus ingin tertawa.
'Kalau kamu mau makan, masak sendiri😝'
Tidak lupa Naura menambahkan emoticon dengan lidah terjulur sebagai tanda bahwa dia mengejek pria itu.
Mahend mengulum senyum. "Awas saja nanti kalau berhasil ketemu."
B e r s a m b u n g...
__ADS_1