PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 42 - Pertemuan Menyebalkan


__ADS_3

1 Bulan kemudian


Tidak terasa sudah 1 bulan Naura menjadi istri seorang Mahendra Wijaya. Pria itu benar-benar memperlakukan Naura dengan sangat baik. Selama mereka menikah, Mahend benar-benar meratukan dirinya, tidak salah kalau sekarang Naura menyerahkan seluruh hatinya kepada pria itu.


Sudah 1 minggu ini Naura telat datang bulan, dan sekarang dengan harap-harap cemas dia berjalan mondar mandir di dalam kamar mandi menunggu hasil tespek yang dia gunakan muncul. Jika hasilnya dua garis, dia bisa menjadikan benda itu sebagai kejutan untuk sang suami, mengingat Mahend memang sudah tidak sabar ingin segera memiliki anak dari wanita yang sangat dicintainya itu.


Beberapa menit kemudian, kini tibalah waktunya Naura melihat hasil tes tersebut, wanita itu langsung menutup mulut disertai mata berkaca-kaca setelah melihat hasil yang di dapat sesuai dengan apa yang dia harapkan.


"Bang Mahend pasti sangat bahagia jika mengetahui berita ini," ucap Naura berbicara sendiri. "Malam ini aku harus menyiapkan kejutan spesial untuknya."


Begitu keluar dari kamar, Naura langsung mengambil ponselnya, tangannya yang bergerak lincah di atas layar ponselnya langsung menghubungi sang suami yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota sejak 2 hari yang lalu.


"Halo, Sayang. Kamu sudah bangun?" tanya Mahend di ujung telepon sana. Saat ini pria itu tengah menikmati sarapannya.


"Iya, Bang, sudah. Oh iya, Abang jadi pulang hari ini, 'kan?" tanya Naura ingin memastikan.


"Iya, Sayang. Nanti sore Abang akan langsung pulang setelah semua urusan di sini selesai. Kemungkinan Abang sampai di rumah sebelum jam 7 malam," jelas Mahend. "Kenapa? Kamu sudah rindu sama Abang, ya?"


Naura mengangguk, sambil tersenyum menatap tespek garis 2 yang ada di tangannya. "Sangat."

__ADS_1


Keduanya lalu tertawa.


"Abang juga sangat merindukanmu, Sayang," balas Mahend.


.


.


Selesai berbicara dengan Mahend di telepon, Naura pun segera bersiap-siap untuk keluar berbelanja kebutuhan di supermarket. Malam ini sesuai dengan rencananya, dia akan menyiapkan makan malam romantis untuk menyambut kepulangan suami tercintanya, sekaligus menjadikan tespek garis dua itu sebagai hadiah spesial untuk sang suami.


Sesampainya di supermarket, Naura mulai memilih dan memilah bahan masakan terbaik, tidak disangka saat dia mulai melangkahkan kakinya dan mendorong kembali troli belanjaannya, dia malah tanpa sengaja menabrak seorang pria yang tengah mendorong stroller bayi.


Naura yang baru sadar sudah menabrak seseorang di depannya tanpa sengaja pun langsung meminta maaf.


"Maaf, Pak, Maaf. Saya tidak sengaja," ucap Naura, tapi setelah pria itu berbalik, Naura malah langsung terkejut. "Bang Yuda."


"Naura."


Seketika Naura merasa canggung. Bertemu mantan suami pagi-pagi begini rasanya jelas sangat tidak menyenangkan. Apalagi mantan suami yang dia benci.

__ADS_1


"Maaf, Bang, aku tidak sengaja. Bang Yuda tidak apa-apa, 'kan?" tanya Naura ingin memastikan, rasanya dia ingin segera menyingkir dari sana secepatnya. Rasanya malas sekali bertemu dengan Yuda seperti ini di tempat umum. Ya, meski pun tanpa sengaja.


"Tidak, tidak apa-apa," jawab Yuda.


Karena pria itu tidak apa-apa, Nuara pun bergegas pamit dan memutar balik troli belanjaannya ingin segera pergi dari sana, tidak ingin berlama-lama berinteraksi dengan Yuda karena pasti hanya akan membuat suasana hatinya yang tadinya sangat baik malah berubah menjadi buruk.


"Naura, tunggu." Yuda tiba-tiba saja mencekal troli belanjaan Naura, sehingga wanita itu tidak bisa mendorongnya pergi dari sana.


"Ada apa lagi?" tanya Naura dengan malas. Perasaannya tiba-tiba saja tidak enak saat mantan suaminya itu mencegah kepergiannya.


"Aku--" Ucapan Yuda seketika terhenti saat mendengar suara tangisan bayinya. Dengan cepat pria itu melepaskan tangannya pada troli Naura kemudian beralih menggendong putranya yang tengah menangis.


"Cup, cup, cup, Sayang. Jangan menangis." Yuda berusaha menenangkan putranya, tapi bayi berusia kurang dari 10 bulan itu malah mengarahkan kedua tangannya seperti meminta digendong oleh Naura.


B e r s a m b u n g...


...________________________________________...


...Halo Bestie, sembari menunggu cerita Babang Mahend dan Naura up, mampir juga yuk di lapak Babang Adam dan Alya. Ceritanya gak kalah seru dan menggemaskan juga loh😁...

__ADS_1



__ADS_2