
Mengetahui bahwa ternyata Angel datang menemuinya karena ingin memeras uangnya secara tidak langsung, Mahend lantas terbahak, seolah-olah ucapan Angel barusan terdengar begitu lucu hingga menggelitik indera pendengarannya.
"Angel ... Angel. Kamu pikir aku ini bodoh? Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan uangku, karena se-sen pun aku tidak akan pernah mengeluarkannya hanya untuk mendapatkan berkas tidak berguna itu."
Deg. Angel jelas terkejut mendengar penuturan Mahend.
"A-apa maksudmu dengan berkas tidak berguna?" tanya Angel.
"Hng, kamu pikir berkas yang sudah kamu curi dari Yuda selama berberbulan-bulan lamanya itu masih ada artinya? Daripada kamu menggunakannya untuk memerasku, lebih baik kamu membagikannya pada anak-anak di pinggir jalan untuk dijadikan origami. Setidaknya kamu akan mendapatkan pahala karena membuat mereka senang," ujar Mahend dengan nada mengejek.
"Si alan!" Angel menggebrak meja sambil berdiri dari duduknya. Dia jelas meradang, tidak disangka harta karun yang selama ini dia timbun dan suatu saat nanti akan dia gali untuk memperkaya diri sendiri kini melayang begitu saja.
"Selama ini aku pikir kamu ini wanita yang cerdas, tapi ternyata kamu ini sangat bodoh. Kalau niatmu mencuri berkas itu untuk mendapatkan banyak uang, lalu kenapa baru sekarang kamu memunculkannya? Kenapa tidak dari dulu, sebelum saham perusahaan Yuda aku beli? Kalau sudah seperti sekarang ini, ibarat kata peti harta karunmu itu terlalu lama kamu timbun, begitu kamu menggalinya kembali, tidak tahunya isinya sudah habis dimakan cacing." Mahend kembali mengejek Angel sambil tertawa, membuat Angel semakin kesal dan malu sekaligus. Tidak tahu lagi harus berkata apa, Angel pun kemudian menyambar tas dan kunci mobilnya untuk segera pergi dari sana.
__ADS_1
'Awas saja kamu, Mahendra.' Gumam wanita itu dalam hati.
Ketika Angel sudah pergi, Mahend pun segera mengambil map berkas itu sambil tersenyum miring. "Dasar perempuan bo doh. Dia pikir dia bisa mempermainkanku. Jangan harap."
Rupanya, Mahend sudah menipu Angel dengan cara membohongi wanita itu. Berkas itu bukannya tidak berguna, tapi masih sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Dan sekarang, dia sudah berhasil mengambil berkas itu dari Angel tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun.
Sebelum meninggalkan restoran, Mahend terlihat menghubungi seseorang. "Halo, Alden, di mana kamu sekarang?"
"Sekarang saya sudah di bandara, Tuan, OTW Qatar," jawab Alden.
"Tentu saja bisa, Tuan. Kirim saja, nanti akan saya bagikan kepada teman saya."
Usai berbicara dengan Alden, Mahend pun segera kembali ke kantor. Tentunya sambil membawa harta karun yang ditinggalkan oleh Angel.
__ADS_1
Saat dalam perjalanan menuju perusahaannya, Mahend lantas menghubungi istrinya, Naura.
"Kamu di mana, Sayang?" tanya Mahend, karena setahunya istrinya itu sedang keluar rumah sejak 2 jam yang lalu.
"Aku lagi di jalan, Bang, habis dari restoran, terus ini lanjut ke mall mau shoping," jawab Naura.
Mahend tersenyum. "Have fun, My Love. Tapi ingat, jangan sampai kamu keasyikan belanja terus lupa waktu. Sekarang ini sudah ada calon baby di perut kamu, Sayang, kamu harus lebih berhati-hati dan tidak boleh kelelahan."
Naura terkekeh. Suaminya ini makin cerewet saja semenjak tahu dirinya hamil. "Iya, iya. Aku tahu."
B e r s a m b u n g...
...__________________________________________...
__ADS_1
...Sorry Bestie, beberapa hari kemarin habis ada acara keluarga, jadi update sedikit slow terus belum sempat balas komen satu-satu. Next bab sebentar malam ya, soalnya akak Otor masih ada kesibukan menjelang libur akhir tahun....