
Setelah tiba di rumah, Karmila langsung naik kamarnya dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang menjadi tempat kesukaannya saat dia sedang berada dalam suasana hati yang buruk.
Gadis itu menarik selimut dan menarik sebuah boneka beruang lalu memeluknya dengan erat di bawah selimutnya.
'Aku hanya ingin tidur sampai besok pagi,' ucap Karmila dalam hati sembari meminjamkan matanya dan Dia benar-benar merasa bahwa dia perlu meninggalkan dunia nyata selama beberapa jam lamanya agar beberapa hal yang menyakiti hatinya bisa berlalu dengan cepat.
Tetapi, perempuan itu belum juga tertidur ketika tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok...
"Sayang, di bawah ada temanmu yang mencarimu," Ibu Karmila yang saat itu mengetuk pintu kamar putrinya.
Karmila yang mendengarkan itu tidak memperdulikannya, karena dia tahu ibunya pasti hanya ingin menyuruhnya untuk makan saja itu sehingga ibunya berbohong padanya.
Sementara sang ibu yang mendengarkan itu hanya bisa menggelengkan kepala dan berpikir bahwa putrinya memang berada dalam suasana hati yang buruk sebab tadi ketika putrinya kembali gadis itu sama sekali tidak menyapanya dan bahkan tidak mengatakan salam Saat memasuki rumah.
__ADS_1
"Kalau kau tidak mau turun, ibu akan menyuruhnya naik untuk menemuimu!" Ucap sang ibu ketika dia masih menunggu di depan pintu selama beberapa saat namun tak ada jawaban dari dalam kamar.
Oleh sebab itu, sang ibu kemudian membuka pintu kamar tersebut dan melihat putrinya yang sementara tertidur di balik selimutnya, "ibu benar-benar akan menyuruhnya naik ke kamarmu kalau kau tidak mau turun!"
"Ya," jawab Karmila dengan lemas karena dia tahu bahwa ibunya berkata seperti itu hanya karena ingin memaksanya supaya turun ke bawah untuk makan siang.
Sementara sang Ibu, dia kembali menggelengkan kepalanya lalu menutup pintu kamar putrinya dan segera turun ke lantai bawah menemui seorang pria yang baru saja tiba.
"Katanya kau ke kamarnya saja, ada di lantai 2 dengan tulisan nama Karmila di depan pintu," ucap sang Ibu langsung membuat Gabriel menganggukkan kepalanya lalu pria itu kemudian beranjak naik ke lantai 2.
Apalagi, yang menyuruhnya melakukannya ialah Ibu dari gadis itu sendiri sehingga dia kemudian menoleh ke arah bawah dan melihat bahwa ibu Karmila hanya tersenyum kepadanya sehingga membuatnya juga membalas senyuman perempuan itu.
"Ini aneh," ucap Gabriel dengan suara yang pelan sembari melihat-lihat di lantai 2 dan akhirnya menemukan sebuah pintu yang di bagian depannya tertulis nama Karmila.
Maka tanpa menunggu lama, pria itu kemudian pergi ke arah pintu lalu mengetuk pintu kamar.
__ADS_1
Tok tok tok...
Tidak ada jawaban dari dalam kamar karena Karmila yang berusaha untuk tidur masih sibuk dengan pikirannya sendiri di atas tempat tidur sehingga dia mengabaikan suara ketukan pintu.
Beberapa detik tanpa ada jawaban, maka Gabriel kemudian memegang handle pintu dan memutarnya lalu mendorong pintu itu.
"Aku masuk," ucap Gabriel sembari melangkah masuk dibarengi dengan Karmila Yang tersentak bangun menyibak selimutnya karena mendengar suara lelaki.
Perempuan itu langsung mematung di tempatnya ketika melihat bahwa Gabriel benar-benar datang dan bahkan ibunya mengizinkan pria itu untuk memasuki kamar nya!
"Aku khawatir denganmu, jadi aku datang kemari," ucap Gabriel sembari berdiri di ambang pintu dengan pintu yang sengaja dibuat Gabriel terbuka karena dia cemas orang-orang mungkin akan berpikiran aneh terhadap mereka berdua jika mereka berduaan di dalam kamar Karmila dengan pintu tertutup.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1