Rahasia Gadis Culun

Rahasia Gadis Culun
kehancuran Bela


__ADS_3

.


.


Sya tersenyum bahagia melihat produk baru kecantikan langganannya kini ada di dalam paperbag pemberian presdir utama kosmetik itu sendiri.


"senang sekali hmm? kalau aku kasih berlian senang yang mana? " tanya Kevin mengusap kepala Sya


Sya tampak berpikir sejenak, "tergantung! kalau Kosmetiknya langka aku lebih suka kosmetik lah buat aku nambah cantik".


Kevin menggeleng kepalanya pelan, Sya sangat unik.


saat di dalam mobil pun Sya memeluk paperbag pemberian Brand cosmetik ternama itu.


"aku foto deh" gumam Sya dengan senang.


"jangan di posting..! "peringatan Kevin


"siap pak suami" hormat Sya membuat Kevin tergelak


"Eh..?


Sya melihat Vidio yang sedang viral dimedia.


"Astagah..!" pekik Sya dengan kaget.


"Kenapa sayang? " tanya Kevin


"ini mas..! Bela bertengkar dengan 2 perempuan dari perusahaan XL Group, apa dia tidak mengenal Maya dan Tania ya? " gumam Sya menggeleng kepalanya.


"memang kenapa pengusaha XL Group itu? " tanya Kevin yang memang tidak mengenal perempuan hanya tau perusahaannya saja..


"ya ampun mas..! ini anak bungsu perusahaan itu.. mas tidak tau? "


Kevin menggeleng.


"aku tau pak Zaydan itu tapi mana aku tau siapa anak-anaknya" jawab Kevin.


"walaupun aku tau perusahaan itu tidak sebanding dengan perusahaan papaku tapi bisa dikatakan perusahaan itu cukup tangguh, sebelumnya Bela pernah bermasalah dengan putra kedua XL Group tapi karna aku dia bisa selamat dan setelah ini aku yakin karirnya benar-benar akan tamat.. "


"oh.. baguslah..! dia langsung terjun bebas ke dasar jurang kemiskinan" jawab Kevin dengan entengnya.


"mas tau kan bagaimana tegasnya pak Zaydan itu? dia rekan bisnis papa ku juga".


"hmm...aku tau dia cukup tegas tapi tidak bisa menoleransi keluarganya kalau sudah di senggol!".


"hmm.. bahkan papa waktu itu harus merelakan sesuatu supaya Pak Zaidan mau menutup masalah Bela dengan putranya itu". Gumam Sya mengingat masa nya dulu yang begitu bodoh.


"sekarang kamu tidak akan membantunya kan? " tanya Kevin serius.


"tidak.. aku tidak akan membantunya" jawab Sya cepat.


Sya menutup vidio itu lalu kembali berfoto dan tak berapa lama wiwin menelfonnya.


Kevin membuka dasinya yang terasa mencekiknya saat ini, sang istri begitu serius berbicara dengan Wiwin tanpa peduli Kevin disampingnya.


"sayang? " Kevin mengambil ponsel Sya.


"Eh.. mas? kok diambil? " protes Sya.


"memang aku supirmu sayang? kenapa aku diabaikan? "

__ADS_1


"sudah.. sudah.. jangan bertengkar..! aku minta maaf hadir ditengah-tengah kalian.. hahah" potong wiwin lalu mematikan panggilannya.


Sya tersenyum lebar ke arah Kevin.


"sama wiwin pun mas cemburu? " ledek Sya


"tentu saja..! kamu istriku sayang waktu kita berdua tidak banyak 2 hari lagi aku harus pergi ke Paris untuk menghadiri perjamuan pesta disana".


"kalau begitu aku juga ikut dong mas..! kan aku asistenmu" cengir Sya


"aah.. iya ya.. " Kevin mencubit pipi Sya jadinya.


.


.


ke esokan harinya Sya bekerja seperti biasa dengan penampilan culunnya tidak ada yang mengenal Sya sebagai istri Presdir utama CW Group.


"hei... kau Culuuun...! "


Sya tertegun lalu mengedarkan pandangannya mencari suara yang ia kenali.


"aku? " Sya menunjuk dirinya sendiri saat Bela tak jauh darinya.


Bela berjalan cepat ke arah Sya, "cepat buat aku bertemu dengan tuan Kevin..! "


"siapa anda ingin bertemu tuan saya? apa anda sudah membuat janji sebelumnya? " tanya Sya dengan datar membenarkan kacamata tebalnya.


