PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 44 - Mahend Berkhianat?


__ADS_3

Malam tiba, Naura sudah menyiapkan makan malam spesial untuk sang suami. Wanita itu memasak semua makanan kesukaan suaminya. Sementara tespek garis 2 miliknya sudah dia masukkan ke dalam kotak kado berukuran kecil sebagai hadiah spesial untuk Mahend juga sudah dia siapkan, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memberikan hadiah itu pada sang suami.


Kini Naura sudah tampil cantik dengan gaun berwarna merah yang dia kenakan. Tidak lupa pula dia memoleskan make up flawless untuk membuat suaminya makin terpesona melihat kecantikannya.


"Abang sudah dimana searang?" tanya Naura sudah tidak sabar saat kembali menghubungi suaminya melalui panggilan telepon.


"Abang sudah di jalan, Sayang. 15 Menit lagi Abang akan sampai di rumah. Sabar, ya? Kamu sudah sangat merindukan Abang, ya?" kata Mahend sambil tersenyum.


Naura juga tersenyum. "Lebih dari sekedar sangat."


Setelah sambungan telepon mereka terputus, Naura kembali merapikan penampilannya di cermin.


Ting. Sebuah pesan video dari nomor yang tidak dikenal tiba-tiba saja masuk di ponsel Naura. Setelah Nuara periksa, mata wanita itu seketika terasa panas dan berkaca-kaca saat melihat sebuah video yang baru saja dia terima terputar di layar ponselnya.


Tak!


Ponsel yang ada di dalam genggaman tangan Naura terjatuh, bersamaan dengan itu tubuhnya juga ikut luruh dan terduduk dengan lemas di lantai. Naura tidak menyangka, sudah dua kali dia menikah, dua kali pula dia menyerahkan hatinya kepada pria yang salah.

__ADS_1


Air mata Naura mengalir dengan deras ketika melihat video syur suaminya dengan seorang wanita yang sangat dia kenal. Dia sungguh tidak menyangka bahwa ternyata Mahend diam-diam telah bermain api di belakangnya bersama Angel.


"Kenapa Bang? Kenapa Abang tega melakukan ini padaku, hah? Kenapaaa?!" teriak Naura sembari meratapi nasibnya yang menyedihkan. Dua kali dia menikah, kedua suaminya malah kepincut oleh wanita yang sama.


Tadinya dia berpikir bahwa Mahend sudah berubah, tidak brengsyek lagi seperti dulu yang suka bergonta-ganti teman ran jang, ternyata dia salah, Mahend ternyata tidak puas dengan dirinya seorang. Rupanya Naura sudah terkecoh dengan semua perlakuan manis dan sikap romantis pria itu.


.


.


Mahend tersenyum sumringah seraya keluar dari mobil. Pria itu mengambil kotak perhiasan dari dalam saku jasnya, menatapnya sebentar, kemudian menyimpannya kembali di tempat semula.


"Sayang! Abang pulang!" teriak Mahend begitu sudah memasuki rumah. Tapi anehnya, Naura tidak menyambut kedatangannya seperti biasa. Padahal, Naura katanya sudah sangat merindukan dirinya.


"Sayang! My Love! Kamu di mana?! Abang sudah pulang!" teriak Mahend lagi tapi Naura tidak kunjung muncul.


Begitu hendak menaiki tangga, senyuman di bibir pria itu langsung mengembang ketika melihat beberapa lilin yang belum dinyalakan beserta beberapa piring makanan sudah tersaji di atas meja makan. Rupanya, istrinya itu diam-diam sudah menyiapkan makan malam romantis untuk menyambut kedatangannya.

__ADS_1


Mahend lalu berlari menaiki tangga, dia pikir Naura mungkin ada di kamar dan tidak mendengar teriakannya.


Mahend berjalan mengendap-ngendap menuju pintu kamar mereka. Sebelum masuk ke dalam kamar, Mahend terlebih dahulu mengintip dari balik pintu. Senyuman lebar langsung tersungging di bibirnya ketika melihat punggung istrinya dari balik pintu tersebut.


"Sayang ..." ucap Mahend sembari masuk ke dalam kamar kemudian meletakkan tas kantor beserta jasnya di atas meja sofa. Kening pria itu langsung mengkerut ketika melihat punggung istrinya bergetar disertai suara isakan tangis.


"Sayang, kamu menangis? Ada apa, hm?" tanya Mahend seraya menghampiri Naura dengan perasaan khawatir. Perasaan beberapa belas menit yang lalu saat istrinya itu menelponnya semuanya baik-baik saja, lalu kenapa sekarang tiba-tiba menangis, pikir Mahend.


"Jangan sentuh aku!" teriak Naura dengan marah saat tangan Mahend berusaha merangkulnya.


"Sa-Sayang, ada apa? Kenapa kamu marah sama Abang? Apa Abang punya salah?" tanya Mahend kebingungan. Tapi dilihat dari reaksi Naura, sepertinya istrinya itu sedang marah padanya.


"Lihat ini!"


Tap! Naura melempar ponselnya hingga mendarat dengan kasar tepat di dada Mahend, untungnya pria itu dengan sigap menangkapnya sehingga ponsel Naura tidak sampai jatuh ke lantai.


"Lihat itu! Lihat! Bisa-bisanya selama ini aku mempercayai pria menjijikkan seperti kamu!" teriak Naura dengan penuh amarah di sela-sela tangisnya.

__ADS_1


Mata Mahend seketika terbelalak ketika melihat video yang terputar di layar ponsel istrinya.


B e r s a m b u n g...


__ADS_2