PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 70


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian


Rumah Sakit


Mahend berjalan mondar-mandir di depan ruang persalinan. Pagi ini Naura sedang berjuang melahirkan putra pertama mereka di dalam sana. Pria itu sungguh merasa sangat gelisah dan khawatir sekali, ingin rasanya masuk ke dalam sana, tapi dokter tidak mengijinkan dia kembali masuk ke dalam ruang persalinan untuk mendampingi Naura. Bukan apanya, sebenarnya tadi Mahend sempat menemani Naura di dalam sana untuk berjuang melahirkan anak pertama mereka, tapi dia diusir oleh dokter karena sangat mengganggu. Ketika Naura meringis kesakitan karena merasakan sakit yang begitu luar biasa setiap kali pembukaan jalan lahir bertambah, dia malah memarahi bidan yang menangani Naura karena tidak bisa mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh istri kesayangannya itu. Alhasil sekarang dia berada di depan ruangan persalinan berjalan mondar-mandir tidak jelas, bahkan saking kasihannya melihat istrinya kesakitan, Mahend sampai berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menghamili istrinya lagi.


"Nak Mahend, tenanglah. Duduk dulu, sudah hampir dua jam kamu berjalan kesana-kemari seperti itu," ucap ayah mertua Mahend, ayahnya Nuara.

__ADS_1


"Iya, Nak Mahend, tenanglah. Wanita melahirkan memang seperti itu, lama, apalagi ini persalinan pertama istrimu," tambah sang ibu mertua.


"Tapi, Bu, Ayah, Naura di dalam sana sangat kesakitan, bagaimana kalau sampai terjadi apa-apa padanya dan bayi kami?" kata Mahend yang sejak tadi tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir dan ketakutannya.


Kedua orang tua Naura saling pandang, sebenarnya keduanya juga sangat khawatir dan gelisah menunggu kelahiran cucu pertama mereka, tapi melihat sikap menantu mereka membuat keduanya tersenyum tipis, dan sepertinya sekarang putri mereka tidak salah pilih suami, Mahend benar-benar sangat mencintai dan menyayangi putri mereka.


Mahend lantas terdiam. Operasi caesar. Ya, operasi caesar, merupakan salah satu cara mengeluarkan bayi dari dalam perut. Mungkin ke depannya jika mereka ingin menambah anak, mereka bisa mempertimbangkan cara yang satu itu untuk proses lahiran.

__ADS_1


Sementara itu di sudut lain, masih di tempat yang sama, seorang pria tengah berdiri menatap interaksi antara Mahend dan kedua mantan mertuanya. Siapa lagi kalau bukan Yuda. Pagi ini sebelum dia berangkat ke kantor, dia ingin menjenguk Nuara yang sedang lahiran di rumah sakit, tapi entah mengapa rasa canggung seketika menyerang ketika melihat kedua mantan mertuanya juga ada di sana. Semenjak dirinya dan Naura resmi bercerai, ini pertama kalinya Yuda bertemu dengan kedua orang tua Naura tersebut, dan itu rasanya sedikit aneh. Bagaimana kalau kedua orang tua Naura masih marah padanya karena dirinya pernah menyakiti dan menduakan putri kesayangan mereka tersebut? Begitu pikir Yuda.


Mahend ya0ng tadinya sedang ditenangkan oleh ibu mertuanya, fokusnya seketika teralihkan ketika melihat sahabatnya itu berdiri tidak jauh dari sana. Dia tahu jika pasti Yuda merasa tidak enak karena kedua orang tua Naura juga ada di sana menunggui putri mereka melahirkan.


Sementara Yuda yang ingin terhindar dari suasana canggung antara dirinya dan kedua mantan mertuanya tersebut lantas balik badan dan segera pergi dari sana setelah mengirim pesan pada Mahend untuk datang nanti setelah ibu dan ayah Naura kembali ke rumah untuk beristirahat.


Berselang setengah jam kemudian, suasana tegang akhirnya lenyap berganti menjadi suasana bahagia yang mengharukan ketika Naura berhasil melahirkan putra pertama mereka dengan selamat.

__ADS_1


__ADS_2