
"Berani-beraninya kamu ingin mengacaukan rumah tanggaku."
Bug.
Satu kepalan tinju mendarat dengan mulus di pipi Yuda, hingga pria itu jatuh terduduk di tempat duduknya semula.
Yuda meringis kesakitan sambil memegangi pipinya yang terasa kebas dan sakit akibat perbuatan Mahend.
Geram dengan sikap Mahend yang datang-datang langsung menghajarnya, Yuda lantas segera bangkit dan berusaha menghajar balik Mahend, tapi sayang pria itu menghindar dan malah mendaratkan pukulan kembali di sisi wajahnya yang lain. Sama seperti pertengkaran sebelumnya, Yuda sama sekali tidak berdaya saat adu kekuatan dengan Mahend, Mahend jelas bukanlah tandingannya dalam hal adu jotos.
Sementara itu, sekretaris Yuda yang juga ada di tempat dan melihat pertengkaran atasannya pun segera melerai. Wanita cantik berpenampilan modis itu segera pasang badan untuk menghadang Mahend dan membela Yuda.
__ADS_1
"Saya mohon hentikan, Pak! Ini kantor. Tolong jangan bertengkar disini, apalagi karena masalah yang sifatnya pribadi," ucap sekretaris Reni. Wanita itu tidak bisa mengancam Mahend dengan berkata akan memanggil petugas keamanan untuk menyeret Mahend keluar karena sadar bahwa pria yang berdiri di hadapannya saat ini adalah pimpinan perusahaan yang merupakan pemegang saham tertinggi, menggantikan posisi Yuda yang dulunya dijabat oleh atasannya tersebut.
Mahend menarik napasnya dalam-dalam untuk mengendalikan emosinya. Andai saja saat ini mereka tidak sedang berada di kantor, Mahend pasti sudah menghajar Yuda hingga babak belur. Berani-beraninya pria itu mencari masalah dengannya. Apakah Yuda lupa sedang berhadapan dengan siapa. Baik buruknya Mahend, Yuda tentu adalah orang yang paling mengerti dan mengetahui.
Yuda segera bangkit dan memperbaiki posisinya. Kini kedua sudut bibir pria itu sudah mengeluarkan darah segar, dan sepertinya sebentar lagi wajahnya pasti akan muncul lebam berwarna ungu kebiruan kalau tidak segera diobati.
"Sekretaris Reni, minggir. Biarkan aku bicara berdua dengannya," ucap Yuda pada asistennya tersebut.
"Tidak apa-apa. Keluarlah." Mendapat perintah dari sang atasan, wanita itu pun tidak punya pilihan lain. Dia sama sekali tidak bisa membantah perintah Yuda. Tapi tanpa sepengetahuan siapa pun, dia tetap akan berjaga di depan pintu, kalau kembali terjadi kegaduhan di dalam sana antara Yuda dan Mahend, dia tidak akan segan-segan memanggil petugas keamanan untuk melerai keduanya meski pun yang bertengkar tersebut adalah atasannya beserta pimpinan tertinggi perusahaan.
Begitu sekretarisnya keluar, Yuda pun berkata pada Mahend dengan pose menantang, seolah dia bisa melakukan perlawanan jika Mahend kembali menghajarnya, padahal sebenarnya tidak.
__ADS_1
"Apa maksudmu dengan aku ingin mengacaukan rumah tanggamu dengan Naura, hah?!" tanyanya dengan berkacak pinggang. Seolah dia tidak ada niat demikian, padahal dalam hati, dia tidak rela melihat mantan istrinya bahagia dengan mantan sahabatnya.
"Jangan pura-pura tidak tahu. Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu menyesal telah menyia-nyiakan Naura selama ini. Dan tadi pagi di taman hotel, jangan pikir aku tidak melihat kalau kamu datang menemui istriku dan berusaha mendekatinya."
Yuda terdiam sejenak, mencoba memikirkan kata-kata untuk membalas ucapan Yuda.
"Ya, aku akui aku memang datang menemuinya tadi pagi, tapi bukan berarti kamu bisa menuduhku seenaknya seperti itu. Oh, atau kamu takut, hukum karma berbalik padamu, bukankah saat Naura masih menjadi istriku, kamu diam-diam menggoda dan merebutnya di belakangku." Yuda berkata sambil tersenyum mengejek menatap Mahend. Dia yakin, Mahend pasti mati kutu mendengar ucapannya.
Bukannya tersinggung atau marah, Mahend justru malah tersenyum, bertolak belakang dengan apa yang diinginkan oleh Yuda, seolah-olah dia itu sangat bangga sudah merebut istri mantan sahabatnya. "Ya, aku juga tidak menyangkal hal itu. Asal kamu tahu, aku memang sengaja menggoda dan merebut Naura darimu. Tapi jangan salahkan aku jika aku merebut istrimu, karena kamu sendiri tidak tahu bagaimana cara memperlakukan dan menghargainya dengan baik. Dan sekarang, aku yakin, kamu pasti baru menyesal 'kan karena sudah menyia-nyiakan wanita sebaik Naura hanya demi wanita seperti Angel yang ternyata hanya berpura-pura mencintaimu demi harta. Terbukti saat kamu kehilangan banyak saham perusahaan, dia malah pergi meninggalkan kamu bersama anakmu."
Yuda mengepalkan tangannya kuat, emosi juga mendengar Mahend malah balik mengejeknya.
__ADS_1