PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 56 - Aresh Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Teriakan kepanikan Yuda mengalihkan perhatian Naura dan Mahend. Sepasang suami istri itu saling pandang, apalagi setelah melihat anak berusia kurang lebih 1 tahun itu tidak sadarkan diri dalam dekapan ayahnya. Keduanya turut prihatin menyaksikan hal tersebut.


"Bang." Naura mendongak menatap suaminya, seolah meminta sebuah persetujuan. Sebagai seorang wanita dan juga calon ibu, hatinya tentu saja tergerak melihat seorang anak kecil yang kurang kasih sayang itu tidak berdaya dalam dekapan mantan suaminya.


Mahend yang seolah mengerti dengan keinginan istrinya pun segera menarik tangan Naura untukĀ  menghampiri Yuda dan anaknya.


"Anak kamu kenapa, Yud?" tanya Mahend pada mantan sahabatnya itu.


"Iya, Bang Yuda, Aresh kenapa?" tambah Naura. Dia dan Mahend tidak bisa menutupi kekhawatirannya.


Yuda tidak langsung menjawab, dia menatap Naura dan mahend terlebih dahulu secara bergantian, kemudian menatap wajah putranya yang pucat dengan wajah sendu, panik, sekaligus khawatir, sepertinya kondisi anaknya benar-benar tidak baik.


"Hend, tolong panggilkan dokter, anakku harus segera ditangani," lirihnya menatap Mahend dan Naura bergantian. Ada gurat kesedihan di wajahnya yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


Melihat ekspresi menyedihkan Yuda, Mahend pun segera bertindak memanggil dokter dan suster untuk menangani baby Aresh.


.

__ADS_1


.


Beberapa saat kemudian.


Yuda keluar dari ruangan dokter dengan wajah ditekuk, sementara Naura dan Mahend berdiri di balik dinding kaca ruang PICU tempat Aresh di rawat sambil melihat anak kecil itu ditangani oleh beberapa orang perawat untuk dipasangkan alat-alat medis.


"Bagaimana? Sebenarnya apa yang terjadi dengan putramu?" tanya Mahend, tapi Yuda tidak langsung menjawab. Pria itu hanya ikut berdiri di samping Mahend dan Naura menatap putranya dengan sedih dari balik dinding kaca.


Lupakan soal permusuhan mereka. Disaat seperti ini keduanya memilih untuk menurunkan egonya masing-masing. Biar bagaimana pun, Mahend dan Yuda pernah bersahabat selama bertahun-tahun.


"Jantung Aresh sebenarnya bermasalah sejak dia berusia 9 bulan," jawab Yuda kemudian men de sah napas panjang.


"Apa Angel sudah tahu mengenai hal ini?" tanya Mahend ingin memastikan, biar bagaimana pun baby Aresh adalah anak dari wanita licik itu, pernah tumbuh dan keluar dari rahimnya.


Yuda terdiam sejenak.


"Aku tidak tahu dimana dia sekarang?" jawabnya kemudian.

__ADS_1


"Apa kamu tidak pernah mencarinya?" tanya Mahend.


Yuda tersenyum kecut. "Untuk apa aku mencari istri dan ibu yang tidak punya hati seperti dia?"


Hening selama beberapa saat.


"Beberapa bulan lalu Angel pernah datang menemuiku," ucap Mahend tiba-tiba, dan hal itu membuat Yuda dan Naura cukup terkejut.


"Benarkah, Bang?"


"Oh, ya?"


Naura dan Yuda berkata secara bersamaan.


Mahend mengangguk. "Iya, benar," jawabnya. "Apa kamu tahu, Yud, dia datang menemuiku sambil membawa data penting perusahaan yang telah dia curi darimu waktu itu," ungkap Mahend kemudian. Cepat atau lambat dia memang harus membongkar kebusukan wanita ular itu di hadapan Yuda.


Yuda jelas terkejut mendengar hal tersebut, sampai tidak tahu harus berkata apa. Dia tidak pernah menyangka, wanita yang pernah dia puja selama ini, selain meninggalkan dirinya dengan Aresh tanpa perasaan, perempuan itu ternyata pernah melakukan kejahatan yang lebih besar lagi dan sampai kapan pun tidak akan pernah bisa dia maafkan.

__ADS_1


"Awalnya dia mengambil berkas penting itu karena ingin menguasai seluruh aset perusahaan beserta harta kekayaanmu, tapi rencana jahatnya itu gagal karena ayahmu tiba-tiba menjual sebagian besar aset perusahaan kalian padaku." Mahend kembali menjelaskan.


__ADS_2