"jangan banyak tanya..! aku hanya ingin bertemu dengannya tugasmu cuma menemukan kami saja" titah Bela


Sya memutar bola matanya dengan jengah,


"ck..! orang gila dari mana ini? " gumam Sya dengan nada kuat hingga banyak yang mendengarnya.


"dengar ya Nona..! tuan Kevin Candrawinata tidak mudah bertemu dengan perempuan asing kecuali istrinya! anda mengerti kan maksud saya? "


Sya berbalik meninggalkan Bela.


Bela yang merasa terhina berlari ke arah Sya lalu menarik rambut kepangan Sya dari belakang.


Sya meringis lalu sikutnya kebelakang hingga mengenai dad* Bela, Bela menjerit kesakitan sampai melepaskan rambut Bela.


"rambutku jadi rusakkan.. dasar Gila..! satpam.. satpam.. bawa si Gila ini ke depan pintu Rumah Sakit Jiwa ". titah Sya


"baik Nona" jawab Satpam yang baru aja datang dengan nafas terengah-engah.


Bela tidak terima di usir paksa,


"aku cuma mau bertemu tuan Kevin dan aku minta padanya untuk bertemu Sya.. dia sahabatku.. hei.. culun.. kau akan dipecat jika Sya tau kau memperlakukan seperti ini sialan.. Culun.. jangan sok jadi Nyonya ratu disini.. lepaskan aku... oii... gembel.. lepaskan aku.. aaaah..! "


Sya menghela nafas panjang,


"ck.. sahabat? " umpat Sya meludah kesamping lalu melenggang pergi dari sana.


karyawan lainnya tidak menyelah Sya karna mereka semua memang tau kalau Kevin tidak bisa sembarangan bertemu wanita.


.


.


"Mas? " Sya masuk ke ruangan Kevin

__ADS_1


"iya sayang..! kemarilah" pinta Kevin serius menandatangi berkasnya.


"aku beli makanan dari luar.! ayo makan!!" ajak Sya dengan semangat.


Kevin menutup dokumennya lalu pergi ke sofa dan duduk disamping Sya.


"Eh.. ? rambutmu kenapa kusut sayang? " tanya Kevin melihat kepangan rambut Sya terlihat tidak seperti biasanya.


"tadi ada Bola mas..! dia nekat mau bertemu denganmu aku tolak dia malah menarik rambutku"


"apa? berani sekali dia? apa dia tidak sadar diri juga?" marah Kevin


"duduk mas..! "pinta Sya.


Kevin kembali duduk, "untuk apa Bola jelek itu menemuiku? jangan bilang dia mau cari alasan biar bertemu denganmu? "


"mas kok tau? " tanya Sya


"ck... bukankah kedua orang masa lalumu itu tidak tau diri? sudah pasti dia mengemis bantuanmu lah".


Sya menarik nafas panjang, "keliatan ya aku bodohnya dulu!"


"tidak sayang..! mereka yang tidak tau diri memperalatmu".


"ya udah.. kalau begitu kita makan ya mas! " ajak Sya kembali tersenyum


Kevin mengangguk.


.


.


Kevin dan Sya kembali ke apartemen dan melihat Bela tengah mondar-mandir di pintu gerbang masuk gedung Apartemen.


"tuan..? "


"mas..? " Sya langsung bersembunyi di bawah tempat duduknya.


Kevin mengklakson kuat Bela dan tanpa hati Kevin melajukan kendaraannya.


Bela sampai melompat kesamping dan terjatuh hingga lututnya berdarah.


"sialan...! dasar tuan najis..! kau fikir aku siapa? aku teman istrimu bodoh...! " maki Bela dengan geram.


mobil Kevin masuk.


"pak.. biarkan aku masuk.. saya mau bertemu Sya, dia sahabat saya pak..! " pinta Bela dengan nada memaksa.


"maaf nona..! anda tidak bisa masuk karna tidak punya kartu akses nya" tolak satpam.


Bela berusaha menerobos dan kedua satpam itu mendorong Bela keluar gerbang dan menutup gerbang.


Bela menggedor-gedor pintu gerbang hingga kedua satpam di dalam memaki dan menghina Bela yang seperti gembel.


Bela berteriak frustasi beberapa pengendara jalan menertawai Bela yang sudah sakit jiwa setelah kehancuran karir Bela di media.


Perusahaan XL Group menuntut Bela karna melukai putri bungsu mereka, tentu Bela tidak bisa membela diri karna ia tidak punya uang untuk sekedar membayar pengacara.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2