PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 45 - Salah Paham


__ADS_3

...Ditambahin konflik ya biar ceritanya masih lanjut, kalo udah gak ada lagi konflik berarti ceritanya tamat dong. Wkwkwk...


.......


.......


"Apa-apaan ini?" gumam Mahend. "Sa-Sayang, ini semua tidak ben--"


"Jangan bilang itu bukan kamu, Bang! Karena aku


tidak akan pernah percaya!" teriak Naura dengan berurai air mata.


"Memang, Sayang, pria yang ada dalam video ini benar bukan Abang. Ini hanya editan. Percayalah," jelas Mahend mencoba membela diri.


"Alah bullsh*t! Jelas-jelas laki-laki yang ada di video itu adalah Abang, Abang pikir Abang bisa membodohiku? Abang bisa menipuku? Tidak semudah itu, Bang. Aku tidak buta! Dan sejak awal aku memang bodoh! Kenapa aku mau menikah dengan pria brengsyek seperti Abang?! Kenapa aku begitu bodoh sehingga percaya dengan semua tipuan Abang?!" teriak Naura kembali. Semakin emosi saja dia saat melihat Yuda tidak mau mengakui perbuatannya.


Mahend mengusap wajahnya frustasi. Tidak tahu bagaimana lagi dia harus menjelaskan pada Naura agar istrinya itu bisa mempercayainya. Entah siapa lagi yang berulah ingin mengacaukan rumah tangga mereka.


Naura lantas mengambil kunci mobil dan tasnya yang ada di dalam lemari. Melihat Naura ingin pergi Mahend pun segera mencegahnya.


"Kamu mau ke mana, Sayang, malam-malam begini?" tanya Mahend dengan panik. "Aku mohon jangan pergi. Kita selesaikan masalah ini baik-baik. Ini hanya salah paham, Sayang. Pasti ada yang tidak suka melihat kita bahagia," jelas Mahend, tapi emosi dan rasa kecewanya membuat Naura tidak peduli apa pun yang suaminya itu katakan.

__ADS_1


"Minggir! Jangan halangi aku!"


"Tidak, Sayang, kamu tidak boleh pergi. Kam7 harus tetap disini, di rumah kita." Mahend berusaha memeluk Naura, tapi dengan cepat Naura menepis tangan suaminya dan dengan gerakan cepat pula wanita itu melayangkan tendangan pada bird milik Mahend.


Bug!


"Auwh-" Mahend memekik tertahan sambil memegangi area sensitifnya yang terasa sangat sakit. "Sa-yang, kamu tega se-ka-li menen-dangnya- mmh ...."


"Rasakan itu. Itu hadiah untuk burungmu yang suka keluar masuk sembarangan sarang." Naura bergegas meninggalkan Mahend pergi dari sana setelah mengucapkan kalimat tersebut.


"Sa-yang, jangan per-giii!" teriak Mahend tapi Naura sama sekali tidak peduli. "Ssh ... si al!" kesal Mahend karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyusul istrinya. Tadi Naura benar-benar tidak hati-hati saat menendang burungnya. Entahlah burung apa namanya, yang jelas bukan burung Pitohui.


.


.


Naura duduk di taman hotel sembari meratapi nasibnya yang menyedihkan. Matanya yang sembab dan bengkak membuktikan bahwa semalam wanita itu habis menangis lama. Dia masih belum menyangka bahwa ternyata Mahend masih belum berubah dan masih sama brengsyeknya seperti dulu. Seandainya wanita dalam video itu wanita lain, mungkin Naura tidak akan semarah ini pada suaminya, tapi karena wanita yang bersama suaminya itu adalah Angel, mantan istri dari mantan suaminya, seketika Naura jadi berpikir, jangan-jangan Mahend memiliki dendam pribadi pada Yuda, sebab dua wanita yang pernah menjadi istri pria itu malah ditiduri oleh Mahend.


Lamunan Naura seketika buyar ketika ada yang menyapanya dari arah belakang.


"Naura." Suara bariton yang begitu familiar tiba-tiba saja muncul dan memanggil nama wanita itu.

__ADS_1


Naura lantas menoleh. 'Ck, kenapa dia juga bisa ada di sini? Menyebalkan sekali.' Naura merasa kesal dalam hati. Disaat dia butuh waktu untuk menyendiri dan menenangkan pikiran, salah satu orang yang sangat tidak dia harapkan kehadirannya tiba-tiba saja muncul.


"Eh, hai." Naura memaksakan diri untuk tersenyum.


"Boleh aku duduk?" tanya pria itu yang tidak lain adalah Yuda. Pria itu meminta ijin untuk duduk di samping tempat duduk Naura.


"Silahkan," jawab Naura sembari berdiri dari duduknya. "Kebetulan, aku juga sudah ingin pergi."


Melihat Naura yang begitu tidak suka dengan kehadirannya, Yuda pun langsung mencekal pergelangan tangan mantan istrinya itu agar tidak segera pergi dari sana. "Naura, tunggu dulu."


"Maaf ya, aku tidak suka disentuh sembarangan pria." Naura langsung menghempaskan tangannya hingga berhasil terlepas dari cengkeraman tangan Yuda.


Yuda tersenyum kecut. "Naura kamu kenapa? Apa sekarang kamu sedang bertengkar dengan Mahend? Kenapa kamu bisa ada di sini pagi-pagi begini? Dan matamu kenapa bengkak begitu? Seperti habis menangis semalaman."


"Bukan urusanmu," ketus Naura lalu segera beranjak dari sana, tapi Yuda juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk dekat dengan mantan istrinya itu, dengan cepat dia kembali mencengkram pergelangan tangan wanita itu.


"Naura, Naura. Tunggu, Naura."


B e r s a m b u n g...


...__________________________________________...

__ADS_1


...Sepertinya babang Yudyud emang senang dimaki-maki sama readers🤧...


__ADS_2