PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)

PRIA NACKAL (Godaan Sahabat Suamiku)
PN - Bab 15 - Wanita Memang Aneh


__ADS_3

Mahend menjeda sejenak ucapannya sembari mengusap lembut kepala Naura.


"Kalau kamu ingin tahu siap pria itu, pria itu adalah aku, Naura. Mungkin kamu sulit percaya ini, tapi ketahuilah, kamu satu-satunya wanita yang berhasil membuatku jatuh cinta lagi setelah sekian lama."


Bukannya tidak mendengarkan pernyataan cinta Mahend barusan. Sebagai seorang pria cassanova, apa bisa Naura terharu dan percaya begitu saja dengan ungkapan cinta pria itu. Naura tahu Mahend itu seorang pria petualang, urusan gombal menggombal dan membuat wanita jatuh ke dalam pelukannya, tentu saja Mahend rajanya. Hal itu tidak perlu diragukan lagi. Tapi sayangnya, Mahend salah sasaran. Naura bukanlah wanita yang gampang luluh hanya dengan ungkapan cinta yang keluar dari mulut pria pecinta wanita seperti dia.


Puas menangis di dalam pelukan sahabat suaminya itu, perasaan Naura akhirnya jauh lebih lega. Apalagi setelah Mahend selesai melakukan banyak cara untuk menghiburnya.


"Kamu terlihat sangat pucat dan lemas? Apa kamu sudah makan?" tanya Mahend. Setelah menyatakan cinta pada wanita tersebut, Mahend tidak akan sungkan-sungkan lagi menunjukkan perhatiannya pada Naura.


Naura menggeleng. "Aku tidak lapar, dan aku juga tidak mau makan," bohong Naura. Baru saja dirinya selesai mengucapkan kalimat itu, cacing-cacing di dalam perutnya sudah protes minta diisi.

__ADS_1


Mahend mengulum senyum. "Bibirmu bisa saja berbohong, tapi perutmu tidak. Tapi tenang saja, aku akan memesan makanan untuk kita berdua. Kebetulan, aku juga belum makan siang."


Naura memilih diam, malu juga jika dia kembali menolak tawaran pria itu. Apalagi sepertinya penyakit maag nya kambuh karena dia telat makan dan juga belum makan apa-apa lagi selain dua potong roti yang dia beli di mini market tadi pagi.!


.


.


Selesai makan siang bersama, bukannya langsung pergi Mahend justru malah terlihat duduk bersantai di atas tempat tidur Naura.


Mahend menatap Naura dengan tatapan tidak percaya. Perempuan ini, kenapa tidak tahu terima kasih sekali? Aku sudah memberinya makan siang dan mencoba menghiburnya, tapi kenapa dia malah mengusirku? Batin Mahend.

__ADS_1


"Jadi kamu mengusirku?" tanya Mahend, dan langsung dijawab anggukan oleh Naura tanpa ragu.


"Cih." Mahend berdecih. Benar-benar tidak tahu terima kasih, pikirnya.


"Kenapa diam saja? Kenapa masih belum pergi juga?" tanya Naura sedikit kesal. Berada di dalam ruangan tertutup yang sempit bersama pria yang pernah tidur bersamanya itu tentu saja membuat Naura merasa terusik. Wanita itu merasa sangat tidak nyaman.


"Aku tidak mau." Bukannya pergi karena sudah diusir oleh si pemilik unit, Mahend justru malah menarik selimut kemudian berbaring sambil memunggungi wanita itu.


"Hey, itu tempat tidurku. Siapa yang mengijinkamu tidur disitu?" protes Naura. Baru saja dia ingin menyeret Mahend turun dari tempat tidurnya, tapi tiba-tiba pria itu menarik pergelangan tangannya sehingga dia terjatuh dan ikut berbaring bersama pria itu.


"Akh! Lepaskan aku! Apa yang kamu lakukan?!" teriak Naura saat Mahend tiba-tiba saja memeluknya dan menutupi tubuh mereka berdua menggunakan selimut.

__ADS_1


"Tidurlah, jangan berisik. Aku tidak akan pergi dari sini sebelum memastikan bahwa keadaanmu sudah baik-baik saja."


B e r s a m b u n g...


__ADS_2