PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 38 - Sejak Kapan Kalian Bersama?


__ADS_3

"Ekhm!" Orang itu berdehem dengan cukup keras membuat Mahend dan Naura sontak menoleh menatapnya.


Melihat siapa yang datang, Mahend langsung menarik pinggang Naura dan merangkulnya dengan posesif.


Sementara itu, melihat hal tersebut orang itu malah tersenyum mengejek.


"Aku tidak menyangka, ternyata sekarang kalian bersama." Orang itu menatap Mahend dan Naura secara bergantian. "Sejak kapan?" tanyanya kemudian menenggak w*ne dari gelas yang ada di tangannya.


"Kami bersama atau tidak, kapan dan dimana, itu tidak ada lagi urusannya denganmu," ketus Mahend.


"Oh, tentu saja ada urusannya denganku, Naura itu mantan istriku, Hend, dan sekarang kamu bersamanya." Ya, orang itu adalah Yuda, dan kini pria pengecut itu tengah menatap mantan istri dan mantan sahabatnya dengan tatapan geram dan tidak suka.


Semenjak masalah jual beli saham waktu itu, hubungan persahabatan antara Yuda dan Mahend jadi merenggang. Bahkan setiap kali mereka bertemu, Yuda selalu melayangkan tatapan tak bersahabat kepada pria tersebut. Padahal, posisi Mahend di perusahaan saat ini adalah pemegang saham tertinggi. Posisi Yuda tidak ada apa-apanya dibandingkan Mahend.


"Yud, mantan istri tetaplah mantan istri, kamu tidak berhak lagi mencampuri urusan Naura. Mau dia bersamaku atau pun dengan orang lain, itu tidak ada lagi urusannya denganmu," balas Mahend tidak mau kalah. "Jangan bilang kalau kamu lupa bahwa dulu kamu tidak pernah memperlakukannya dengan baik, bahkan malah tidak menganggapnya sebagai istri sama sekali."

__ADS_1


Yuda terdiam menahan geram. Dada pria itu naik turun kembang kempis saking emosinya.


"Jangan bilang pria yang bersama Naura dalam video itu ternyata kamu, Mahend! Apa tidak cukup kamu merebut hampir seluruh saham perusahaanku?! Dan sekarang kamu malah merebut Naura dariku! Apa di dunia ini sudah tidak ada lagi perempuan lain apa, hah?!" teriak Yuda dengan penuh emosi.


Bukannya takut atau pun terkejut, Mahend justru malah tersenyum smirk mendengar semua omong kosong Yuda.


"Yuda ... Yuda. Kata merebut itu sama sekali tidak pantas kamu sematkan dalam kalimatmu. Siapa suruh istri baik dan cantik seperti ini kamu anggurin, ya aku sikatlah. Kamu yang paling tahu aku seperti apa. Dan lagi, kalau memang pria dalam video itu adalah aku, kamu mau apa, hah?" tantang Mahend. Pria itu melepaskan rangkulannya dari Naura kemudian memberi kode pada wanita itu untuk menjauh dari mereka, karena sepertinya perkelahian akan sangat sulit untuk mereka hindarkan.


Mendengar pengakuan Mahend, Yuda semakin meradang, hatinya makin bergemuruh. Dengan kedua tangan yang terkepal erat, Yuda langsung melayangkan kepalan tinju ke arah Mahend sambil berteriak, "Brengsyek!"


Bug.


Yuda langsung jatuh terhuyung ke belakang begitu Ekstra Joss tanpa bungkus itu mendarat dengan mulus di pipi kirinya. Sementara Naura, wanita itu kini sudah berada di posisi jarak aman menyaksikan kedua pria itu adu jotos karenanya. Naura jelas panik, wanita itu celingak-celinguk ke kiri dan ke kanan hendak pergi mencari bantuan untuk melerai kedua pria itu.


Yuda mengusap sudut bibirnya yang semula kebas kini terasa sangat perih dan sakit. Dia semakin emosi saat melihat darah segar di jari jempolnya. Dengan cepat dia kembali bangkit ingin membalas pukulan Mahend padanya.

__ADS_1


"Ciaaat!"


Bug!


Bruk!


Yuda kembali terjatuh di lantai begitu Mahend berhasil menghindar dan melayangkan satu pukulan keras di perutnya. Pria itu meringis kesakitan, Mahend benar-benar tidak main-main dalam memukulnya.


Tidak berselang lama kemudian, Naura datang bersama dua orang pria berseragam hitam. Kedua pria berbadan kekar itu adalah petugas keamanan yang ditugaskan untuk menjaga keamanan saat acara di gedung tersebut berlangsung.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Naura sembari memeriksa kedua sisi wajah Mahend.


Sementara Yuda yang saat itu tengah dibantu berdiri oleh kedua petugas keamanan itu semakin emosi saja saat melihat Naura begitu perhatian pada Mahend, sedangkan wanita itu malah sedikit pun tidak peduli pada dirinya. Entah mengapa Yuda merasa sangat tidak suka melihat hal tersebut. Yuda jelas mengakui bahwa dirinya cemburu.


"Awas kamu, Mahendra!" Yuda masih sempat-sempatnya mengancam mantan sahabatnya ketika kedua petugas keamanan menyeretnya keluar.

__ADS_1


B e r s a m b u n g...


__ADS_2