
"Siapa sebenarnya kamu? Kenapa membawaku kemari? Dan apa maumu?" tanya Angel, seingatnya pria yang ada di hadapannya saat ini adalah pria yang tadi datang ke villanya tadi, setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi setelah seorang pria yang tidak tahu dari mana asalnya tiba-tiba menyumpal mulut dan hidungnya dengan sapu tangan.
"Dengar, sebentar lagi bos kami akan datang, jika kamu ingin selamat, maka bicaralah yang sejujurnya, karena kalau tidak, krek." Alden berusaha menakut-nakuti Angel dengan menggerakkan tangannya di depan leher dengan gaya memotong. Padahal sebenarnya dia tidak mungkin tega mem*unuh orang.
Mendengar ancaman Alden, seketika leher Angel terasa ada sensasi menggelitik. Wanita itu menelan ludah dengan susah payah, takut jika nyawanya benar-benar hilang, padahal dia belum mendapatkan kehidupan serba glamour yang sejak dulu dia impi-impikan selama ini.
"Si-siapa bosmu?" Angel memberanikan diri untuk bertanya meski pun dia sebenarnya sudah ketakutan setengah mati.
"Nanti kamu akan tahu sendiri," jawab Alden kemudian keluar dari ruangan itu meninggalkan Angel yang berteriak-teriak memanggilnya meminta untuk dibebaskan.
Tidak ada yang bisa Angel lakukan selain hanya menangis meratapi nasibnya. Di dalam pikirannya masih bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang sudah tega menculik dan menyekapnya di tempat seperti ini.
__ADS_1
.
Sore menjelang, Mahend akhirnya datang ke tempat Angel disekap bersama Alden, Jay, beserta pemuda bernama Nando yang pernah dibayar oleh Angel untuk mengirim video itu kepada Naura.
Bruak!
Alden mendorongnya Nando dengan kasar hingga jatuh tepat di samping Angel. Sementara Angel yang melihat pemuda yang pernah dia bayar kini sudah berada di sampingnya pun langsung membelalakkan mata. Sepertinya sekarang dia sudah tahu siapa orang yang dimaksud oleh pria yang menyekapnya itu dengan sebutan bos. Siapa lagi kalau bukan Mahendra Wijaya, dan masalah yang membuat mereka berada di tempat menyeramkan ini pasti karena videonya dengan Zean yang sudah dia rekayasa menggunakan wajah Mahend.
"Hey, kenapa kamu tidak menjawab, hah? Bukannya aku sudah membayarmu dan menyuruhmu untuk pergi sejauh mungkin?" bisik Angel dengan penuh penekanan, tapi tetap saja pemuda itu tidak menjawab pertanyaannya.
Mata Angel seketika terbuka lebar ketika menyadari dua orang pria masuk ke dalam ruangan tersebut, pria itu adalah Mahend dan Jay. Angel menelan ludah dengan susah payah ketika menyadari bahwa orang yang paling dia benci sekaligus dia takuti dalam keadaan ini ternyata juga berada di sana. Mungkin sebentar lagi dia akan ditanyai perihal video editan itu.
__ADS_1
"Apa kabar, Angel?" tanya Mahend sambil tersenyum miring kemudian berjongkok di hadapan Angel.
Angel memilih tidak menjawab. Dia tahu saat ini Mahend pasti sedang menertawakannya. Wanita itu lantas memalingkan muka, tidak sudi melihat senyum menyebalkan yang terbit di wajah pria itu.
Tidak ingin membuang-buang waktu, Mahend pun segera memanggil Jay.
"Jay," panggil Mahend. Tidak berselang lama Jay pun langsung membawa laptop dan memutar video itu di hadapan Angel. Sementara Angel yang melihat hal tersebut sama sekali tidak terkejut karena hal itu memang sudah dia duga sebelumnya.
"Angel, bisa jelaskan padaku tentang video ini?" tanya Mahend.
B e r s a m b u n g...
__ADS_1