PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 30 - Bukti Perselingkuhan


__ADS_3

Setengah jam sudah berlalu, tapi Naura masih betah duduk di tempat. Wanita itu mengusap air matanya yang nampak mulai mengering. Wanita itu tadi sempat meluapkan emosinya dengan cara menangis karena sudah teramat sangat jengkel dengan sikap suami pengkhianatnya itu.


Pintu room private tempatnya berada tiba-tiba saja terbuka, menampakkan sesosok pria dengan ekspresi sangat khawatir.


"Sayang, kamu tidak apa-apa, 'kan?" Mahend memeriksa kedua tangan beserta kedua sisi wajah Naura. Tidak ada luka sedikit pun yang dia temukan. "Hufft, syukurlah. Aku pikir tadi Yuda menyakitimu karena kamu meneleponku sambil menangis."


Naura hanya diam saja. Entah mengapa air matanya kembali terjatuh tanpa diminta begitu Mahend datang, padahal tadinya dia sudah sempat berhenti menangis.


Melihat Nuara kembali menangis, Mahend pun membawa wanita itu ke dalam pelukannya. "Sudah, tidak usah menangis. Apa dia masih bersikeras tidak ingin bercerai denganmu?"


Naura menjawab pertanyaan Mahend dengan anggukan sambil terisak.


Mahend mendengus. Lama-lama tingkah Yuda membuatnya semakin tidak tahan. Sebenarnya apa maunya sahabatnya itu ingin mengikat Nuara tetap berada di sisinya, padahal Yuda sendiri tidak bisa memperlakukan wanita itu layaknya seorang istri kecuali hanya menyakitinya saja.


.


.

__ADS_1


Di tempat lain, tepatnya di sebuah perusahaan. Yuda baru saja selesai memimpin rapat. Pria itu memijat-mijat kepala bergantian dengan tengkuknya karena pusing memikirkan masalah yang tengah dia hadapi saat ini. Istri pertamanya lagi-lagi bertemu dengannya dan mendesaknya untuk menandatangani surat cerai, sedangkan istri keduanya baru saja meneleponnya sambil marah-marah, ditambah lagi masalah perusahaan yang akhir-akhir ini mengalami banyak kerugian akibat dicurinya berkas penting milik perusahaan.


Yuda menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya, kemudian memejamkan matanya dengan posisi kepala menengadah ke arah langit-langit ruangan. Dia ingin memejamkan mata menghilangkan penat serta stres yang tengah dia rasakan saat ini.


Berselang 5 menit kemudian, matanya seketika terbuka saat mendapatkan notifikasi pesan di ponselnya. Matanya seketika membulat ketika melihat Naura tengah meracau kenikmatan di bawah kendali seorang pria yang tidak dia ketahui siapa, sebab wajah pria dalam video itu di blur.


"Kurang ajar!!!"


Bruak!


Tak!


Tak!


"Akh!!!" Yuda kembali berteriak sambil menghancurkan apa saja yang ada di dalam ruangannya.


Mendengar kegaduhan yang terjadi di dalam ruangan Yuda, sekretaris beserta beberapa orang karyawan pun datang menghampiri.

__ADS_1


"Astaga, Pak Yuda, apa yang terjadi, Pak?" tanya sekretaris Yuda.


Semua orang terkejut melihat kondisi ruangan Yuda yang sangat berantakan.


"Pergi kalian semua dari sini! Pergi!" teriak Yuda sambil menunjuk lurus ke arah para bawahannya secara bergantian. "Pergi! Jangan ganggu aku!" teriak Yuda lagi sambil melempar barang apa pun yang dia raih ke arah mereka.


"Ba-baik, Pak." Dengan cepat sekretaris itu menutup kembali pintu ruangan Yuda dan keluar bersama rekan yang lainnya. Karena khawatir melihat kondisi atasannya, sekretaris Yuda yang bernama Reni itu lantas berusaha menghubungi seseorang yang kiranya bisa mengatasi kekacauan bos mereka.


"Halo, Tuan Adiyaksa. Ini saya, Tuan, Sekretaris Reni."


Rupanya sekretaris itu menghubungi ayah Yuda. Dia pikir, tidak mungkin dirinya menghubungi istri bosnya yang setahunya baru selesai melahirkan kurang dari sebulan yang lalu.


Sementara itu di dalam ruangannya, Yuda sudah nampak sangat kacau, rambut dan pakaiannya sudah acak-acakan. Kondisi ruangannya jangan ditanya lagi, sudah pasti mirip kapal pecah.


Yuda mengepalkan tangannya erat sambil sesekali meninju tembok.


"Ternyata dugaanku benar, ternyata kamus diam-diam sudah berselingkuh dariku, Naura. Dasar perempuan j a l a n g! Jangan harap kamu bisa lepas dariku," geramnya penuh dendam.

__ADS_1


B e r s a m b u n g...


__ADS_2