PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 61 - Jelaskan Padaku, Zean


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, tepatnya di pelataran Bandara SH. Dua orang pria dengan penampilan berbeda tengah menunggu mobil jemputannya datang.


"Kamu ingin membawaku ke mana?" tanya pria tampan yang terlihat sangat rapi dengan blazer berwarna burgundy tersebut. Jika dilihat sekilas, wajahnya memang terlihat mirip dengan Mahend. Ya, tidak salah lagi, dia adalah Zean, adik sepupu Mahend yang saat ini sedang bersama Jay.


"Tuan Mahend meminta saya untuk membawa Anda ke apartemen Alden, Tuan," jawab Jay.


Zean mengerutkan keningnya. "Apartemen Alden? Untuk apa kamu membawaku ke apartemen pria menyebalkan itu? Apa sekarang bosmu sudah bangkrut sehingga menyewa kamar hotel untukku saja sudah tidak mampu?" protes Zean. Karena sesuatu hal di masa lalu, Zean jadi tidak menyukai Alden.


"Ini perintah dari tuan Mahend, Tuan," jelas Jay.


"Aku tidak peduli! Pokoknya aku ingin menginap di hotel paling bagus dan paling mewah di kota ini. Titik!" tegas Zean tidak mau dibantah, kemudian masuk ke dalam mobil yang datang menjemput mereka.


"Tapi, Tuan--" Ucapan Jay seketika terhenti ketika melihat Zean menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Kamu mau membawaku ke hotel atau aku akan menyusahkanmu? Pilih mana?" ancam Zean.


Jay berdecak kesal kemudian ikut masuk ke dalam mobil. Daripada laki-laki itu membuatnya kerepotan, lebih baik dia turuti saja permintaannya, toh si bos juga punya banyak cuan.


.


.


Siang hari, Zean menyuruh Jay untuk mengatakan pada Mahend agar menemuinya di restoran yang ada di hotel tempatnya akan menginap, tidak berselang lama setelah Jay memberitu keberadaan Zean pada Mahend, Mahend pun akhirnya datang ke sana.


"Tuan Zean menunggu Anda di lantai 10, Tuan. Mari silahkan ikut saya," jawab Jay.


Berselang beberapa menit kemudian, Mahend akhirnya sampai di lantai 10 tempat dimana Zean menunggunya. Di sudut restoran sana terlihat seorang pria yang sangat mirip dengannya tengah duduk santai sambil melihat ke arah luar dinding kaca. ya, tentu saja dia adalah Zean.

__ADS_1


Mahend mendengus kasar sebelum menghampiri adik sepupunya itu bersama Jay.


"Silahkan duduk, Tuan," ucap Jay sembari menarik kursi untuk diduduki Mahend. Sementara Zean yang melihat kedatangan Mahend mulai mengembangkan senyuman kemudian berdiri dari duduknya.


"Apa kabar, Bang?" tanya Zean kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Mahend, tapi Mahend malah mengabaikannya.


Melihat Mahend mengacuhkannya, Zean lantas menarik tangan sambil tersenyum miring kemudian duduk kembali di kursinya.


Tidak berselang lama setelah ketiga pria itu duduk, seorang pelayan akhirnya datang menghampiri mereka. Barulah mereka mulai berbicara setelah selesai memesan kopi.


"Sebenarnya ada apa gerangan sehingga Bang Mahend tiba-tiba ingin bertemu denganku? Kalau dihitung-hitung sudah 5 tahun kita tidak pernah bertemu dan tidak pernah saling berkomunikasi," tanya Zean. Pria itu menatap lekat kakak sepupunya dengan tatapan entah. Ada makna tersembunyi di balik tatapan pria yang lebih muda 3 tahun dibawah Mahend tersebut.


Sebelum menjawab, Mahend juga balas menatap Zean. "Kamu tahu, Zean, aku paling tidak suka berbasa-basi." Mahend lantas mengeluarkan ponselnya kemudian menunjukkan video itu pada Zean. "Jelaskan padaku, apa maksud di balik video rekayasa ini?"

__ADS_1


B e r s a m b u n g...


__ADS_2