PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 64 - Sorry Angel


__ADS_3

"Oh, ya? Sekarang aku ada di villa, Babe, datanglah kemari. Nanti aku share lokasinya," jawab Angel. Wanita itu seketika menjadi g****g karena brondongnya sebentar lagi datang menemuinya.


"Okay, Honey. I'm going there right now," kata Zean. Lelaki itu langsung tersenyum smirk setelah memutus sambungan teleponnya dengan Angel. "Sorry, Angel, kerjasama kita sampai disini saja. Sebentar lagi aku akan mendapatkan apa yang aku mau, dan kamu, siap-siap saja mendekam di penjara."


.


.


Berselang 1 jam kemudian, Alden dan Jay akhirnya sampai di depan villa milik Angel. Tadi Zean yang membagikan lokasi Angel kepada Jay untuk memudahkan pencarian kedua pria tersebut. Bukan tanpa sebab Zean membeberkan keberadaan Angel, melainkan karena dia sudah tidak sabar ingin segera mendapatkan apa yang dia mau.


Tok tok tok.

__ADS_1


Tidak berselang lama setelah Alden mengetuk pintu, Angel akhirnya muncul dengan pakaian kurang bahan dan pose menggoda. Tadi begitu dia tahu bahwa Zean akan datang, wanita itu segera berdandan cantik untuk menyambut kedatangan brondong kesayangannya itu.


"Ehm, selamat siang, Nona Angel." Alden menyapa setelah dirinya berdehem, sebagai seorang pria normal, dia tentu saja merasa kurang nyaman melihat penampilan wanita cantik itu.


Menyadari bukan Zean yang datang, buru-buru Angel mengikat tali bathrobe-nya untuk menutupi bi**ni yang dia kenakan.


"Siapa, ya?" tanya Angel agak canggung. Malu juga dia sudah berpose seksye di hadapan pria yang tidak dia kenal.


Tanpa permisi Jay langsung menyumpal mulut beserta hidung Angel dengan sapu tangan yang sudah dia beri dengan obat bius. Awalnya Angel berusaha melawan, tapi hanya berselang beberapa detik kesadarannya perlahan-lahan menurun dan dia pun akhirnya tidak sadarkan diri lagi.


.

__ADS_1


.


Di sebuah tempat, seorang wanita tidak sadarkan diri tengah tergelatak di atas lantai dengan posisi kedua tangan diikat di belakang punggung.


"Woi! Bangun! Bangun!" Seorang pria yang tidak lain adalah Alden tengah memercikkan air ke wajah Angel yang tengah tidak sadarkan diri berkat obat bius yang telah disumpalkan Jay pada hidung beserta mulutnya beberapa saat yang lalu.


Perlahan-lahan Angel mulai mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya ketika merasakan dinginnya air mengenai wajah mulusnya. Awalnya penglihatannya agak buram, tapi lama kelamaan wanita itu akhirnya tersadar saat melihat sesosok pria berperawakan tinggi besar berpakaian serba hitam tengah berjongkok di hadapannya.


"Siapa kamu?" tanya Angel terkejut sambil berusaha beringsut untuk menjauh tapi tidak bisa karena dia baru sadar kalau kedua tangannya diikat di belakang. "Kenapa kamu mengikat kedua tanganku?" tanya Angel mulai panik sambil menggerak-gerakkan kedua tangannya di belakang punggung, berusaha untuk melepaskan ikatan tersebut, tapi sayang usahanya itu sia-sia saja karena Alden dan Jay mengikatnya cukup kuat.


Bukannya menjawab, Alden malah tersenyum miring sambil menatap wajah panik dan ketakutan wanita itu.

__ADS_1


Angel mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, sebuah tempat dengan pencahayaan tidak terlalu terang. Cat dinding ruangan itu pun sudah agak usang dan kumuh, seperti bangunan tua yang sudah lama tidak dihuni.


__ADS_2