PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 62 - Mengaku


__ADS_3

Zean menatap layar ponsel Mahend dengan kening berkerut.


"Apa maksudnya ini, Bang? Ini 'kan Bang Mahend dengan ... kalau tidak salah ... Angel 'kan namanya, istri sahabat SMA Bang Mahend, Bang Yuda," ucap Zean, seolah dia tidak tahu apa-apa.


Mahend mendengus kesal. "Jangan pura-pura tidak tahu, Zean. Itu kamu bersama Angel, bukan aku."


"Loh, apa maksudnya ini, Bang? Jelas-jelas pria yang ada di video itu adalah Abang, kenapa malah menuduhku? Bukankah selama ini Bang Mahend memang sering tidur dengan banyak wanita?" balas Zean.


Lagi-lagi Mahend mendengus kesal mendengar ucapan Zean. Memang benar apa yang dikatakan adik sepupunya itu bahwa dirinya dulu memang seorang petualang, tapi sekali pun tidak pernah terbesit di pikirannya untuk tidur dengan wanita wanita lain semenjak dirinya mengejar Naura, apalagi dengan wanita ren***** dan perebut suami orang seperti Angel.


"Orang itu bukan aku, Zean. Video ini hanya video rekayasa," tegas Mahend. "Aku tanya padamu sekali lagi, apa kamu dan Angel mempunyai hubungan? Aku tahu laki-laki yang ada di video ini adalah kamu, Zean."

__ADS_1


Bukannya menjawab, Zean malah tertawa. "Bang Mahend ... Bang Mahend, jadi tujuanmu menyuruh orang suruhanmu membawaku kemari hanya untuk ini?"


Mahend menatap Zean dengan tatapan tajam, semakin kesal juga dia karena ulah adik sepupunya yang satu ini. Kalau nanti Zean mqsih tetap tidak mau mengaku setelah ditanya baik-baik, mungkin selanjutnya dia akan menggunakan kekerasan.


"Ya, baiklah, aku mengaku, laki-laki yang ada di video itu memang aku bersama Angel. Sepertinya Bang Mahend memang sudah tidak peduli lagi padaku setelah waktu itu, sampai-sampai tidak tahu apa pekerjaanku semenjak pergi meninggalkan Jakarta." Zean tersenyum miris seraya membuang muka ke arah lain.


"Memangnya apa pekerjaanmu?" tanya Mahend. Dulu karena dia sangat marah pada Zean, dia sampai tidak peduli lagi dengan keadaan dan apa pun yang dilakukan oleh lelaki itu.


Mahend langsung menatap tajam pada Zean. "Dasar anak tidak berguna. Kamu ini sebenarnya mau jadi apa, hah?" geram Mahend sambil berdiri dari duduknya. "Bukannya belajar dari pengalaman dan mencoba merubah sikap, kamu malah-"


Tiba-tiba Zean memotong ucapan Mahend.

__ADS_1


"Sudahlah, Bang, tidak perlu mempermasalahkan pekerjaanku, yang penting aku masih hidup sampai sekarang," balas Zean. "Katakan saja, apa tujuan Bang Mahend ingin bertemu denganku?"


Mahend menarik napasnya dalam-dalam untuk menguasai diri, kemudian duduk kembali di kursinya. Seandainya dia tidak mengingat pesan mendiang ibunda Zean, sudah pasti dia membiarkan


"Sekali lagi aku bertanya padamu, Zean, dan aku minta, jawab pertanyaanku dengan jujur. Katakan, kamu ada hubungannya dengan pengeditan videomu itu dengan Angel atau tidak?"


Zean tersenyum miring. "Sebenarnya aku tahu apa yang ingin kamu ketahui, Bang, tapi aku tidak mau mengatakannya kalau kamu tidak memberiku imbalan. Dan aku tahu, siapa yang tidak menginginkan Bang Mahend dan istri Abang bahagia."


"Siapa itu?" tanya Mahend.


"Tunggu dulu, Bang Mahend setuju dengan persyaratanku atau tidak. Kalau tidak, aku juga tidak akan memberikan informasi apa pun."

__ADS_1


"Memangnya kamu ingin imbalan apa?" tanya Mahend, sambil menatap Zean dengan tatapan menyelidik. Pria itu mencoba mencari tahu, apakah adik sepupunya ini sedang mencoba membohongi dan menipunya atau tidak.


__ADS_2