PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 33 - Siapa Pria Itu?


__ADS_3

Tidak lama setelah Naura datang, Yuda langsung menandatangani surat cerai mereka tanpa banyak basa basi. Naura yang melihat hal itu pun hanya bisa bernapas lega dan sedih sekaligus. Meski pun sekarang Nuara sangat membenci Yuda, tapi pria itu juga pernah mengisi hatinya selama bertahun-tahun. Tentu saja ada perasaan kehilangan meski pun hanya secuil.


"Terima kasih, Bang." Naura tersenyum sedikit dipaksakan setelah memasukkan kembali berkas perceraian yang baru saja selesai ditandatangani oleh Yuda. "Agar prosesnya lebih cepat, sebaiknya Abang tidak perlu datang ke pengadilan."


"Tenang saja, setelah ini kamu bisa hidup bebas melakukan apa pun yang kamu inginkan," kata Yuda dengan raut yang terkesan jijik dan memandang rendah wanita yang bisa dibilang mulai sekarang sudah menjadi mantan istrinya tersebut.


"Terima kasih. Aku pamit dulu, aku masih punya banyak urusan." Baru saja Naura ingin melenggang pergi dari sana, tapi tiba-tiba Yuda mencengkram pergelangan tangannya.


"Tunggu dulu, ada yang ingin aku tanyakan padamu," kata Yuda yang kini sudah berdiri dari duduknya.


"Apa lagi?" tanya Naura penasaran.


"Siapa laki-laki yang ada di dalam video itu?" Yuda memang sangat penasaran dengan siapa wanita itu berselingkuh saat mereka masih menjadi suami istri.


"Video? Maksud Abang?" tanya Naura belum mengerti.


"Video asusila yang pernah kamu buat dengan selingkuhan kamu."


Deg.

__ADS_1


Naura seketika membulatkan matanya, tidak menyangka bahwa video itu akhirnya sampai juga di tangan Yuda. Tapi ... ada bagusnya juga, mungkin itu lah sebabnya Yuda akhirnya setuju untuk bercerai dengannya. Meski pun mungkin Yuda menatapnya sebagai wanita kotor yang menjijikkan, Naura sama sekali tidak peduli. Sepertinya sekarang dia tahu harus berterima kasih kepada siapa. Siapa lagi kalau bukan Mahendra. Wanita itu tidak tahu bahwa sebenarnya ayah mertuanya lah yang paling berjasa dalam hal ini.


Naura menghempaskan tangannya yang kini masih dalam cengkraman tangan Yuda.


"Siapa pun dia, itu bukan urusan Abang." Naura tersenyum miring seraya melenggang pergi meninggalkan Yuda yang nampak menahan geram. Entah mengapa pria itu merasa sangat marah mengetahui Naura pernah bermain serong dengan pria lain di belakangnya, padahal dia sama sekali tidak merasa mencintai wanita itu. Aneh.


.


.


Naura berjalan memasuki mobil yang mengantarnya untuk menemui Yuda begitu keluar dari restoran.


"Bagaimana, Sayang? Apa dia sudah tanda tangan?" tanya Mahend yang saat ini sedang duduk di jok penumpang bagian tengah bersama Naura.


Senyuman lebar seketika terbit di sudut bibir Mahend ketika melihat tanda tangan Yuda sudah tertera di sana. Dengan perasaan bahagia pria itu membawa Naura ke dalam pelukannya, kemudian memberikan ciuman lembut di kening, kedua pipi, serta bi bir wanita itu.


"Sepertinya kita harus mengadakan pesta untuk merayakanannya," ucap Mahend sembari menatap wajah cantik Naura lekat-lekat.


"Jangan berlebihan."

__ADS_1


"Kenapa, kamu tidak senang?" tanya Mahend.


"Bukannya tidak senang, tentu saja aku senang, akhirnya aku bisa terlepas dari belenggu pernikahan yang tidak membahagiakan ini. Tapi tetap saja kita tidak bisa merayakan pesta hanya untuk hal seperti ini. Buang-buang uang saja."


"Baiklah, karena kamu tidak setuju, jadi rencananya kita batalkan saja," ucap Mahend. Pelukannya masih belum dia lepas saking bahagianya. "Mm ... Sayang."


"Hem," gumam Naura.


"Jadi ... kapan aku bisa melamarmu? Aku sudah tidak sabar ingin menikahimu," tanya Mahend sembari menggigit pelan daun telinga Nuara.


"Ck, jangan nakal." Naura memukul lalu mencubit pelan paha Mahend karena kesal pria itu membuat bulu romanya merinding.


Mahend terkekeh lalu berbisik, "Aku sudah tidak sabar, Sayang."


Mahend lalu menunjuk sesuatu di balik celananya yang sudah menonjol menggunakan sorot matanya. "Kamu lihat itu."


Naura yang malu melihat hal tersebut langsung mencubit Mahend saking kesalnya. "Dasar mesyum. Bisa tidak otakmu tidak hanya memikirkan tentang s * x semata?"


"Tidak bisa, Sayang, karena kamu selalu berhasil membuatnya terbangun kapan pun dan dimana pun."

__ADS_1


"Dasar."


B e r s a m b u n g ...


__ADS_2