
.
.
"ya udah kalian pulang aja sana..!" usir wiwin menaik turunkan kedua alisnya sambil tersenyum aneh.
Sya melihat heran ke Wiwin, "kenapa dengan raut wajahmu itu?" tanya Sya memicing curiga
"suamimu itu Sya..? layani dia dengan baik ya? tugasmu sebagai seorang istri loh" gemas Wiwin.
Sya melebarkan matanya lalu memutar kepalanya ke arah Kevin,
"ya Tuhan..? aku lupa kalau aku sudah menikah? ". batin Sya merasa bersalah telah mengabaikan suaminya.
"m.. maaf mas..! a... aku? " Sya berusaha menjelaskan tapi ia sendiri bingung menjelaskannya dari mana.
"tidak apa..! persahabatan kalian sudah hampir 7 tahun lamanya jadi aku mengerti akan ikatan persahabatan kalian dalam menyelesaikan masalah". jelas Kevin yang mengerti mengelus kepala Sya.
"isssh.. sana pergi..! mesra-mesra ditempat senyap sana! enak aja bermesraan di depan orang Jomblo.! bikin ngiri tau ngga sih? " dengan kesalnya wiwin mendorong Sya keluar tanpa menyentuh Kevin karna ia tau suaminya Sya itu alergi sentuhan perempuan kecuali Sya.
"Bye...?" lambaian centil Wiwin lalu menutup pintu apartemennya dengan santai.
Sya dan Kevin saling pandang di tempat.
"apa mas tersinggung? dia sejak dulu memang seperti itu tapi sebenarnya dia itu baik". jelas Sya takut Kevin tersinggung dengan tingkah wiwin yang berani mengusir seorang presdir CW Group.
Kevin tersenyum lalu menggendong tubuh Sya yang memekik di gendongan Kevin.
"mas? "
"kaki mu pasti lelah..! saatnya aku memanjakanmu sayang? " Kevin menduselkan hidungnya di hidung Sya.
Sya tersenyum lebar seketika lalu memeluk leher Kevin dengan manja.
"maafkan aku ya mas..! aku hanya takut wiwin bunuh diri, karna impiannya sejak dahulu itu seorang model jadi saat karirnya hancur seperti itu pasti membuatku ketakutan". cicit Sya di leher Kevin.
"hmm.. aku tau.. aku akan mencari tau siapa dalang yang membocorkan masa lalu sahabatmu itu"
"ha? dalang? " beo Sya.
"hmm..! menurutmu hal itu wajar? aku merasa ada yang memang sangat ingin menjatuhkan karir sahabatmu itu"
"ta.. tapi siapa? Wiwin tidak punya musuh" tanya Sya
"bisa saja orang iri dan dengki dengan apa yang diraih oleh Sahabatmu itu"
"kenapa nada bicaramu menyebalkan sekali mas? " tanya Sya dengan kesal.
"kenapa emangnya? " tanya Kevin.
"sahabatmu? sahabatmu? sahabatmu? gitu ngomongnya terus, dia punya nama mas! jangan bilang seperti itu deh..! entar dia tersinggung dan mas bisa dalam bahaya"
"bahaya apa? " kekeh Kevin meremehkan.
"Wiwin bisa saja membuat alasan hingga aku tidur diapartemennya berhari-hari karna kesal pada mas yang tidak menghargainya"
"dia bisa berbuat seperti itu? " tanya Kevin
__ADS_1
"tentu saja! apapun perkataannya aku akan selalu dengarkan"
"aku suamimu sayang" bela Kevin.
"aku tau mas..! itu sebabnya jangan membuat dia marah, dulu yang membuka kedok si brengs*k itu adalah Wiwin jika bukan karna nya aku tidak akan tau siapa Haris sebenarnya"
Kevin tertegun mendengarnya, "iya.. iya.. aku akan menyebut nya wiwin, kamu tidak akan cemburu kan? "
"kenapa aku harus cemburu pada suamiku yang alergi perempuan ini dan juga semua pasal kontrak kerja sebelumnya akan berlaku pada siapapun kecuali aku kan? "
"tentu saja sayang" jawab Kevin mengecup sayang pelipis Sya.
.
.
kini mobil Sya dan Kevin telah tiba di parkiran Apartemennya.
"bagaimana sayang? " tanya Kevin tersenyum lebar melihat ke arah Sya dan raut wajahnya berubah datar seketika melihat Sya tengah tertidur pulas.
"kamu beneran tidur sayang? " tanya Kevin tak bersemangat.
Kevin menghela nafas panjang lalu dengan gontai keluar dari mobilnya menggendong Sya membawanya masuk ke gedung apartemennya,
Kevin menatap lekat Sya yang terlelap saat di dalam Lift, "apa gagal lagi? " batin Kevin dengan lemas.
.
Kevin membawa Sya ke ranjangnya dan merebahkan tubuh Sya dengan hati-hati, Kevin terkejut seketika saat Sya merangkul lehernya hingga tubuh Kevin menindih tubuh Sya.
"sayang? kamu tidak tidur? " tanya Kevin serius.
"tadi aku benar-benar tertidur mas! tapi saat mas gendong tidurku sedikit terganggu apalagi jalan mas seperti orang mabuk begitu"
Kevin menebarkan senyum manisnya seketika,
"malam pertama kita tidak boleh gagal dong"
Sya merona mendengarnya bayangan siang pertama mereka tadi yang gagal sungguh membuatnya malu apalagi Kevin sudah melihat tubuh atasnya yang polos sungguh membayangkannya saja Sya masih malu.
"ayo buka..! " pinta Kevin.
Sya duduk di ranjangnya lalu melepaskan bajunya dengan malu-malu dan matanya terhipnotis melihat tubuh kekar Kevin.
"aku tidak bisa buka pengaitnya"
"biar aku bantu buka" seringai Kevin mulai menindih Sya dan melepaskan pengait itu hingga terpampang lah lagi benda kenyal menantang itu.
melihatnya saja sudah membuat celana Kevin sesak disana apalagi berbuat lebih.
"aakh..!" Sya terpekik saat Kevin menyambar put*ng nya dengan sangat rakus.
"mas..! " Sya dibuat memekik kegelian tapi ada gelenyar aneh menjalar ke tubuhnya hingga tubuhnya kini seakan ingin melayang seketika.
Kevin menidurkan Sya dan memberi kecupan-kecupan di setiap sudut tubuh Sya belum lagi memberi stempel kepemilikan dimana-mana.
Sya sudah menggelinjang tak karuan sejak tadi, bahkan ranjang mereka sudah berantakan padahal belum memulai apapun.
__ADS_1
wajah Sya sudah merah makinlah merah saat melihat Kevin menanggalkan pakaian bawahnya hingga matanya membulat melihat benda perkasa itu.
"mas..? aku takut!" Sya dengan takut-takut menutupi tubuhnya dengan selimut
"tidak apa..! semua akan baik-baik saja" Kevin menenangkan Sya dengan lembut.
Kevin merasakan ketegangan Sya saat ini jadi hasratnya yang menggebu-gebu di tahan terlebih dahulu demi membuat Sya rileks dan tidak lagi tegang.
Kevin melepaskan selimut yang menutupi tubuh Sya lalu menatap lembut Sya yang terlihat panik saat ini, Kevin menciumi wajah Sya dengan penuh cinta hingga ketegangan yang Sya rasakan hilang entah kemana.
Sya mulai tenang dan Kevin mulai menc*mbu Sya lagi hingga Sya benar-benar tidak tahan apalagi permainan lidah Kevin yang membuatnya menggila.
"aaah...! " Sya terpekik seketika saat merasakan tubuhnya seakan terbelah dua saat benda asing masuk ke bagian intinya.
"mas.. aaah.. sakit mas.. " pekik Sya meremas sprei dengan kuat.
Kevin tau Sya masih murni jadi ia memilih diam tanpa berbuat apa-apa, Kevin mencium bibir Sya dengan lembut juga lehernya hingga Sya mulai tenang lalu Kevin mulai menggerakkan pinggulnya.
Sya yang tadinya meremas kuat spreinya kini mencakar punggung Kevin, dan Kevin menurunkan tangan Sya menggenggam mesra tangannya Sya sambil menggerakkan pinggulnya dengan pelan-pelan dan akhirnya bukti kemurnian Sya mengenai sprei putih di ranjang mereka.
cukup lama pemanasan hingga lama kelamaan permainan Kevin makin buas hingga Sya memekik memanggil nama Kevin sampai akhirnya mereka mencapai puncak kepuasan bersama.
Sya terengah-engah dibawah Kevin, "ternyata begitu ya rasanya? " gumam Sya.
Kevin mencium wajah Sya mengucapkan terimakasih telah memilihnya,
.
belum sampai setengah jam Sya tertidur Kevin kembali menyerangnya lagi dan lagi hingga mereka benar-benar tertidur pulas sekitar jam 4 pagi.
ke esokan harinya Kevin membersihkan tubuhnya terlebih dahulu lalu membuatkan Sya sarapan tanpa membangunkan sang istri yang kelelahan karna ulahnya tadi malam membuat istrinya begadang sepanjang malam.
"aku pergi kerja sayang! jangan lupa sarapanmu" Kevin mencium sayang kening Sya.
.
.
Sya terperanjat kaget seketika lalu mengedarkan pandangannya mencari jam dinding hingga matanya terbelalak lebar.
"aku terlambat kerja..! " pekik Sya menyibakkan selimutnya lalu hendak berdiri
"aakh!" Sya kembali tumbang di ranjangnya.
"ya ampun.. perih sekali". Sya meringis akan rasa sakit di pangkal pahanya.
Sya melihat sarapan roti di meja nakas lalu Sya mengambil memo kecil di dekat meja.
"kenapa dia makin manis sih? " gemas Sya tersenyum lebar akan perhatian sang suami yang memintanya untuk istirahat hari ini saja.
.
.
Maaf MP nya hanya seperti itu.. karna belum berpengalaman harap mengerti ya? **Dah Bonus kan? jangan lupa Like nya ya yang banyak..!
terimakasih..!!! Love You All**...
__ADS_1
.
.